Custom Search

2014-12-15

PEREMPUAN DENGAN PAKAIAN TRAINING


Aku mengenalnya dengan nama Yuan. Ibu Yuan, begitu ia dipanggil dengan murid-muridnya. Ibu Yuan adalah seorang guru SMA yang kini bertugas pada salah satu daerah terpencil di kabupaten tempatku tinggal. Daerah terpencil ini berada di daerah pegunungan dengan akses jalan yang berkelok-kelok dan menanjak. Walaupun sudah beraspal, tetapi di beberapa tempat sering ditemui lubang-lubang di badan jalan. Membuat pengendara harus selalu berhati-hati jika tidak ingin celaka.


Ilustrasi (Sumber: kankkunk.files.wordpress.com)

Jarak antara tempat tinggal dan tempat tugas bu Yuan kira-kira 50 km. Jarak ini ditempuh bu Yuan dengan mengendarai transportasi umum. Diawali dengan menaiki becak dari tempat tinggalnya, kemudian menumpang bus. Dari tempat pemberhentian bus, bu Yuan menumpang ojek dengan jarak tempuh hampir sejauh 20 km. Pengendara ojek inilah yang selanjutnya mengantarkan bu Yuan ke tempat tugas melewati jalanan yang menanjak dan berkelok. Sering juga teman-teman bu Yuan memberi tumpangan. Baik dari tempat pemberhentian bus hingga sampai di sekolah, atau pun sebaliknya.  
Tempat tugas yang jauh dan medan yang sulit, ternyata bukan masalah bagi bu Yuan. Terbukti wajahnya tetap tersenyum ceria di sekolah sekalipun perjalanan hampir memakan waktu 2 jam. Bahkan dalam kondisi hamil besar, bu Yuan tetap setia datang ke sekolah setiap hari, dan mengajar dengan wajah gembira. 

Untuk menyiasati tempat tugas yang jauh dan medan yang sulit, bu Yuan selalu menggunakan pakaian training setiap kali berangkat dan pulang bertugas. Ketika sampai di sekolah, barulah bu Yuan berganti dengan seragam dinas. “Lebih aman dan nyaman,” begitu jawabnya saat ditanya mengapa selalu menggunakan pakaian training. Benar-benar cerminan seorang perempuan yang tangguh dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai guru.



**catatan naskah untuk lomba perempuan tangguh Intisari 2014** 
Artikel Terkait
123456789101112131415