Custom Search

2012-11-24

DURIAN, KESUKAANKU



Buah durian siap dinikmati

Panen durian, hmmm… mak nyus rasanya. Maklum aku durian lovers. Hehehe…. Selain nama durian, aku juga menamakannya buah ekstrim, bagaimana tidak? Durian memiliki dua kelompok fanatik. Pertama, fanatik lovers. Para pecinta durian sering berburu sampai ke luar kota untuk bisa menikmatinya pada musim panen. Tujuannya adalah sentra-sentra pembudidayaan yang mengundang pengunjung untuk menikmati hasil kebunnya. Kedua, fanatik dislikers. Bagi yang tidak suka durian, menghindari buah ini tidak hanya dengan melihat wujud buah tetapi juga menghindar dari semerbak harumnya saat matang. Alasannya harum durian pun sudah membuat pusing dan mual apalagi untuk melihat atau memakan buahnya.
Buah yang memiliki julukan king of fruit ini adalah tumbuhan tropis dari Asia Tenggara dengan nama latin Durio zibethinus. Berupa kapsul dengan bentuk bulat, bulat telur, hingga lonjong. Panjang buah bisa mencapai 25 cm dan diameter hingga 20 cm. Kulit buahnya tebal berwarna kekuningan, kecoklatan, hingga keabu-abuan. Varian durian yang lebih disukai adalah durian dengan biji kecil dan salut biji yang tebal, karena salut biji inilah bagian yang dimakan. Salut umumnya terasa manis dan bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Informasi dari buku Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, viatmin C, serta kalium, kalsium, dan fosfor. 
Cara membelah ruas buah durian
Selain dimakan langsung, salut biji durian juga banyak dibuat penganan. Seperti dodol, tempoyak (yang ini belum pernah makan, J), campuran kolak maupun kue. Perasa durian pun juga banyak digunakan dalam industri permen dan minuman. Dengan adanya perasa durian, pecinta durian bisa mengobati rasa kangen durian sebelum masa panen durian tiba.
          Salut biji durian paling nikmat jika memakan langsung dari buahnya. Namun membelah buah durian agak sukar. Perlu berhati-hati karena kulit buahnya berduri yang bisa menyebabkan luka pada kulit. Kita bisa menggunakan pisau atau alat tajam lain. Kemudian mencari "garis" (kampuh) sepanjang permukaan kulit buah durian di mana duri tersusun membentuk garis lurus. Umumnya terdapat hingga 5 garis sepanjang permukaan buah durian. Bagian tangkai durian dibalikkan maka garis urat durian akan bertemu pada satu titik di ujung buah. Pelan-pelan tusukkan benda tajam (pisau) pada titik ini, lalu goreskan sepanjang "garis" yang sudah terlihat sebelumnya. Sarung tangan atau sehelai kain yang tebal dapat digunakan untuk memegang buah durian dengan sebelah tangan, sementara tangan yang satunya untuk membelah. Bila kulit buah durian telah terbuka menjadi dua bagian, salut biji durian siap untuk dimakan. Ruas lainnya dapat dibelah dengan menggunakan telapak tangan dengan cara merobek ujung kulit durian sedikit pada sepanjang pusat titik tengah sebelumnya. Jika tidak menemukan alat tajam untuk membelah durian, maka cara yang lain dengan menginjak buah durian tersebut hingga terbelah. Tapi ingat! Menginjaknya dengan alas kaki jika tidak ingin kaki kita terluka.






Semarang, 241112, 06:28 AM

Artikel Terkait
123456789101112131415