Custom Search

2017-02-04

LIBURAN KE GILI KETAPANG, YUK!


Pernah mengunjungi Bali via darat dari Surabaya? Jika pernah, pasti tahu dong dengan Probolinggo. Daerah yang dikenal dengan Bromo dan suku Tenggernya. Selain keindahan pegunungan, ternyata Probolinggo juga menyimpan eksotisme bawah laut lho. Kecantikan karang yang dikelilingi ikan Nemo itu tersembunyi di sekitar pantai pulau Gili Ketapang. Pulau mungil yang terletak di sebelah utara kota Probolinggo. Cocok banget deh buat mengisi liburan.





Sejak kecil, saya mengenal pulau Gili Ketapang sebagai salah satu tujuan wisata di Probolinggo. Tepatnya wisata religi sejarah. Sebab, di pulau tersebut terdapat goa kucing yang diyakini sebagai petilasan Syeh Maulana Ishak atau Sunan Giri.
"Alkisah, Syeh Maulana Ishak singgah di pulau Gili dalam perjalanan penyebaran agama dari Gresik menuju Banyuwangi. Ketika di pulau Gili, adik sunan Giri memelihara ribuan kucing yang kemudian ditinggal saat rombongan meninggalkan Gili. Kucing-kucing ini pun menghilang. Anehnya, setiap malam jum'at legi suara-suara kucing ini masih terdengar dari dalam goa. Jika dikejar, suara kucing akan menghilang. Fenomena goa Kucing membuat pulau Gili menjadi salah satu tujuan wisata religi di Probolinggo."    
 

Beberapa bulan terakhir, pulau Gili Ketapang semakin ramai diperbincangkan sebagai tujuan dikala liburan. Bukan lagi karena adanya goa kucing, melainkan kecantikan wisata bawah lautnya. Saya yang mulai menyukai snorkelling pun tertarik untuk berkunjung. Apalagi akses menuju pulau Gili Ketapang mudah di jangkau.


Petunjuk arah dari Terminal Banyuangga, Probolinggo ke pelabuhan Tanjung Tembaga (via Google maps)

RUTE ---- Jalur utama menuju pulau Gili Ketapang adalah melalui pelabuhan lama Tanjung Tembaga, Probolinggo. Pelabuhan lama berada di sebelah barat pelabuhan baru. Karcis masuk pelabuhan untuk motor Rp. 4000,-. Setelah masuk gerbang pelabuhan, pilih jalan ke kiri. Ikuti jalan yang berbelok-belok hingga bertemu lokasi parkir kendaraan di sebelah kanan jalan.


Ketika sampai di tempat parkir, biasanya ada petugas yang bertanya tentang pemesanan paket wisata Gili Ketapang. Jika kita sudah memesan paket wisata via online, kita tinggal menghubungi dan ada petugas yang akan menjemput di tempat parkir. Jika belum, kita bisa langsung pesan pada petugas di tempat parkir tersebut. 
"Beberapa pengelola wisata snorkelling di Gili Ketapang. Bisa follow IGnya atau kontak langsung via WA. Saya sendiri baru mencoba yang operator B. Jadi, belum bisa membandingkan ya, hehehe"
 









WISATA ---- Paket utama wisata Gili Ketapang adalah snorkelling dengan harga Rp.85.000,- per orang. Harga paket mencakup biaya kapal penyeberangan PP, perlengkapan snorkelling + foto bawah laut, dan makan siang. Saat liburan tidak ada batasan minimal kunjungan, tetapi untuk hari biasa minimal kunjungan adalah 8 orang.


Wisata ke Gili Ketapang juga bisa dilakukan tanpa melalui paket wisata. Kita bisa langsung datang ke pelabuhan dan ikut kapal yang hendak menyeberang ke Gili Ketapang. Harga tiket terakhir yang saya tahu adalah Rp.7000 per orang (duh, ini tahun kapan ya, hahaha).


PERJALANAN ---- Penyeberangan dari Probolinggo ke Gili Ketapang dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Sedangkan penyeberangan dari Gili ke Probolinggo sekitar pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Satu kapal biasanya berisi 20-25 orang dengan lama waktu perjalanan sekitar 45 menit. Oh ya, saya berkunjung saat ombak lumayan besar sehingga perjalanan lebih lama dan merasa seperti naik roller coaster di atas kapal. Hehehe.


Saya mendarat di pulau Gili Ketapang sekitar pukul 10 pagi. Tapi, rasanya seperti pukul 12 siang. Apalagi rombongan saya diturunkan langsung di pantai pasir putih ujung barat. Duh, bikin hati meleleh karena kepanasan. Hahaha.


SPOT FOTO ---- Bagian ujung barat Gili Ketapang dihampari pasir putih yang cantik. Tak heran tempat ini menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto. Tambahan pula, ada papan-papan nama yang sudah disediakan pengelola untuk dijadikan pemanis dalam foto. Sayangnya, beberapa bagian pantai masih dihiasi oleh sampah.

 

  


Kami diberi waktu untuk berfoto-foto, berkunjung ke gua kucing dan berganti baju sebelum latihan untuk snorkelling. Namun, karena cuaca yang terik mayoritas rombongan saya hanya menunggu di atas kapal setelah selesai berfoto. Ramainya kunjungan wisata di waktu liburan membuat kami harus lama mengantri untuk snorkelling.

Cari posisi buat jadi putri duyung, :D

 

SNORKELLING ---- Ketika mendapat giliran snorkelling, matahari sudah ada di atas kepala. Teriknya bikin kulit semakin gosong, hahaha. Snorkelling di siang hari rupanya bukan waktu yang tepat. Pandangan ke dasar laut buram sehingga tidak bisa menikmati kecantikan bawah laut Gili Ketapang dengan sempurna.
 



   
"Snorkelling bukan tentang kemampuan berenang, 
tetapi kemampuan untuk bersikap tenang"

Kata-kata itu saya dapatkan dari pelatih/pengawas snorkelling. Maklum, sampai sekarang saya masih belum bisa berenang (buka aib, hehehe). Jadi, buat yang tidak bisa berenang seperti saya, berbahagialah karena tetap bisa ikut snorkelling.

  
 
Oh ya, waktu snorkelling kita juga mendapat jatah foto di dalam air. Tanpa pelampung. Wow. Saya hanya bisa pasrah saat didorong ke dasar laut oleh para pengawas. Pasrah dengan harapan saya masih bisa kembali ke daratan. Sayang kan kalau saya tidak bisa menikmati makan siang di pulau Gili, hihihi.


ISHOMA ---- Setelah puas berada di dalam air dan sesi foto berakhir, kami kembali dibawa ke pulau Gili. Tersedia beberapa kamar mandi untuk membilas badan yang dilengkapi dengan tempat sholat. Untuk makan siang disediakan nasi bungkus dengan lauk ikan.



  

Kita bisa makan siang di bale-bale bambu. Bersantai sekaligus menyelesaikan pembayaran paket wisata dan penyerahan hasil foto bawah air. Bagi yang pertama kali liburan ke pulau Gili Ketapang, jangan kaget dengan banyaknya kambing yang melenggang di area peristirahatan. Tidak hanya melenggang, rombongan kambing ini juga mencari makan dari sisa-sisa makanan yang dibuang wisatawan. Itulah salah satu keunikan lain dari Gili Ketapang. Banyak kambingnya, hihihi.




Setelah urusan pembayaran selesai, rombongan kami diminta menuju pantai untuk kembali ke kapal. Rupanya kapal kami sudah siap untuk berlayar ke pelabuhan Tanjung Tembaga. Tidak perlu khawatir jika nantinya telat datang ke pantai dan kapal yang dinaiki sudah berlayar. Sebab, kita masih bisa ikut rombongan kapal lain untuk kembali ke Probolinggo.




Perjalanan ke Probolinggo lebih lama karena ombak yang besar. Kapal yang saya tumpangi kembali bergerak seperti roller coaster. Bergoyang kanan kiri tanpa bisa ditahan. Tapi, syukurlah saya dan rombongan bisa tiba dengan selamat di pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo. Liburan ke pulau Gili Ketapang pun berakhir dengan perasaan gembira. Siapa mau nyusul?

















Artikel Terkait
123456789101112131415