Custom Search

2013-12-24

MENGENAL FUNGSI MANAJEMEN


Manajemen dapat didefinisikan dari dua sudut pandang, yaitu sebagai proses penyelenggaraan kegiatan dalam rangka penerapan tujuan dan sebagai kemampuan atau keterampilan orang yang menduduki jabatan manajerial untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain. 

A.  TEORI FUNGSI MANAJEMEN
Pada hakikatnya manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas kebijakan umum yang telah dirumuskan. Terdapat dua klasifikasi utama dalam fungsi manajemen yaitu fungsi organik dan fungsi pelengkap. Fungsi organik adalah semua fungsi yang mutlak harus dijalankan dalam sebuah manajemen. Ketidakmampuan dalam menjalankan fungsi ini akan mengakibatkan matinya organisasi. Sedangkan fungsi pelengkap adalah semua fungsi yang walaupun tidak mutlak dilaksanakan dalam organisasi namun pelaksanaannya akan meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan, serta memperlancar usaha pencapaian tujuan dengan efisien, ekonomis, dan efektif (Siagian, 2003:5).   
Para ahli manajemen memiliki pendapat yang berbeda tentang fungsi organik manajemen. Fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli terus berevolusi sepanjang waktu. Seperti pada gambar di bawah ini.

Secara rinci berikut ini dipaparkan beberapa teori fungsi manajemen oleh para ahli dan penjelasannya.

1.    HENRY FAYOL
Fayol dilahirkan tahun 1841 dari keluarga aristokratis di Perancis. Menjadi manajer utama di pabrik tambang dan metalurgi yang terkenal Eropa. Fayol yakin bahwa kesuksesannya dalam mengelola pabrik merupakan keterampilan mengembangkan pengalaman dan instropeksi. Ia mengemukakan teori dan teknik administrasi untuk mengelola administrasi yang komplek dalam bukunya Administration Industrielle et Generale (1916) atau General dan Industrical Management (1939) (Usman, 2011: 28).
Dalam buku tersebut Fayol menyatakan fungsi administrasi dan manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), commanding (pemberian komando), coordinating (pengkoordinasian), dan controlling (pengawasan). Rangkaian fungsi ini dikenal dengan akronim POCCC.
Fungsi utama dari kelima fungsi tersebut bagi Fayol adalah pada fungsi commanding. Mengingat kondisi masyarakat Perancis yang waktu itu militeristik dan perkembangan ilmu administrasi dan manajemen masih bersifat embrional. Sehingga commanding menjadi peran utama dalam menggerakkan bawahan (Siagian, 2003:84).

2.    LUTHER GULLICK
Luther Halsey Gulick dilahirkan di Jepang pada tahun 1892 dan merupakan seorang yang berpengalaman di bidang administrasi dan pemerintahan. Gullick mengatakan bahwa fungsi-fungsi utama administrasi dan manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (pengadaan tenaga kerja), directing (pemberian bimbingan), coordinating (pengkoordinasian), reporting (pelaporan), dan controlling (pengawasan). Rangkaian fungsi dari Gullick dikenal dengan akronim POSDCRC.
Gullick sependapat dengan Fayol berkaitan dengan fungsi planning, organizing dan controlling. Selanjutnya Gullick mengusulkan fungsi staffing (pengadaan tenaga kerja) yang merupakan tindak lanjut dari fungsi planning dan organizing. Kemudian fungsi staffing, planning dan organizing merupakan bahan baku organisasi yang perlu digerakkan dalam rangka pencapaian tujuan. Oleh sebab itu dibutuhkan fungsi directing (pemberian bimbingan), dan coordinating (pengkoordinasian) (Siagiaan, 1993).
Dari rangkaian fungsi-fungsi tersebut, directing memiliki fungsi yang paling penting. Directing merupakan konsep yang lebih santun/lunak dari commanding. Sesuai dengan kondisi warga Amerika yang saat itu telah memiliki pemahaman tentang ilmu admnistrasi dan manajemen (Siagian, 2003:84).

3.    GULLICK & URWICK
Lyndall Fownes Urwick adalah salah satu murid Fayol yang sangat rajin dan menulis buku komprehensif tentang pengetahuan manajemen dengan judul The Element of Administration. Bersama Gullick, Urwick menghasilkan karya yang berjudul Papers on The Science of Administration. Gullick dan Urwick mengatakan bahwa fungsi-fungsi utama administrasi dan manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (pengadaan tenaga kerja), directing (pemberian bimbingan), coordinating (pengkoordinasian), reporting (pelaporan), dan budgeting (penganggaran). Satu hal yang berbeda dengan konsep Gullick adalah penggantian controlling dengan budgeting   
Fungsi budgeting (penganggaran) sendiri merupakan perluasan dari fungsi planning dalam hal perencanaan biaya (Manullang, 1988). Secara rinci Budgeting (penganggaran), berarti pengikhtisaran sistem rencana anggaran keuangan, baik sistem keuangan dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. Rangkaian fungsi dari Gullick dan Urwick ini dikenal dengan akronim POSDCoRB.

4.    GR TERRY
           Fungsi manajemen yang ditulis Terry dalam bukunya Principles of Management terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuanting (penggerakan), dan controlling (pengawasan). Terry menggunakan kata actuating dalam menggerakkan bawahan, yang berarti usaha mendapatkan hasil dengan menggerakkan orang lain. Istilah ini lebih lunak dibandingkan commanding dan directing (Siagian, 2003:85).   

5.    KOONTZ & O’DONNEL
            Koontz Harold and Cyril O’Donnel menulis buku manajemen yang berjudul Principles of Management. Dalam bukunya Koontz dan O’Donnel berpendapat bahwa manajemen adalah sebuah proses yang terdiri dari fungsi planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (pengadaan tenaga kerja), directing (pemberian bimbingan), dan controlling (pengawasan). Dalam menggerakkan bawahan, Koontz dan O’Donnel cenderung mengambil fungsi directing sebagai fungsi yang paling penting (Siagian, 2003:85).

6.    ERNEST DALE
           Dale menyarankan tentang innovation (inovasi) dan representing (perwakilan) yang sama pentingnya dalam fungsi manajemen. Secara lengkap Dale menyatakan fungsi manajemen terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (pengadaan tenaga kerja), directing (pemberian bimbingan), innovation (inovasi) dan representing (perwakilan) dan controlling (pengawasan) (Pal, taanpa tahun).

7.    OEY LIANG LEE
Oey Liang Lee merupakan guru besar manajemen UI. Oey Liang Lee menyatakan fungsi manajemen sebagai planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), directing (pemberian bimbingan), coordinating (pengkoordinasian) dan controlling (pengawasan). Sebagaimana definisi manajemen yang Oey Liang Lee berikan yaitu “seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu” (elqorni.wordpress.com).

8.    WILLIAM NEWMAN
William Herbart Newman menyatakan fungsi manajemen sebagai planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), assembling of resources (pengumpulan sumber daya), directing (pemberian bimbingan), dan controlling (pengawasan). Pada dasarnya Assembling of Resources memiliki istilah yang sama dengan staffing yaitu pemanfaatan sumber daya yang ada baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam agar memberi daya guna maksimal terhadap organisasi (Manullang, 1988).

9.    NEWMAN & SUMMER
William Herbart Newman dan Charles E Summer menyatakan dalam bukunya The Process of Management bahwa fungsi manajemen terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), leading (kepemimpinan), serta measuring and controlling (pengukuran dan pengendalian). Newman dan Summer berpendapat leading dan serta measuring and controlling memegang peranan penting dalam manajemen. (www.citehr.com).

10.    JAMES STONER
          James Stoner berpendapat bahwa fungsi manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), leading (kepemimpinan), dan controlling (pengendalian). Sebagaiman definisinya terhadap manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan sumber daya organisasi dengan bantuan alat untuk mencapai tujuan organisasi (kamarche99.wordpress.com).
11.    SEARS
Menurut Jess B.Sears fungsi manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), directing (pemberian bimbingan), coordinating (pengkoordinasian) dan controlling (pengawasan).  
12.    ASSA
Persatuan administrator sekolah amerika serikat (American Association of School Administration) pada tahun 1955 memperkenalkan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, allocating resouces, stimulating, coordinating, and evaluating (PASCE) (www.sarjanaku.com).
13.    GREGG
Gregg mengemukakan bahwa fungsi pokok manajemen itu meliputi Decision making (pembuat keputusan), planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), communicating (pengkomunikasian), influencing (proses mempengaruhi), coordinating (pengkoordinasian), evaluating (pengendalian) (Marno & Supriyatno, 2008).
 
14.    CAMPBEL
Pendapat Campbell dalam bukunya yang ditulis bersama Gregg dan Litchfield menyatakan fungsi manajemen terdiri dari decision making (pembuat keputusan), programming (pemrograman), simulating (peniruan), coordinating (pengkoordinasian) dan appraising (penilaian) (Marno & Supriyatno, 2008).
15.    JOHSON
Johson, et.al mengatakan fungsi manajemen terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), communicating (pengkomunikasian), dan controlling (pengawasan). 
16.    JOHN F. MEE
John F. Mee adalah seorang guru besar ilmu manajemen di Universitas Indiana. Dalam kuliah dan karya ilmiahnya, Mee mengatakan fungsi manajemen terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), motivating (pemberian motivasi), dan controlling (pengawasan). Inti teori Mee merujuk pada kondisi manusia yang bekerja pada suatu organisasi akan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak terlepas dari keuntungan pribadi yang akan diperolehnya. Sehingga motivating menjadi hal yang penting dalam menggerakkan bawahan agar mau memberikan yang terbaik dari dirinya untuk mencapai tujuan organisasi (Siagian, 2003:86).

B.  BAGAN FUNGSI MANAJEMEN
Ringkasan fungsi manajemen menurut para ahli dapat dilihat pada bagan di bawah ini.



1.        Planning (perencanaan), berarti menentukan suatu cara bertindak yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya.
2.        Organizing (pengorganisasian), berarti memobilisasi sumber daya manusia dan sumber daya alam dari organisasi untuk mewujudkan rencana menjadi suatu hasil.
3.        Commanding (pemberian komando), berarti memberikan pengarahan kepada para bawahan dan mengusahakan mereka untuk mengerjakan pekerjaannya.
4.        Coordinating (pengkoordinasian), berarti memastikan bahwa sumber daya dan aktivitas organisasi bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan.
5.        Controlling (pengawasan), berarti pemantauan (monitoring) rencana untuk menjamin agar dikemudikan dengan tepat (Siswanto, 2009: 35).
6.        Staffing (pengadaan tenaga kerja) atau assembling of resources, berarti mengisi lowongan yang tersedia dan menjaganya supaya senantiasa diisi oleh orang-orang yang tepat.
7.        Directing (pemberian bimbingan), berarti menggerakkan, menuntun, memberi petunjuk pada pegawainya tentang apa yang harus dikerjakan dan apa yang diharapkan dari pegawai (Siagian, 1993).
8.        Motivating (pemberian motivasi), pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan agar melakukan kegiatan secara suka rela sesuai dengan tugas-tugasnya.
9.        Reporting (pelaporan), berarti penyampaian perkembangan organisasi berkaitan dengan tugas dan wewenang yang diberikan kepada setiap orang dalam organisasi secara lisan maupun tertulis kepada atasan (Manullang, 1988).
10.    Innovation (inovasi), mencakup pengembangan gagasan baru, mengkombinasikan pemikiran baru dengan yang lama, mencari gagasan dari kegiatan lain dan melaksanakannya dalam pekerjaan.
11.    Representing (perwakilan), mencakup pelaksanaan tugas pegawai sebagai anggota resmi dari sebuah perusahaan dalam urusannya dengan pihak pemerintah, kalangan swasta, bank, penjual, langganan dan kalangan luar lainnya.
12.    Actuating (penggerakan) merupakan penetapan dan pemuasan kebutuhan manusiawi dari pegawainya, memberi penghargaan, memimpin, mengembangkan dan memberi kompensasi kepada mereka (Terry, 2006:17)
13.    Leading (kepemimpinan), penting dalam organisasi dalam melakukan kerja sama antara manajer dan bawahan sehingga mencapai hasil yang diinginkan. Dengan kata lain usaha untuk mengarahkan, mempengaruhi, memotivasi dan berkomunikasi dengan bawahan agar melaksanakan tugas pokok organisasi
14.    Measuring and controlling (pengukuran dan pengendalian), berarti seorang manajer harus selalu mengukur perkembangan kemajuannya dalam mencapai tujuan. Jika dalam proses pelaksanaan manajer menemukan hal yang tidak berjalan sesuai rencana maka manajer harus mengambil tindakan korektif (www.citehr.com).
15.    Decision Making merupakan fungsi manajemen yang dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final . Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.
16.    Communicating merupakan suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Dalam hal ini komunikasi yag terjadi diantara hierarki kepemimpinan.
17.    Budgeting merupakan fungsi manajemen berupa pengikhtisaran sistem anggaran keuangan. Baik itu sistem keuangan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang (www.pamuncar.blogspot.com).
18.    Influencing adalah komunikasi berfungsi untuk memberikan saran-saran, nasehat-nasehat dari seseorang kepada orang lain (elib.unikom.ac.id)
19.    Appraising merupakan penilaian yang bersifat deskriptif dan sistematis mengenai kelebihan atau kekurangan (kemampuan karyawan) (ocw.usu.ac.id)
20.    Allocating resources mengacu pada berbagai orang dan sumber daya untuk Untuk melanjutkan seperti yang direncanakan.
21.    Stimulating mengacu pada semangat dan motivasi untuk masalah Tarik berbagai membran
22.    Evaluating mengacu pada seperangkat prosedur dan aturan (www.drjirawat.com)
23.    Progamming mengacu pada perkiraan kebutuhan besarnya sumber daya yang dibutuhkan dalam pengembangan dan pelaksanaan kegiatan.

C.  ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN
Menentukan fungsi organik manajemen seperti berusaha menentukan kaki mana yang paling penting pada sebuah kursi. Padahal sebuah kursi dapat berfungsi dengan baik semua kakinya dalam kondisi baik. Maka seperti itulah fungsi manajemen. Jika salah satu dari fungsi manajemen lemah, proses manajemen pun tidak dapat berfungsi dengan baik.
Para ahli manajemen tidak semuanya sepakat mengenai istilah yang harus diberikan pada fungsi manajemen. Namun terdapat fungsi-fungsi yang banyak disebutkan oleh para ahli yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian) dan controlling (pengawasan). Dengan demikian dapat dikatakan ketiga fungsi tersebut merupakan fungsi organik dalam manajemen.
Ketidaksepakatan para ahli sebenarnya bukan merupakan perbedaan yang fundamental, hanya perbedaan yang bersifat situasional dan terminologis (Siagian, 2003:86). Salah satu ketidaksepakatan terdapat pada istilah pemotivasian. Beberapa ahli menyatakan dengan motivating sebagian directing, sedang yang lain menggunakan leading, influencing atau actuating (Terry & Roe, 2005: 14). Beberapa ahli menyatakan motivating lebih condong pada perasaan yang terdorong dari hati manusia. Sedangkan actuating berkonotasi emosional dan irrasional namun mencakup lebih banyak formulasi formal dan rasional (Terry, 2006: 18).
Semua manajer sebenarnya melakukan banyak fungsi dalam pelaksanaannya, tetapi terkadang fungsi-fungsi tersebut merupakan bagian dari fungsi yang lain. Fungsi dasar manajemen sendiri haruslah berkaitan seperti perencanaan mempengaruhi pengorganisasian, dan pengorganisasian mempengaruhi pengawasan. Meskipun demikian fungsi manajemen tidak dijalankan menurut urutan tertentu melainkan sesuai dengan kepentingan masing-masing dari suatu organisasi.
Setelah menganalisis fungsi manajemen dari para ahli, penulis berpendapat bahwa fungsi-fungsi manajemen terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), motivating (pemberian motivasi) dan controlling (pengendalian). Senada dengan apa yang diutarakan Mee tentang fungsi manajemen. Mengingat kondisi perkembangan globalisasi saat ini yang menuntut adanya kreativitas dan persaingan antar perusahaan, organisasi maupun individu. Sehingga motivating menjadi hal yang penting dalam usaha menggerakkan setiap individu agar mau memberikan yang terbaik dari dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Penjelasan fungsi manajemen lebih lanjut sebagai berikut.  
1.    Planning (perencanaan)
Planning (perencanaan) menurut Usman (2011: 66) merupakan proses pengambilan keputusan atas sejumlah alternatif mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang guna mencapai tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaiannya atas hasil pelaksanaannya, yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.
Pendapat yang sama dari Terry & Roe (2005: 9) mengemukakan planning sebagai penentuan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu.
Aktivitas dalam planning diuraikan Louis A. Allen dalam Siswanto (2009:45), antara lain:
·      Forecasting (prakiraan) sebagai usaha yang sistematis untuk meramalkan waktu yang akan datang dengan penarikan kesimpulan atas fakta yang telah diketahui.
·      Establishing objective (penetapan tujuan) merupakan aktivitas untuk menetapkan sesuatu yang ingin dicapai melalui pelaksanaan pekerjaan.
·      Programming (pemrograman) yaitu aktivitas yang dilakukan dengan maksud menetapkan langkah-langkah mencapai tujuan, unit dan anggota yang bertanggung jawab serta urutan pengaturan waktu setiap langkah.
·      Scheduling  (penjadwalan) merupakan penetapan atau penunjukan waktu menurut kronologi tertentu guna melaksanakan berbagai macam pekerjaan.
·      Budgeting (penganggaran) yaitu aktivitas membuat pernyataan tentang sumber daya keuangan yang disediakan untuk kegiatan dan waktu tertentu.
 ·      Developing procedure (pengembangan prosedur) prosedur yaitu aktivitas menormalisasikan cara, teknik, dan metode pelaksanaan suatu pekerjaan.
·      Establising and interpreting policies (penetapan dan interpretasi kebijakan) yaitu aktivitas yang dilakukan dalam menetapkan syarat berdasarkan kondisi pekerjaan manajer dan bawahannya.

2.    Organizing (pengorganisasian)
Siswanto (2009:75) mendeskripsikan organizing seabagai pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kesatuan pekerjaan, penetapan hubungan antarpekerjaan yang efektif di antara mereka, dan pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaan yang wajar sehingga mereka bekerja secara efisien.
Sedangkan Handoko (2003) mendefinisikan pengorganisasian sebagai 1) penetuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi; 2) proses perancangan dan pengembangan suatu organisasi yang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan; 3) penugasan tanggung jawab tertentu; 4) pendelegasian wewewnang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugasnya. Ditambahkan pula oleh Handoko pengorganisasian berkaitan dengan pengaturan kerja bersama sumber daya keuangan, fisik, dan manusia dalam organisasi.
Usman (2011:148-215) kemudian membagi definisi organisasi ke dalam tujuh pengertian, yaitu:
1.    Organisasi sebagai proses kerja sama
2.    Organisasi sebagai sistem sosial
3.    Organisasi sebagai struktur (struktur organisasi)
4.    Organisasi sebagai kultur (kultur organisasi)
5.    Organisasi sebagai suatu wadah
6.    Organisasi sebagai iklim
7.    Organisasi sebagai pembelajaran

3.    Motivating (pemberian motivasi)
Motivating didefinisikan sebagai pengarahan atau penyaluran perilaku manusia-manusia kearah tujuan-tujuan. Dengan rincian kegiatan, 1) berhubungan dengan staf dan menjelaskan tujuan kepada bawahaan; 2) membagikan ukuran pelaksanaan (performance standards); 3) melatih dan membimbing bawahan untuk memenuhi ukuran pelaksanaan itu; 4) memberi bawahan upah berdasarkan pelaksanaan; 5) memuji dan menegur dengan jujur; 6) mengadakan lingkungan yang memberikan dorongan dengan meneruskan keadaan yang berubah-ubah serta tuntutannya; 7) mengubah dan menyesuaikan cara-cara memotivasi sehubungan dengan hasil kepengawasan dan kondisi yang berubah; 8) berhubungan selalu selama proses pemotivasian (Terry & Roe, 2005: 10).
Pemberian motivasi pada bawahan  sangat penting untuk meningkatkan kinerja bawahan sebab kinerja tergantung dari motivasi, kemampuan, dan lingkungannya. Rumusnya adalah Kinerja (K) = fungsi dari motivasi (m), kemampuan (k), dan lingkungan (l) atau K=f(m,k,l) (Usman, 2011:250).
Adapun bentuk motivasi menurut Siswanto (2009: 124) dapat berupa kompensasi bentuk uang, pengarahan dan pengendalian, penetapan pola kerja yang efektif, dan kebajikan.

4.    Controlling (pengendalian)
Dalam hal ini controlling  didefinisikan sebagai pengendalian. Pengendalian adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar kinerja dengan sasaran perencanaan, mendesain sistem umpan balik informasi, membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditetapkan, menetukan apakah terdapat penyimpangan dan mengukur signifikansi penyimpangan tersebut serta mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya organisasi yang sedang digunakan sedapat mungkin secara lebih efisien dan efektif guna mencapai sasaran perusahaan (Siswanto, 2009: 140).
Penjelasan lain diberikan Usman (2011:503) yang mengemukan pengendalian sebagai proses pemantauan, penilaian dan pelaporan rencana atas pencapaian tujuan yang telah dutetapkan untuk tindakan korektif guna penyempurnaan lebih lanjut. Dimana fungsi pengendalian mengendalikan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian itu sendiri.   
Dalam setiap sistem pengendalian terdapat empat elemen pokok antara lain : 1) kondisi atau karakteristik yang dikendalikan; 2) instrumen atau metode sensor; 3) unit atau instrumen pengendalian; dan 4) kelompok atau mekanisme penggerak. Sedangkan karakteristik pengendalian yang efektif meliputi akurat, tepat waktu, objektif dan komprehensif, dipusatkan pada tempat pengendalian strategis, secara ekonomi realistik, secara organisasi realistis, dikoordinasikan dengan arus pekerjaan organisasi, fleksibel, preskriptif dan operasional, dan diterima para anggota organisasi (Siswanto, 2009: 151-152).





Daftar Pustaka

Buku
Handoko, T.H. 2003. Manajemen. Yogyakarta: BPFE-UGM
Manullang. 1988. Dasar-dasar Manajemen. Medan: Ghalia Indonesia.
Marno & Supriyatno, Triyatno. 2008. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam. Bandung: Refika Aditama.
Siagian, Harbangan. 1993. Manajemen Suatu Pengantar. Semarang: Satya Wacana
Siagian, Sondang, P. 2003. Filsafat Administrasi. Jakarta: PT Bumi Aksara
Siswanto. 2009. Pengantar Manajemen. Jakarta: PT Bumi Aksara
Terry, George. R. 2006. Prinsip-prinsip Manajemen. Penerjemah Smith. Jakarta: PT Bumi Aksara
Terry, George. R & Rue, Leslie. W.  2005. Dasar-dasar Manajemen. Penerjemah Ticoalu. Jakarta: PT Bumi Aksara
Usman, Husaini. 2011. Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara
Williams, Erwin. 1971. Evaluation of Organic Management Function. Atlanta Economic Review

Online dalam Blog
Pal, Karam. Tanpa tahun. Management Concepts and Organizational Behaviour. (online, www.ddegjust.ac.in/studymaterial/mcom/mc-101.pdf, diunduh tanggal 17 Maret 2013.)
http://www.pamuncar.blogspot.com/2012/03/ fungsi-manajemen-menurut-beberapa-ahli.html, diunduh tanggal 17 Maret 2013.
http://www.drjirawat.com/file/paper_pdf/pdf1327744573.pdf, diunduh tanggal 17 Maret 2013.
elib.unikom.ac.id/download.php?id=51371, diunduh tanggal 17 Maret 2013.

Artikel Terkait
123456789101112131415