Custom Search

2013-05-24

AWALNYA COBA-COBA, SELANJUTNYA ...


Ketika Anda melakukan sesuatu dan gagal makna kegagalan itu bukan saja akan membuahkan kesuksesan, tetapi yang pasti kegagalan itu lebih berguna ketimbang Anda tidak melakukan apa pun. (George B. Shaw)

Semua orang selalu melakukan hal baru dengan rasa coba-coba dan sedikit taruhan. Begitu juga dalam berbisnis. Mulai dari hal kecil yang menjadi minat dan memiliki peluang tinggi untuk mendapat pasar. Coba satu kali, dua kali, tiga kali. Selanjutnya analisis. Ada prospek, lanjutkan! Tidak ada, ganti haluan! Mudah kan?

Ups, berkata memang mudah ya? Tapi melakukan justru lebih mudah lho. Caranya? Berani dan kreatif. Wah, justru berani dan kreatif itu yang lebih sulit. Oke, kita pakai cara kedua. Apa itu? Berteman. Siapa yang berminat untuk menambah teman? Satu, dua, tiga, empat, wah pasti semua orang membutuhkan dan ingin menambah teman. Dari pemikiran itulah kita mulai berbisnis.


Sulit komunikasi dalam menjalin pertemanan? Kita coba saja menggunakan tulisan. Biasanya dengan cara tulisan kita bisa lebih rileks. Apalagi sekarang sudah menjamur toko online, kita bisa menggunakan cara itu. Jika tidak, pasarkan lewat jejaring sosial. Klik permintaan untuk menjadi teman. Kemudian serangan kedua. Kenalkan dan jalin komunikasi. Tidak harus panjang lebar. Cukup tanya kabar, atau tanya kegiatan. Setelah itu, mulai kita tawarkan produk kita. Tidak perlu formal. Cukup basa basi menceritakan kegiatan kita. Mereka mulai tertarik? Kenalkan dan tawarkan untuk mencoba. Sederhana kan?

Jangan berpikir bisnis itu begini dan begitu. Berpikir saja saat ini saya sedang menambah teman dengan cara yang baru. Siap? Ayo mulai. Satu, dua... Eh, sebentar ada yang lupa. Ternyata aku belum bercerita tentang pengalamanku. Nah, sekarang waktunya. Check it out!

Jika diukur dari kebiasaan dan minat, sepertinya kemampuan bisnisku berada pada deretan terakhir. Bayangkan saja, kebiasaan menjadi pendiam sepertiku bisa berbisnis, menawarkan segala macam barang layaknya mbok jamu di pinggir jalan. Duuh, jauh banget deh dari imajinasasi. Tapi proses untuk menjadi sukses selalu dari coba-coba. Begitu pemikiranku. Seperti Edison. Berapa banyak Edison mencoba untuk bisa menciptakan sebuah bola lampu?  Hmm... pastinya bukan hanya Edison yang bisa, aku juga bisa.
Oleh karena itu tiga tahun lalu, aku mencoba deposit pulsa. Untuk pribadi awalnya. Setelah itu ada beberapa kesempatan untuk menawarkan. Dimulai dari skala kecil. Seperti saat kegiatan tiba-tiba teman disebelah mengeluh pulsanya habis. Padahal dia butuh untuk menghubungi seseorang. Maka aku mulai beraksi dengan penawaran untuk membantu. Terkadang juga saat jalan-jalan, teman kita berwajah kebingungan dan celingukan kanan kiri. Ketika ditanya, mencari kios pulsa. Ah, kesempatan datang lagi. Aku tawarkan bantuan. Ketika ditanya, “kamu berjualan pulsa?” Dengan santai aku menjawab “nggak kok, sekedar membantu saja. Tapi lain kali kalau butuh, kamu bisa hubungi.“ Hmm... penawaran tidak transparan tentunya. Hehehe... Bisa juga dengan keluarga. Sekali dua kali memberi pulsa gratis tidak membuat rugi. Dengan modus traktiran tentunya. Setelah itu, lancarkan penawaran.

Nah, dari hal-hal seperti itu aku mulai memiliki pelanggan. Bahkan pelanggan tetap. Walaupun masih kalangan teman-teman dan keluarga. Tapi untuk belajar bisnis, its okey. Seperti pepatah, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Dari skala kecil, lama-lama skala besar. Benar kan?
Itu tadi pengalamanku. Setelah membaca pengalamanku, apakah mulai berminat untuk berbisnis? Sesuai dengan minat kita tentunya. Suka masak, bisnis masakan, katering, atau restoran. Suka fashion, mulai bisnis pakaian, tas, sepatu, dan banyak lagi. Ayo dong kita galakkan perempuan bisa berbisnis. Sesuai dengan tema lomba Give Away yang diselenggarakan mbak uniek. Kita mulai slogan perempuan gila bisnis bukan hanya gila shopping. Setuju?


Tulisan ini disertakan pada Give Away: Perempuan dan bisnis.

Semarang, 24052013, 07:07 am
Artikel Terkait
123456789101112131415