Custom Search

2014-12-15

PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN


Pendidikan bagi perempuan itu penting, entah dia jadi wanita karier atau ibu rumah tangga nantinya. Kata-kata Dian Sastrowardoyo yang pernah saya baca di salah satu majalah ini selalu saya ingat. Mungkin prinsip itulah yang juga dipegang oleh mbak Indria. Salah satu teman kampus saya di Program pascasarjana.
 
Sumber: cdn.berdikarionline.com
Perempuan yang menjabat guru di salah satu SMK ini tidak kehilangan semangat untuk melanjutkan kuliah walaupun usianya sudah menjelang kepala empat. Dengan bekal surat tugas belajar, mbak Indria kembali menikmati kehidupan kos yang pernah dirasakannya bertahun-tahun yang lalu. Akan tetapi, mbak Indria juga kerap kali pulang menempuh hampir 2 jam perjalanan untuk menemui suami dan ketiga orang anaknya. Memang jaraknya tidak begitu jauh. Namun jika ditempuh dengan mengendarai sepeda motor, bukankah itu hal yang melelahkan secara fisik? Saya sebagai penonton saja sudah merasakan lelah, bagaimana dengan si pengendara? 

Itulah perbedaan saya dan mbak Indria. Mbak Indria tidak pernah sedikit pun mengeluh dengan kondisinya. Bahkan untuk semester akhir ini, hampir tiap hari mbak Indria menempuh perjalanan dengan sepeda motor dari rumah ke kampus. Tidak peduli panas terik, dinginnya malam, hingga terjangan banjir yang sempat melumpuhkan jalur transportasi ke kotanya beberapa bulan lalu. Sampai-sampai mbak Indria harus menyewa sebuah rakit untuk menyeberang bersama sepeda motor kesayangannya demi menemui keluarga di rumah. Benar-benar sebuah perjuangan yang patut diacungi jempol.

Konsistensinya dalam mengutamakan keluarga dan mementingkan pendidikan membuat saya salut dan kagum dengan mbak Indria. Sosok perempuan tangguh yang mengejar mimpi meraih pendidikan setinggi mungkin, tanpa melupakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.



**catatan naskah untuk lomba perempuan tangguh Intisari 2014**
Artikel Terkait
123456789101112131415