Custom Search

2009-02-26

NANTI

nanti,,
aku ingin menjadi peri
membisik mimpi-mimpi
sebelum fajar berganti pagi
membebaskan sayap-sayap
berpindah tempat sekehendak hati
berhulu hilir pada kepala-kepala babi



BT, 240209, 21:30
123456789101112131415

TETES HUJAN

satu
satu
menyentuh bumi
meresap
menguap
berkondensasi
menyentuh bumi lagi


BT, 220209
123456789101112131415

2009-02-17

PESTA

rupanya angin sedang berpesta
lihat saja
akar-akar berjingkat
dari peraduan
melongok agar tak ketinggalan
batang dan ranting
menggeliat setubuhi tanah basah
kerinduan yang begitu mendalam
daun bergoyang
sangat cepat
merayu atap-atap
mengerling dinding-dinding
menyorakkan kebebasan berpesta pora
padamu manusia


malang, 170209, 10:00
123456789101112131415

SEPANJANG PERJALANAN

(Buat teman terbaik-M. Bustomi Ubaidillah)

dalam satu jeda
kata sulit bermuara
pada noda tinta pena atau gendang pengumpul suara
kau buka
perlahan,,
kelambu tersingkap
mengalirkan bingkai peristiwa
setetes
hingga bermuara pada satu samudera

dalam satu persinggahan
bayangan beringsut suram
sekejap tajam lalu kelam
kau sodorkan cermin
menggosok pelan
semburat titik tampak
bergantian
temukan pantulan diri datang
lekuk watak yang baru dibentang

dalam satu perjalanan
aku terduduk nanar
pahit tertahan
kau melangkah panjang
serahkan tongkat kembali ditangan
menuntun agar terus berjalan
pada kemandirian

dalam satu memoriam
aku berdiri sejenak pandang
menatap dengan lapang

kau torehkan lukisan pelajaran
gelap terang tersapu menawan
kan ku lekat dalam ingatan
sepanjang sisa perjalanan


BT, 140209, 00:38 wib
123456789101112131415

ANTARA AKU, KAU, DAN WAKTU

(Buat teman seperjuangan-toniman)

menghitung
satu tambah satu menjadi berlalu
sia-sia

menjabar peluang
terbuang menjadi usang
tak berguna

waktu adalah waktu
tak pernah tahu
tak mau tahu

agar aku dan kau cemburu
menggamit waktu untuk terus maju

agar aku dan kau memburu
lari waktu yang menderu

agar aku dan kau berpacu
menjadi pemenang melawan waktu

agar aku dan kau tak hanya berpangku
melewati waktu sambil duduk menopang dagu

agar aku dan kau merasa malu
meluangkan waktu bermain dadu
sedangkan waktu menangis pilu

agar aku dan kau benar-benar tahu
waktu tak bisa berulang ke masa dulu
saat aku dan kau terlelap di peluk ibu

agar aku dan kau menyiapkan semangat baru
tanpa ragu
menyongsong waktu
melambai pada masa lalu



BT, 150209, 00:35
123456789101112131415

AGAR KAU TAK LUPA

saat kau kalah
duduklah dan tataplangit di atasmu
ceritakan pada kecerahan dan kegelapannya
torehkan semua di sana

esok...

saat kau menang
tataplah kembali langit di atasmu
bacalah torehan kekalahanmu di sana
agar kau tak lupa
hidup adalah gelombang kalah dan menang yang bergantian


BT, 070209, 20:21
123456789101112131415

DIK...

kau tekuk wajahmu
lalu menunduk
benamkan tatapan pada pijakan
kemudian diam
dengan bahu mengguncang
cukuplah adikku...

langkahku bukan untuk menghapus jejakmu
bukan pula memutihkan bayangmu
aku akan tetap menjagamu
ulurkan kedua tanganku ketika kau terjatuh
tepukkan kedua tanganku ketika kau jawara
berikan sapu tanganku ketika kau menangis
berikan gelakku ketika kau tertawa
muramku yang pertama saat kau berduka
tawaku yang pertama saat kau gembira
hadirku yang pertama saat kau kesepian
bahagiaku yang pertama saat kau riang bersama kawan

aku memang tak bisa berjanji
tapi aku pastikan untuk menepati
jadi janganlah beri aku airmata
aku tak mampu menebusnya
simpan saja bersama keberadaanku
aku akan lebih suka
jika kau beri senyuman
dan kiranya selayang kabar gemintang
saat aku terbentang ruang di depan pandangan





BT, 310109, 20:19
123456789101112131415

WANITAKU

ku kira hujan, eh ternyata matamu yang berair
menutupi kelopakmu yang lentik
pasti kau sedang sedih, tapi...

tidak!
kau tersenyum indah sekali
kalau begitu, kau pasti senang?

tidak juga...
pancaran sinarmu layu,
atau...sakitkah kau?

tidak juga!
gerakanmu tegar
tubuhmu bugar

lalu?
airmata
senyum
sinar
tegar
bugar

Ah, keterlaluan!
aku tak pernah bisa menebakmu, wanitaku..





BT, 290109, 21:36
123456789101112131415

PASANGAN MUSIM

musim hujan
saatnya menanam
semangat yang sempat tumbang
bergumul petang
musim kemarau
telah matang semangat juang
jumpa terang
bergandeng tangan menuju kemenangan

pasangan musim
seperti pasangan lain saling berkait
berselang seling
dimana air hujan menganak sungai
memeluk
tangis langit
dan kemarau merangkul terik
sorak sorai memekik
saling berjanji
sehidup semati
bergantian
mendekap bumi



BT, 150209, 11:52 PM
123456789101112131415

2009-02-10

DARI SEORANG GURU

(buat murid2Q di MA NJ)



perlahan,
ku langkahkan kaki
masuki ruang yang kau tempati
sesungging senyum
ku rangkai berseri, walaupun aku lelah berdiri
pikiranku kusut
jiwaku kalut hatiku cemberut
kau tak perlu tau...

kau yang bertingkah polah seenaknya
kau yang enggan menaati peraturan
kau yang tak pernah diam dan duduk tenang
kau yang asyik dengan pikiran dikepala dan menatap hampa pada papan
kau yang celingukan mencari jawaban
kau yang merengut kala tak mengerti
kau yang lepas tertawa membanggakan diri
kau yang merajuk manja dan berharap di puja,
kau..dan kau yang membuatku enggan mengumbar bara
bukan karena tabiatku
atau amarahku yang tiada berpuncak, bukan sayang....
aku juga merasakan gemertak dalam dada
ketegangan syaraf dalam ronta raga
tapi..aku tak kuasa
melihat kau gundah gulana
aku pun tak rela kau mencuatkan aroma kelabu tua
jadi, biarlah bara itu melunglai
mengering dan menguap keseberang
demi melihatmu ceria dan bergembira,
tentu aku bahagia


BT,040209, 20:47
123456789101112131415

ASA

bangun!
berdiri!
lari!
kejar sampai kau tangkap
dan memeluknya erat

jangan kembali!
sampai kakimu tak bisa berdiri

jangan berhenti!
terus saja
walau tak bisa lagi bermimpi

jangan berhenti
tetap berlari
biarkan dirimu menjadi api,
yang tak lelah membakar jerami

seperti matahari,
yang tak lelah menyinari bumi
seperti air yang tak lelah mengalir
seperti tanah
yang tak enggan basah
Ku mohon...
karena jalan ini masih panjang


BT, 300109, 08:58
123456789101112131415

KETIKA BUMI BERBICARA

aku mencintaimu dengan segala lapisan
yang kau telanjangi dan ambil sarinya


jika ku renggangkan ikatan, menaburkan ceceran tanah
bukan ku marah
tapi aku lelah
lidah tubuhku kau potong
sepotong demi sepotong
hingga kulitku gosong
dan kau hanya diam dalam kepompong

jika ku semburkan cairan,
lapisi kulit yang kau tinggali
bukan karena ku tak peduli
aku terlalu rindu pada matahari
kau hiasi aku dengan rumah dan kantor mewahmu
lalu kau bekap aku
dengan lapisan beton hingga ku tak bisa bernafas
dan bercanda dengan matahari

aku mencintaimu dengan segala kerendahan
agar kau tak lengah menjaga keseimbangan

mengambil biji dan taburkan kembali
tentu aku tak henti memberi
air dan udara yang kau hirup setiap hari
lingkungan asri penuh burung bernyanyi

memberi lapisan dan melestarikan sejuta taman
tentu aku akan lebih dermawan
hilangkan kepenatan dengan keindahan bunga sepanjang jalan
dan berikan kesejukan saat kau berpayung sang raja siang

memangkas hutan dan pastikan reboisasi
bukan sekedar wacana mengambang
maka kau tak lagi berlari pergi karena longsor dan kebanjiran
hidupmu tenang berkawan senyuman





BT, 080209, 21:18



Puisi ini meraih juara favorit II dalam lomba puisi "Green Poetry Valentine Day 2009" oleh harian online Kabar Indonesia
123456789101112131415

SELOKAN

Jangan buang remahmu di sepanjang selokan
yang mengalirkan kisah dari dapur dan toiletmu
bebannya terlalu berat
tak cukup ruangnya menampung
bila kesedihan langit datang
amarah selokanmu akan menjumpa daratan
anak-anak riang gratisan, tapi kau akan kelelahan
mencari tempat menumpang
menunggu uluran tangan tuk mengisi perut yang lapar




BT, 070209, 09:30
123456789101112131415

GUBUK DI UJUNG BELANTARA

Dulu,
pohon-pohon saling bercengkrama
sesekali kibaskan daun, yang terbang
sampaikan salam pada tanah belantara
petak umpet belalang tak ada habisnya
kicau burung mengibarkan nuansa rimba penuh pesona
tapi kini...
tinggal gubuk tua
yang menyombongkan diri di tengah retak tanah kemarau
seakan rumput pun enggan menyapa
kesunyian belantara yang berganti cerita


BT, 060209, 21:39
123456789101112131415