Custom Search

2019-05-23

INDONESIA, SELAMAT BERJUANG MEREBUT SUDIRMAN

Rabu, 22 Mei 2019. Situasi Indonesia memanas terutama wilayah ibukota Jakarta. Demonstrasi yang berujung rusuh mulai menjadi headline berbagai media massa digital. Bahkan siang hari, media sosial whatsapp, facebook dan instagram mulai dibatasi pemakaiannya. Saat sore hari, situasi Jakarta yang memanas menular ke kota Nanning, China. Tepatnya di Guangxi Sports Center Gymnasium. Masyarakat Indonesia yang berada di dalam mulai meneriakkan yel-yel In-do-ne-sia dengan musik botol dan kaleng kosong. Ya, mereka menjadi suporter buat tim bulutangkis Indonesia yang berjuang untuk merebut kembali piala Sudirman tahun 2019.


piala sudirman
Sumber: badmintonindonesia.org

Pukul 17.00 WIB tim bulutangkis Indonesia memulai perjuangan untuk meraih kemenangan di babak grup. Tim Indonesia sebenarnya sudah lolos ke babak perempat final (QF). Namun, kemenangan melawan tim Denmark penting dilakukan untuk bisa menjadi juara grup. Dengan menjadi juara grup maka tim Indonesia bisa terhindar dari tim raksasa bulutangkis saat babak QF seperti China, Jepang, dan Korea.

Saat melakukan doa bersama, Manajer Tim Indonesia, Susy Susanti menyampaikan pesan kepada para pemain,
“Tetap semangat, fokus, konsentrasi. Ayo masing-masing berjuang yang terbaik, kerja keras sampai terakhir.”

Para atlit harus tetap fokus bertanding walaupun kondisi Indonesia sedang sedikit bergejolak. Mereka harus berjuang keras sampai titik akhir demi mengharumkan nama Indonesia. Sekaligus memberikan warna berbeda saat pada waktu yang sama berita menampilkan situasi keamanan Jakarta.

Pertandingan diawali dari partai ganda campuran, single putra, single putri, ganda putra dan terakhir ganda putri. Entah karena situasi Jakarta yang sedang memanas hingga pemain hilang konsentrasi atau memang karena pemain kita sedang dalam kondisi yang kurang prima menyebabkan hasil akhir yang belum memuaskan. Tim Indonesia kalah 3-2 dari tim Denmark. Namun demikian, Indonesia masih berhak menjadi jawara di grup B.

Perlahan-lahan situasi Jakarta mulai kondusif. Tidak demikian dengan tim bulutangkis Indonesia di Nanning. Mereka harus semakin panas dalam berjuang. Sebab untuk babak QF dan selanjutnya, pertandingan mulai menggunakan sistem gugur. Jika tiga partai pertama lepas, maka kandaslah harapan tim Indonesia untuk  merebut piala Sudirman.

Hari Jum’at, 24 Mei 2019 pukul 10.00 WIB. Tim Indonesia akan kembali bertanding melawai tim Taipei. Secara peringkat, sebenarnya tim Indonesia berada di atas taipei. Tetapi pertandingan tidak bisa dihitung secara matematis. Untuk itu, tetaplah berjuang para atlit, berikan yang  terbaik kepada ibu pertiwi. Semoga Sudirman bisa direbut kembali.

Salam olahraga, hehehe.
























Artikel Terkait
123456789101112131415

15 comments:

  1. Nah, yang ini yang namanya berjuang bagi negara.

    ReplyDelete
  2. Semoga sukses selalu buat tim Indonesia... Aamiin

    Btw, Probolinggo mana mbak? Saya juga Probolinggo...

    ReplyDelete
  3. Telat komen deh saya.... Saat kita merebut Sudirman pertama kali saya masih kelas 6 SD. Dan sejak saat itu Sudirman gak pernah balik ke kita lagi

    ReplyDelete
  4. Semoga aja indonesia menang ya teh dan bisa mencetak pemain muda yang handal,..sepertu susi susanti dan taufik hidayat,...salam kenal teh,..saya kuanyu,..ditungu kunjungannya,..ea 😀

    ReplyDelete
  5. Semoga ya Indonesia makin banyak mencetak prestasi olahraga.
    Sayang sekali kalau tidak muncul generasi penerus berbakat besar seperti Rudi Hartono, Liem Swie King,Susi Susanti ..

    ReplyDelete
  6. Semoga menang ya kak tim Indonesia.. selau doa yang terbaik untuk Indonesia...

    ReplyDelete
  7. tak apa gagal dapat medali emas
    yang penting semangat terus di pertandingan selanjutnya

    ReplyDelete
  8. Wes, pokoke sukses buat atlet-atlet Indonesia!

    ReplyDelete
  9. Regenerasi Indonesia di bidang bulutangkis masih bagus, tinggal momentum saja yang mungkin beleum ketemu hehe

    ReplyDelete
  10. Semoga Indonesia Menang, SEMANGAT 45...!!!!

    ReplyDelete
  11. Badminton memang lebih cocok buat atlet Indonesia untuk berprestasi di tingkat internasional, mengingat genetiknya juga mendukung. Dan satu lagi mungkin pencak silat ya. Berbeda dengan sepak bola yang saya rasanya genetiknya saja mentok dan daya saingnya di seputar asia tengara hehe.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya, :-)

~~falkhi~~