Custom Search

2014-03-06

SI PEMALU YANG BERDURI

Pernah bertemu tanaman yang daunnya akan mengatup ketika mendapat sentuhan? Kalau pernah, itulah si pemalu yang berduri. Atau lebih lebih dikenal dengan nama putri malu. Coba tebak mengapa di sebut putri malu? Benar! Karena tanaman ini seperti seorang putri yang terlihat malu-malu bila disentuh oleh seorang pangeran. Wah, ternyata tanaman juga punya rasa malu ya? Hihihi.

Sumber: wikimedia.org
 Lalu bagaimana kita bisa melihat daun putri malu? Tenang saja, dalam beberapa menit efek sentuhan dapat hilang. Putri malu pun akan membuka daunnya kembali seperti semula. Daun putri malu berbentuk helai-helai kecil yang memanjang dengan ujung runcing. Warnanya hijau dan bagian tepi berwarna ungu. Jika diraba permukaan daun akan terasa licin.


Selidik punya selidik ternyata si putri malu tidak hanya mengatup ketika mendapat sentuhan lho. Melainkan juga saat mendapat rangsangan tiupan, goyangan atau panas. Oleh sebab itu pada saat matahari terbenam daun putri malu tetap akan mengatup walaupun tanpa adanya sentuhan, dan akan kembali membuka keesokan harinya saat matahari terbit.

Mengapa putri malu harus menutup daunnya? Menurut para ilmuwan mengatupnya daun putri malu merupakan cara bertahan hidup dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora). Hewan herbivora akan merasa takut pada tumbuhan yang dapat bergerak cepat akibat adanya rangsangan. Sehingga mereka lebih memilih memakan tumbuhan yang diam.   

Selain itu coba perhatikan warna daun bagian bawah putri malu. Pasti berwarna lebih pucat. Ketika daun putri malu menutup, maka bagian bawah yang pucat inilah yang terlihat dari luar. Memungkinkan hewan yang ingin memakannya berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan kehilangan selera untuk memakannya. Pintar kan cara si putri malu menghindar dari hewan-hewan yang akan memangsanya. 
Sumber: mimosa_pudica
 Eits, masih ada lagi lho cara bertahan hidup ala putri malu. Apa ya? Coba baca lagi judul tulisan ini. Benar sekali. Cara ketiga putri malu untuk bertahan hidup adalah dengan duri. Duri tanaman putri malu menempel pada seluruh bagian batang. Seperti halnya rambut yang menempel di kepala manusia. Letak duri putri malu tidak tegak pada batang, tetapi miring menghadap ke permukaan tanah. Sehingga kita harus berhati-hati dengan si putri yang pemalu ini. Karena walaupun pemalu, ternyata putri ini dapat menyebabkan kulit tergores atau terluka jika menyentuh batangnya.

 Selain daun yang mengatup dan batang yang berduri, tanaman putri malu juga mempunyai bunga yang menarik. Seperti apa bunga putri malu? Bentuk bunga putri malu bulat seperti bola. Berwarna merah muda. Dengan ukuran kelopak dan tabung mahkota yang sangat kecil. Menarik kan?

Putri malu termasuk kedalam tumbuhan yang berkembangbiak dengan biji. Ukuran bijinya kecil. Dengan bentuk bulat dan pipih. Letaknya berada di dalam buah. Buah putri malu berbentuk polong yang pipih seperti garis. Jika dibandingkan dengan buah tanaman lain, buah putri malu memiliki ukuran yang sangat kecil.

Lalu dimana kita bisa bertemu tanaman putri malu? Biasanya putri malu dapat ditemui di tanah yang lapang. Seperti ladang, perkebunan, pekarangan rumah atau pinggir jalan. Tapi bukan jalan raya dikota-kota besar lho. Melainkan di sepanjang jalan yang melewati persawahan atau perkebunan.

Putri malu termasuk tanaman liar. Dapat tumbuh diatas permukaan tanah lembab maupun tanah gersang, dan tidak mengenal musim. Selain itu tidak memerlukan perawatan khusus serta berkembang biak dengan sangat cepat. Sehingga dapat menyebabkan permukaan tanah di sekitar tanaman putri malu tertutup.

Akibat perkembang biakan yang cepat, putri malu dianggap sebagai tanaman parasit. Terutama bagi tanaman lain yang tumbuh di sekitar putri malu. Sebab kecepatannya dalam berkembang biak dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain.

Walaupun bersifat parasit, ternyata tanaman putri malu bermanfaat dalam mencegah erosi. Kok bisa? Putri malu mempunyai bentuk akar pena yang sangat kuat. Bahkan kita memerlukan alat-alat khusus agar dapat mencabut semua akarnya. Nah, akar yang kuat inilah yang dapat menahan tanah dari bahaya erosi atau terkikis habis oleh air hujan.

Tidak hanya erosi, putri malu juga bermanfaat sebagai obat. Seperti obat susah tidur, antibatuk, penurun panas dan antiradang. Bahkan zat tannic acid dalam ekstrak daun dan akar putri malu dapat menghambat dan menangkal bakteri e-coli pencetus diare. Seperti hasil penelitian Natasha yang berhasil meraih medali emas di ajang Asia Pacific Conference of Young Scientists (APCYS) 2013 di Palembang. Wow, hebat ya si Natasha. Yuk, ramai-ramai meneliti si putri yang pemalu dan berduri ini. Siapa tahu tahun depan giliranmu yang mendapat medali emas. Siap?


Artikel Terkait
123456789101112131415