Custom Search

2015-08-21

PEREMPUAN PENUNGGU HUJAN


Ceritanya nih, saya berencana ikut berpartispasi dalam lomba pusigrafi yang bertema perempuan dalam hujan. Puisigrafi adalah lomba puisi yang dilengkapi dengan ilustrasi gambar. Nah, pas dapat ide untuk puisi dan konsep gambarnya, ternyata saya malah lupa dengan tanggal deadline. Jadinya... ya puisinya di pos di blog aja. Hehehe.

Puisi yang sudah saya tulis berjudul Perempuan Penunggu Hujan. Puisi ini terinspirasi dari tukang ojek payung yang bergembira waktu hujan turun. Berbeda dengan saya yang langsung cemberut begitu melihat langit mendung dan akan turun hujan. Hahaha...

Ini dia puisi yang saya tulis untuk para tukang ojek payung


PEREMPUAN PENUNGGU HUJAN

Sumber : v-images2.antarafoto.com
Dia duduk di sudut trotoar
Diam. Menatap uap kekesalan
Dari penghuni jalanan

Kaki waktu terus melangkah
Dia memilih untuk setia
Duduk. Diam. Menatap
Lalu lalang keacuhan

Saat waktu menghadap gerbang petang
Tiba-tiba hujan berkejaran menuju perut bumi

Dia tersenyum
Berdiri. Berlari. Menatap
Mata-mata kecemasan

Dia mendekat
Tangannya memegang erat
Payung hitam yang terlipat

“Ini.
Lima ribu.
Sampai halte.
Atau tempat parkir”

Seorang ibu bergegas
Menyambut tangan dia lembut
Mengulurkan selembar pengisi perut

Dia mengikuti
Di belakang sang ibu sambil bernyanyi
Berpayung rambut hitam tergerai yang ikut menari
Menyambut hujan pembawa rejeki



Sukapura, 060815, 07:07 PM
Artikel Terkait
123456789101112131415