Custom Search

2020-02-23

REZEKI SUDAH DIKONTRAK

Ada yang bilang, rezeki itu sudah dikontrak alias sudah diatur. Apa yang sudah menjadi bagian kita, tidak akan hilang dan apa yang tidak diperuntukkan untuk kita pasti akan terlepaskan. Semakin bertambah usia, saya semakin yakin dengan kata-kata tersebut. Sebab selalu ada cara bagi Tuhan untuk mengirim dan melepas rezeki dari dan ke tangan kita.

Sumber : www.daaruttauhiid.org

Seperti yang pernah saya alami. Sebelumnya, saya jarang mendapat hadiah alias rezeki dari penyelenggaraan kuis atau giveaway. Karena itu, saya akhirnya malas untuk ikut serta dalam menjawab kuis, hehehe.

Nah, beberapa waktu lalu, saya memiliki kesempatan untuk mendapat hadiah dari kuis, eh karena bukan rezeki, ada saja cara Tuhan untuk membuat saya gigit jari, hehehe.

Kisah bermula dari sebuah workshop yang saya ikuti. Sebelum penutupan, panitia meminta seluruh peserta untuk mengikuti kuis melalui kahoot. Kuis yang diberikan berkaitan dengan pengetahuan terkait materi workshop. Hal ini dilakukan sebagai evaluasi apakah materi workshop yang diberikan benar-benar dipahami oleh para peserta.

Panitia memberi tahu kuis yang diberikan hanya terdiri dari 6 pertanyaan. Awalnya saya tidak begitu menggubris, menang atau kalah toh kuis hanya berupa evaluasi. Bukan ujian. Namun ketika pertanyaan pertama menunjuk nama saya di urutan teratas, hati pun tergelitik. Begitu pun dengan pertanyaan kedua dan ketiga. Membuat saya yang awalnya tidak menggubris menjadi optimis. Ah ya, hanya mengingatkan, jangan pernah sombong sebelum game benar-benar berakhir, karena Tuhan selalu punya cara yang indah untuk menyelesaikan sebuah pertandingan.

Pertanyaan keempat, saya semakin optimis dan menginginkan hadiah. Begitu klik jawaban, layar di panggung menampilkan jawaban yang saya input salah. Loh, padahal saya yakin bahwa itu adalah jawaban yang benar. Setelah ditelusuri, jumlah peserta yang menjawab option pilihan tersebut juga paling tinggi. Tetapi kenapa jawabannya salah?

Beberapa peserta protes pada panitia yang memimpin acara kuis. Setelah dibaca ulang, ternyata kunci jawaban yang diinput panitia ke kahoot salah. Jawaban yang benar adalah jawaban yang dipilih mayoritas peserta workshop. Hiyaaa…

Hasilnya tentu saja saya bergeser dari peringkat pertama menjadi keempat. Begitu pun dengan pertanyaan kelima dan keenam tidak membuat saya masuk tiga besar gara-gara kunci jawaban yang salah. Begitu kuis berakhir, panitia memanggil 3 peserta dengan poin tertinggi. Taraaa... saya gak masuk dong. Saya masuk di daftar keempat, jadi tidak dipanggil.

Setelah pemberian hadiah, kami tertawa bersama-sama. Panitia pun sedikit bercanda dengan para pemenang dengan mengatakan salah membawa berkah. Saya? Tertawa lepas, ah memang bukan rezeki saya dan Tuhan memiliki cara tersendiri agar rezeki masing-masing orang tidak tertukar, hahaha.
Artikel Terkait
123456789101112131415

37 comments:

  1. Good post 😊 thanks for your sharing 😊

    ReplyDelete
  2. Menyakini hal ini menjadikan hidup itu enak, hati enteng, jauh dari hasad, dan yang ada adalah bahagia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, kita akan merasa lebih tentram yang akhirnya mendatangkan kebahagiaan bagi diri sendiri.

      Delete
  3. Hahaha lucu juga ya kang, kok panitia bisa salah ngasih pertanyaan. Yang sabar ya kang.😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh maaf, maksudnya mbak, salah tulis tadi mbak.😂

      Delete
    2. Hahahah... iya, santai saja. Bukan rejeki, jadi dibuat salah, hahaha.

      Delete
  4. saya sering ikut give away toko online dan dari youtuber, saya sudah ikuti alurnya eh ga pernah dapet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama nih, hehehe. Mungkin belum rejeki atau rejekinya memang bukan dari situ,

      Delete
  5. Kirain itu akan dapat hadiah
    eh ternyata tetap tidak dapat
    Kasihan, nih tisu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kok malah kasih tisu, kasih hadiah buku dong.😃

      Delete
    2. Wah, setuju mas Agus Warteg, harusnya dikasih buku om Djangkaru bukan tissue, hahahaha...

      Delete
    3. hehehe... siap om, ini lagi memompa semangat.

      Delete
  6. iya benar mba rezeki ngga akan tertukar dan bentuknya tidak selalu berupa hal-hal material
    kesehatan dan waktu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tidak harus materi, punya kawan blogger yang baik juga rejeki yang tak terhingga, hehehe..

      Delete
  7. Wahhh padahal sudah senang sekali ya, eh malah ganti huhuw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sudah semangat menjawab biar dapat hadiah, ternyata bukan rejeki, hihihi.

      Delete
  8. Wah kalo saya yang jadi mb Falkhi, panitia udah saya habisi wkwkwkw.

    Emm saya terkenal penyabar dan baik hati lo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hadiahnya dihabisi yang Bang, hahaha. Seraya bilang, hadiahnya buat saya saja, jangan yang lain, hehehe.

      Delete
  9. walaupun rejeki sudah diatur kita sebagai manusia kudu harus usaha, kalau tidak masa iya datang dan jatuh dari langit :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, harus dipancing dengan usaha dan kerja keras, setelah mentok barulah biar Tuhan yang mengatur, hehehe.

      Delete
  10. wah setuju banget ini mba dan bijak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kang, kita memang harus bijak termasuk dalam hal rejeki.😊

      Delete
    2. Arenapublik :: iya betul, harus setuju mah, hehehe

      Delete
    3. Agus Warteg :: terima kasih pendapatnya, hehehe

      Delete
  11. Judulnya memprovokasi saya, kirain tadi saya bisa ngontrak rejeki. He he he...becanda. Doa, uasaha dan keyakinan mencapai impian adalah elemen penting dalam meraih kesuksesan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... boleh kok dikontrak. Tetapi kontraknya dengan doa, usaha dan keyakinan, hehehe.

      Delete
    2. ngontrak rejeki enak kang, kalo rejeki di satu kontrakan abis, ya pindah aja hii

      Delete
    3. Hahaha.. boleh nih, nanti saya cari kontrakan rezeki yang lancar,

      Delete
  12. Nice article. Setuju rezeki sudah ditetapkan seperti umur manusia. Tapi unik soal rezeki ini, ada orang yang sama2 bekerja keras, tingkat kesulitannya sama, sama2 berupaya mengubah nasib, tapi hasil akhir (rezekinya) berbeda. Itulah yang dinamakan takdir. Di situlah kita tetap berpikir positif, yang rezekinya di bawah mungkin saja dibalas lebih di akhirat nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena rejeki tidk bisa dihitung sesuai perhitungan matematika biasa om 1+1 yang hasilnya 2. bisa jadi 100 atau lebih hehe

      Delete
    2. Vicky :: Hasil akhir yang berbeda mungkin karena jenis rezeki yang diberikan berbeda, hehehe. Satu dapat finansial, yang satu dapat ketentraman dalam rumah tangga, sehingga kita melihatnya berbeda. Tetapi begitulah adanya takdir, hihi.

      Arenapublik :: betul, kalau hitungan matematika itu khusus untuk menghitung hutang, eh.. hahaha. peace.

      Delete
  13. Kirain di ending bakal dapet hadian lho, Teh..hehe
    Eh, btw lama andi gak main kesini, semoga sehat selalu ya, Teh..

    Ngomongin soal give away, saya sendiri sering cuek dan males ikutan, lah setiap ikutan belum pernah dapet. Mungkin betul belum rezekinya.

    Pernah suatu waktu saya iseng ikutan, tanpa niat. Jadi menang gak memang biasa aja. Eh, ternyata saya menang coba, Teh. Kalua saya serius ikutan gak pernah dapet, giliran iseng dapet.

    Memang kalau udah rezeki tuh, gimana pun caranya pasti dapet. Sekaliupun iseng dan gak niat itu..haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, maunya juga begitu. Ternyata belum rejeki. Kalau memnag rejeki seperti yang Andi bilang, walaupun gak niat pasti bakalan dapat.

      Eh, iya. Si empunya juga jarang nongol ini, lagi social distancing sama blog, hahaha. Baru mau mulai lagi.

      Amin, semoga Andi juga sehat.

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya, :-)

~~falkhi~~