Custom Search

2011-12-19

AKU DAN CAPUNG


Sayap-sayap transparan
Tempat aku mengintip langit dan awan
Berterbangan….mengelilingi halaman

Aku berlari riang
Kesana kemari mencari peluang
Mugkin saja salah satu bisa terpegang

Ah, tapi sudah satu jam aku berputar
Capung-capung semakin liar
Enggan hinggap sekalipun hanya di dahan

Aku akhirnya duduk terdiam
Lelah berlari duduk memandang,

Betapa eloknya sayap yang transparan
Bisa tembus matahari tapi tidak dengan hujan

Lihat juga caranya terbang
Unik dan membuat kagum yang memandang
Berputar
Menukik
Lalu membelok tajam
Kemudian berputar membawa mangsa di genggam

: Capung-capung membuatku selalu terkenang
   Masa kanak yang tak mungkin berulang

Menangkap
Memberinya sayap buatan
Dari sobekan kertas hasil ulangan harian

Wow…
Dia terbang sambil bergoyang-goyang
Kebingungan mengangkat beratnya beban
Aku pun tergelak senang
Memandang capung lucu nan menawan

: Capung-capung membuatku selalu terkenang
   Masa kanak yang tak mungkin berulang

Saat ibu mengumbar kemarahan
Masih tetap mengompol di ranjang
Padahal besar badan sudah menjulang
Tapi kebiasaan tak jua hilang

Nenek akhirnya campur tangan
Dicarikan aku seekor capung di halaman
Aku heran bukan kepalang
Ingin berlari daripada harus memakan capung sebagai lauk siang
Ternyata aku salah sangka tentang tujuan
Nenek hanya menyuruhku tidur telentang
Lalu meletakkan capung di tengah pusar
“Ini obat dari nenek moyang
Khusus anak yang suka mengompol di ranjang”
Aku pun tergelak kegelian
Merasakan kaki-kaki kecil menendang-nendang pusar

: Capung-capung membuatku selalu terkenang
   Masa kanak yang tak mungkin berulang

Kini capung tak lagi bisa ku pandang
Sawah-kebun menjadi pusat perbelanjaan-perkantoran
Sungai tak kalah berubah peran
Tempat sampah dan buang kotoran

Tinggallah aku berdiri seorang
Di depan bangsal rumah sakit yang penuh dengan erangan
Sudah sebulan nyamuk menyebar wabah demam
Karena manusia tak mau menjaga kebersihan

Andai capung masih bisa terbang
Mungkin demam tak banyak menelan korban
Nyamuk beredar sesuai kebutuhan
Sebab capung akan selalu mengincar sebagai makanan

: Capung-capung membuatku selalu terkenang
   Masa kanak yang tak mungkin berulang

Capung yang menjadi kawan
Capung yang menawan
Capung yang menjaga manusia dari wabah nyamuk menyerang




Qudsi—2011




* Diikutsetakan dalam lomba menulis tentang capung, Dempo Dragonfly Society Indonesia 2011










123456789101112131415

JAKA INGKAR JANJI



Tarub
Tarub
Tarub
Jaka Tarub

Jaka di Tarub berburu burung
 Berkawan sumpit menyusur hutan
Pohon, perdu, semak terlewati
Mengejar burung lincah menari
Hingga tawa memecah kesunyian

Ah, rupanya Jaka bertemu bidadari
Asyik mandi seraya membersihkan diri
Jaka memandang
Jaka tercengang

Jaka
Jaka
Jaka
Jaka menginginkan wanita
Cantik jelita menemani hidup berkeluarga
Seperti bidadari yang sedang  riang tertawa
Dengan sembunyi jaka berlaku tidak satria
Mengambil selendang untuk membuat berpulang padanya

Jaka
Jaka
Jaka
Jaka meminang bidadari
Hidup berkeluarga dengan bahagia
Limpah ruah tiada kira

Namun Jaka lupa pada janjinya
Pada pesan bidadari jelita
Maka hidup kini berubah lara
Siang malam selalu bekerja
Hingga selendang bertemu empunya

Jaka
Jaka
Jaka
Hilang sudah bahagia hidup berkeluarga
Tersisa  penyesalan tiada guna
Karena bidadari kembali ke surga
Meninggalkan Jaka dengan segera





Qudsi—2011

·         Nominasi 50 besar Lomba Penulisan Puisi Bentara Budaya Bali 2011


123456789101112131415

HUTAN LARANGAN



Ada ular!
Begitu beritanya

Cerita berlanjut

Akan Tersesat
Bertemu penunggu hutan
Sakit keras
Nafas hilang dari badan

Ah,  hanya mitos tua
Tak kan terperdaya

Tapi,
Disitulah alam terjaga
Tidur mendengkur bersama pohon perdu layu tergugur
Tiada kapak dan mesin berbincang baur
Hanya nyanyian riang hewan bertemu hutan nan subur

Laranganlaranganlarangan
Bukan sekedar ucap berbuah busa
Melainkan nyawa kehidupan rimba
Semesta yang sempurna

Ah, hanya mitos tua
Aku pergi tak ingin melihat alam berduka


Qudsi--2011


123456789101112131415

ONE MORE TIME…!


Pintu ini masih tertutup
Rapat

Tergantung kunci berjuntai
Memanggil

Kedip-kedip mata memantau
Siapakah yang hendak menjulurkan tangannya untuk membuka?
Tiba-tiba
Jari saling menggenggam pada rasa dingin
Menggerakkan lengkungan logam, memutar

Diam
Sepi

Kunci memandang genggaman menjauh
Mewarnai coklat putih garis kayu pintu yang semakin bersinar




BT, 101211, 00.34 AM





123456789101112131415

2011-12-01

ANDA SUKA BEGADANG? BERHATI-HATILAH!


Adakah orang yang tidak pernah merasakan begadang? Hmm…mungkin sedikit sekali. Faktanya mayoritas dari kita pernah merasakan begadang. Begadang adalah berjaga tidak tidur sampai larut malam bahkan sampai pagi. Ada beberapa alasan yang sering digunakan untuk begadang antara lain profesi, pasangan yang memiliki bayi, atau tumpukan pekerjaan yang menghampiri tenggat deadline.
Profesi petugas keamanan dan petugas kesehatan merupakan profesi yang memang membutuhkan jam kerja 24 jam dengan pembagian tugas bergantian. Kegiatan lain yang juga membutuhkan tenaga ekstra untuk begadang adalah adanya bayi. Seringkali pasangan yang baru dikaruniai anak pertama merasa kerepotan dengan jam bangun bayi yang tidak menentu. Pagi, siang, sore bahkan tengah malam seorang bayi bisa menangis. Baik karena lapar, buang air, atau cuaca yang kepanasan. Begadang juga sering dilakukan orang-orang yang memiliki tumpukan pekerjaan atau tugas dengan waktu yang sempit. Agar bisa selesai tepat waktu, begadang adalah salah satu solusi selain meminta bantuan orang lain.

123456789101112131415

2011-11-25

TRIPLE JOB

Mengoreksi, online, menulis, sekaligus memantau siswa dalam pembuatan tugas akhir. Hm...sedikit melelahkan. Tetapi mengasyikkan, apalagi mendengar celoteh-celoteh yang sering membuat terpingkal. Walaupun terkadang bosan dan jenuh terasa, tapi wajah-wajah yang selalu menyimpan perubahan tak pernah membuat jera untuk kembali. Bravo!
123456789101112131415

2011-11-12

24 JAM

Hanya 24 jam yang ku miliki dalam sehari, terkadang ingin ku tambahkan agar menjadi lebih dari 24 jam.
Tetapi itu mustahil, bukankah fungsi pengaturan ada pada sang Pengatur?

Aku tertawa memikirkannya. Bukan tanpa alasan bagiku meminta demikian. Akhir-akhir ini, entah karena sugesti atau memang keadaan...fisik dan staminaku tak lagi kuat seperti dulu. Saat aku berjibaku dengan jadwal yang berlapis tanpa jeda.

Ada rasa lelah yang sering membuatku harus mendudukkan posisi. Menanggalkan catatan kecil pekerjaan yang seharusnya sampai pada kata "the end".

Mungkin memang bukan jam yang harus aku tambahkan, tapi waktu yang dipergunakan sebaik mungkin. Semoga saja ini tidak berlanjut.
123456789101112131415

2011-11-09

TAMAN BERMAIN


Satu rombongan anak usia 7 tahun, berlari berkejaran, merebut balon-balon yang beterbangan
Satu rombongan anak usia 7 tahun, berlari berkejaran, menghindari luncuran timah-timah panas

Seorang anak terjatuh, teman pun tergelak dengan gemas kelucuan
Seorang anak terjatuh, teman pun tertegun dengan gurat ketakutan

Perintah terdengar, bermain tak boleh mengejek, kasih sayang kunci kesetiakawanan
Perintah terdengar, berlari tak boleh berhenti, kelengahan berakibat nyawa melayang

Permainan dilanjutkan, petak umpet memancing pemikiran untuk cerdik mencari persembunyian
Pelarian dilanjutkan, petak umpet menghindari serangan dari bala tentara lawan

Sore mulai menggantung, cakarawala merah langit merona jingga
Selesai sudah permainan
Selesai sudah pelarian

Satu rombongan anak usia 7 tahun, berlari menyambut rentangan orang tua dalam dekapan
Satu rombongan anak usia 7 tahun, berdiri menatap tubuh orang tua kaku bergelimpangan



BT, 270811, 8:12 AM


* Puisi ini meraih juara II dalam “SAYEMBARA TINGKAT NASIONAL PENULISAN ESAI, CERPEN DAN PUISI PALESTINA MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1433 H " oleh Kajian Zionisme Internasional (KaZI) – Forum Lingkar Pena Depok(FLP D)


123456789101112131415