MASIGNASUKAv102
6861843026328741944

DUA TAHUN MENDENGARKAN CERITA SISWA: JANGAN SAMPAI NASIHAT KITA MEMADAMKAN MIMPI MEREKA

DUA TAHUN MENDENGARKAN CERITA SISWA: JANGAN SAMPAI NASIHAT KITA MEMADAMKAN MIMPI MEREKA
Add Comments
2026-08-07

Terhitung sudah dua tahun saya menjalankan tugas ganda sebagai guru BK pengganti. Bukan, bukan karena saya kekurangan pekerjaan, kelebihan iya, hehehe. Tetapi karena tugas guru BK berhimpitan dengan tugas tambahan saya yang lain. Sebelumnya, guru BK meninggal dunia dan belum ada pengganti guru BK sampai saat ini. Maka, jadilah saya menjelma sebagai guru BK sementara, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan karier.

Dibuat oleh AI

Apa yang saya pelajari setelah menjadi guru BK?

Belajar mendengarkan. Ya, setelah detik demi detik tugas guru BK tak kunjung berpindah, saya kemudian mempelajari satu hal yang harus dimiliki oleh guru BK. Yaitu belajar mendengarkan keluhan dan keinginan dari siswa. Apalagi jika berkaitan dengan karier. Jangan sampai keinginan dan mimpi siswa meredup hanya karena perkataan dan saran yang saya berikan. Tidak masalah apabila saran dan perkataan itu bisa membuat mereka bahagia. Namun, bila yang terjadi sebaliknya? Menjauhkan siswa dari kebahagiaan hidup dan mimpi yang ingin dicapai, huwaaaa.. hiks. Sungguh, saya akan sangat merasa bersalah.

Apakah mendengarkan itu mudah? Tentu tidak. Bagi saya yang tidak bercita-cita sebagai psikolog, mendengarkan tanpa menginterupsi dan menyimak semua cerita dengan penuh perhatian itu membutuhkan energi, kesabaran dan pengalaman.

Membutuhkan energi sebab mendengarkan pasti memerlukan waktu yang tidak sebentar. Oleh sebab itu, energi saya harus penuh. Secara fisik maupun psikis. Tidak lucu kan kalau di tengah-tengah sesi curhat tiba-tiba perut saya berdendang karena kelaparan, hehehe.

Membutuhkan kesabaran. Pasti! menunggu kisah yang belum tentu ada akhirnya itu bisa jadi membosankan. Karenanya harus menyediakan stok sabar yang luar biasa. Agar kisah yang diceritakan memiliki akhir yang sempurna bagi siswa.

Membutuhkan pengalaman. Betul! Pertama kali bertugas sebagai guru BK, saya masih tidak bisa menyimak dengan baik. Saat mendengarkan, pada waktu-waktu tertentu, pikiran saya mengembara ke tempat lain. Sebelum akhirnya menyadari bahwa saya berada dalam kegiatan mendengarkan.

Seiring waktu, fokus untuk mendengarkan semakin terlatih. Saya mulai belajar untuk sabar mendengarkan, menyiasati agar energi tetap terjaga penuh dan menghindari kebosanan ketika mendengarkan. Pun akhirnya dalam sesi kehidupan yang lain, saya juga mulai belajar mendengarkan. Agar nantinya seirama dengan tugas ganda yang sementara saya emban. Entah sampai kapan, hehehe.

Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk mengemban tugas ganda. Kendati demikian mendengarkan kisah siswa dalam merangkai cita-cita, membuat saya banyak belajar. Belajar mendengarkan, belajar memberikan ketenangan ketika menemukan kegagalan hingga belajar memberikan wawasan. Agar mimpi yang diinginkan siswa tetap dapat tercapai dengan berbagai macam langkah dan rencana yang matang.

Dari siswa, saya juga belajar bahwa kadangkala mereka tidak membutuhkan jawaban panjang. Mereka hanya butuh seseorang yang mau mendengarkan tanpa terburu-buru menghakimi. Sebab, dari cerita yang didengarkan dengan tulus, mungkin nantinya lahir keberanian untuk mencoba kembali, bangkit dari kegagalan, dan melanjutkan perjalanan menuju cita-cita. Semangat!

Qudsi Falkhi

Teacher who loves books and traveling, contact me --> falkhi@gmail.com

  1. Masa sekarang dimana pembelajaran mendalam meminta para guru mengintegrasikan disiplin ilmu nya dengan program sekolah atau konteks nyata di lingkungan sekitar, saya melihat disiplin ilmu yang ibu ampu juga dapat diintegrasikan dengan tugas tambahan yang saat ini ibu ceritakan, Fisika Kuantum semisal 😁 di integrasikan dengan disiplin ilmu Bimbingan dan konseling, namun alangkah baiknya jika suatu ketika datang guru BK agar Energi yang dikeluarkan untuk mendengar lebih efisien 🙏 Wallahu a lam

    ReplyDelete
  2. Luar biasa, love Bu is

    ReplyDelete