Custom Search

2009-11-18

BERGURU KEPADA ANJING

Belajar tidak harus di sekolah atau di lembaga pendidikan formal. Belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, seperti yang didefinisikan oleh aliran kontruktivisme. Belajar adalah upaya penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkrit, aktivitas kolaboratif dan refleksi serta interpretasi. Dari definisi tersebut juga dapat dikatakan belajar tidak harus dari seorang guru, pendidik, ataupun seorang yang bergelar sarjana pendidikan. Kita dapat belajar dari siapapun. Presiden, pejabat, tukang parkir, gelandangan, tumbuhan, hewan, serta alam di sekitar kita.

 
Salah satu hewan yang dapat kita jadikan guru adalah anjing. Anjing adalah mamalia dalam susunan karnivora. Merupakan hewan piaraan pertama kali dan telah dipelihara semenjak 15.000 tahun lalu oleh manusia semasa hidup berburu. Anjing, seperti manusia adalah hewan social, dengan tabiat mudah dilatih, suka bermain, dan berupaya menyesuaikan dengan kehidupan dalam rumah manusia. Anjing telah hidup dan bekerja bersama manusia dalam banyak peranan sehingga mendapat mendapat gelar “Teman Terbaik Manusia”. Namun gelar tersebut tidak menjadikan manusia sadar untuk berguru kepada teman terbaiknya.
123456789101112131415

2009-11-03

LAMA

lama,
aku tak berkunjung
berbagi imajinasi yang terus mengalir
lama,
terlempar dibayang laju ego yang mendera
lama,
betul-betul lama
tapi aku tak lupa
bahwa disini aku bebas menuang lelah dan tawa


paiton, 031109
123456789101112131415

2009-08-09

"ANDAIKAN SAYA PENDERITA HIV/AIDS"


Tidak pernah terbersit dalam benak saya, andaikan suatu saat saya termasuk salah seorang dari penderita HIV/AIDS. Bahkan mungkin juga bagi semua penderita HIV/AIDS. Tentu saja, tidak ada seorang pun yang akan sukarela menyumbangkan tubuhnya untuk menjadi sarang penyakit, terlebih lagi HIV/AIDS. Namun ketika hal itu terjadi, kita tidak bisa mengelak. Sebagai gantinya kita harus menerima dengan lapang dan berjuang untuk sembuh.

Selain itu, sebaiknya kita juga berusaha untuk tidak menutup diri dan menyembunyikan keberadaan penyakit HIV karena kekhawatiran adanya stigma dari masyarakat. Sebab cara itu akan berdampak negatif pada diri kita sebagai penderita. Kita tidak dapat melakukan pengobatan, dan perawatan secara maksimal. Pencegahan penularan HIV pada orang lain juga sulit dilakukan akibat ketidaktahuan mereka pada keadaan kita.

123456789101112131415

2009-06-15

RITUAL

petang menjelang
sama seperti sebelumnya
gadis itu berdiri memandang langit hitam
di penghujung malam
kembali ia berujar
"malam, sampaikan salam pada pangeran"
ritual yang selalu ia lakukan dalam
hitungan enam kalender sang raja siang


BT, 140609, 08:45 PM
123456789101112131415

2009-05-14

BUNGA MATAHARI

bunga matahari namanya
kuning melingkari tabung-tabung kecil
tinggi semampai memikat mata
kalau sempat
cobalah mengamati
kuntum bunga yang besar dan bundar
pagi ke timur
siang menantang
sore ke barat
bukanlah sedang bingung
berputar-putar
sekejap ke kanan
sekejap ke kiri
ia sedang mencuri hati
sang mentari pujaan bumi


paiton,290409
123456789101112131415

BINTANG LAUT

waktu anak-anak
aku sering menggambar bintang
segilima dengan ujung meruncing
waktu remaja
aku tahu
bintang di langit tak seperti itu
waktu dewasa
aku sering ke pantai
mencari ikan tangkapan nelayan
atau sekedar mengantar bapak
menuju lepas pantai
ku temukan
hewan kecil bersegi lima
ku tanya pada semua orang
bintang laut namanya
akhirnya,
aku tertawa
mengingat masa kanak-kanak
yang sok mengenal semesta


paiton,280409
123456789101112131415

2009-05-07

ENGGAN YANG KU ACUHKAN

ku berikan tangan kanan
tangan kiri mencari pegangan
mata terpejam
kaki tetap berjalan
memilih pijakan
menuntunmu terbebas ranjau dan berlari kencang
dari benteng dasar pengetahuan

mulanya ku enggan
membiarkanmu menjadi pejuang berkaki kerbau
tapi lihatlah!

123456789101112131415

LUBANG

Sepasang lubang di barak penampungan
menganga dalam
menggerogoti tulang
yang bertopeng kedermawanan
sedang matanya jalang
mencari pemuas nafsu binatang
sepasang lagi membusuk di belakang rusuk
tersembunyi bujuk
yang merajuk-rajuk


BT, 190409, 02:20 PM
123456789101112131415

2009-04-16

KALA HUJAN

hujan
membawa kisah dari langit yang tersampaikan lewat awan
memberi kabar dari lautan
kepada nelayan agar tak gentar
mendayung perahu bersama ombak malam
berkawan lentera
berkelip memancing ikan
saat mata lain sedang menikmati mimpi
bertamasya ke bulan

BT, 150309, 01.40 PM
123456789101112131415

ADA

adanya aku meraba keberadaan
ada dan tiada pada yang Esa
ada yang ada
padaku
membuat ada keberadaan
yang Esa
kadang
aku ada merasa tiada
menginginkan tiada adanya
tapi yang Esa tentu ada
buat aku
merasa ada
menghadapi keberadaan
sampai tiada adaku


BT, 150309, 03.53 PM
123456789101112131415

JANGAN PERCAYA

jangan percaya pada bibirku
kau akan terluka
jangan percaya pada mataku
kau akan menuai air mata
jangan percaya padaku
kau mungkin temukan dusta
yang akan mengikis kesetianmu
percaya saja bahwa aku dikirim Tuhan
untuk melengkapi kesempurnaan hidupmu
maka kau akan bahagia


BT, 280309, 00.10 AM
123456789101112131415

SETANGKAI MAWAR

cah ayu...
selendangmu tersangkut
duri setangkai mawar yang kau rengek semalam
kelopaknya merekah
merah mewangi mengundang mata
namun, berhati-hatilah
ia bisa buat cedera
seperti gores pada selendangmu

bukan jahat cah ayu...
tengoklah
bukankah dia mengajarimu sesuatu?


BT, 040309, 03.00 PM
123456789101112131415

YANG TERSEMBUNYI

Aku masih di sini
menyulam sepi
enggan berjabat hati
mencari pengobat sunyi
kalau perlu aku sembunyi di dalam peti
mengintip malu lewat lubang ventilasi
sambut kau kembali
mengiringi langkahku lagi

BT, 270209,10.38 PM
123456789101112131415

2009-02-26

NANTI

nanti,,
aku ingin menjadi peri
membisik mimpi-mimpi
sebelum fajar berganti pagi
membebaskan sayap-sayap
berpindah tempat sekehendak hati
berhulu hilir pada kepala-kepala babi



BT, 240209, 21:30
123456789101112131415

TETES HUJAN

satu
satu
menyentuh bumi
meresap
menguap
berkondensasi
menyentuh bumi lagi


BT, 220209
123456789101112131415

2009-02-17

PESTA

rupanya angin sedang berpesta
lihat saja
akar-akar berjingkat
dari peraduan
melongok agar tak ketinggalan
batang dan ranting
menggeliat setubuhi tanah basah
kerinduan yang begitu mendalam
daun bergoyang
sangat cepat
merayu atap-atap
mengerling dinding-dinding
menyorakkan kebebasan berpesta pora
padamu manusia


malang, 170209, 10:00
123456789101112131415

SEPANJANG PERJALANAN

(Buat teman terbaik-M. Bustomi Ubaidillah)

dalam satu jeda
kata sulit bermuara
pada noda tinta pena atau gendang pengumpul suara
kau buka
perlahan,,
kelambu tersingkap
mengalirkan bingkai peristiwa
setetes
hingga bermuara pada satu samudera

dalam satu persinggahan
bayangan beringsut suram
sekejap tajam lalu kelam
kau sodorkan cermin
menggosok pelan
semburat titik tampak
bergantian
temukan pantulan diri datang
lekuk watak yang baru dibentang

dalam satu perjalanan
aku terduduk nanar
pahit tertahan
kau melangkah panjang
serahkan tongkat kembali ditangan
menuntun agar terus berjalan
pada kemandirian

dalam satu memoriam
aku berdiri sejenak pandang
menatap dengan lapang

kau torehkan lukisan pelajaran
gelap terang tersapu menawan
kan ku lekat dalam ingatan
sepanjang sisa perjalanan


BT, 140209, 00:38 wib
123456789101112131415

ANTARA AKU, KAU, DAN WAKTU

(Buat teman seperjuangan-toniman)

menghitung
satu tambah satu menjadi berlalu
sia-sia

menjabar peluang
terbuang menjadi usang
tak berguna

waktu adalah waktu
tak pernah tahu
tak mau tahu

agar aku dan kau cemburu
menggamit waktu untuk terus maju

agar aku dan kau memburu
lari waktu yang menderu

agar aku dan kau berpacu
menjadi pemenang melawan waktu

agar aku dan kau tak hanya berpangku
melewati waktu sambil duduk menopang dagu

agar aku dan kau merasa malu
meluangkan waktu bermain dadu
sedangkan waktu menangis pilu

agar aku dan kau benar-benar tahu
waktu tak bisa berulang ke masa dulu
saat aku dan kau terlelap di peluk ibu

agar aku dan kau menyiapkan semangat baru
tanpa ragu
menyongsong waktu
melambai pada masa lalu



BT, 150209, 00:35
123456789101112131415

AGAR KAU TAK LUPA

saat kau kalah
duduklah dan tataplangit di atasmu
ceritakan pada kecerahan dan kegelapannya
torehkan semua di sana

esok...

saat kau menang
tataplah kembali langit di atasmu
bacalah torehan kekalahanmu di sana
agar kau tak lupa
hidup adalah gelombang kalah dan menang yang bergantian


BT, 070209, 20:21
123456789101112131415

DIK...

kau tekuk wajahmu
lalu menunduk
benamkan tatapan pada pijakan
kemudian diam
dengan bahu mengguncang
cukuplah adikku...

langkahku bukan untuk menghapus jejakmu
bukan pula memutihkan bayangmu
aku akan tetap menjagamu
ulurkan kedua tanganku ketika kau terjatuh
tepukkan kedua tanganku ketika kau jawara
berikan sapu tanganku ketika kau menangis
berikan gelakku ketika kau tertawa
muramku yang pertama saat kau berduka
tawaku yang pertama saat kau gembira
hadirku yang pertama saat kau kesepian
bahagiaku yang pertama saat kau riang bersama kawan

aku memang tak bisa berjanji
tapi aku pastikan untuk menepati
jadi janganlah beri aku airmata
aku tak mampu menebusnya
simpan saja bersama keberadaanku
aku akan lebih suka
jika kau beri senyuman
dan kiranya selayang kabar gemintang
saat aku terbentang ruang di depan pandangan





BT, 310109, 20:19
123456789101112131415

WANITAKU

ku kira hujan, eh ternyata matamu yang berair
menutupi kelopakmu yang lentik
pasti kau sedang sedih, tapi...

tidak!
kau tersenyum indah sekali
kalau begitu, kau pasti senang?

tidak juga...
pancaran sinarmu layu,
atau...sakitkah kau?

tidak juga!
gerakanmu tegar
tubuhmu bugar

lalu?
airmata
senyum
sinar
tegar
bugar

Ah, keterlaluan!
aku tak pernah bisa menebakmu, wanitaku..





BT, 290109, 21:36
123456789101112131415

PASANGAN MUSIM

musim hujan
saatnya menanam
semangat yang sempat tumbang
bergumul petang
musim kemarau
telah matang semangat juang
jumpa terang
bergandeng tangan menuju kemenangan

pasangan musim
seperti pasangan lain saling berkait
berselang seling
dimana air hujan menganak sungai
memeluk
tangis langit
dan kemarau merangkul terik
sorak sorai memekik
saling berjanji
sehidup semati
bergantian
mendekap bumi



BT, 150209, 11:52 PM
123456789101112131415

2009-02-10

DARI SEORANG GURU

(buat murid2Q di MA NJ)



perlahan,
ku langkahkan kaki
masuki ruang yang kau tempati
sesungging senyum
ku rangkai berseri, walaupun aku lelah berdiri
pikiranku kusut
jiwaku kalut hatiku cemberut
kau tak perlu tau...

kau yang bertingkah polah seenaknya
kau yang enggan menaati peraturan
kau yang tak pernah diam dan duduk tenang
kau yang asyik dengan pikiran dikepala dan menatap hampa pada papan
kau yang celingukan mencari jawaban
kau yang merengut kala tak mengerti
kau yang lepas tertawa membanggakan diri
kau yang merajuk manja dan berharap di puja,
kau..dan kau yang membuatku enggan mengumbar bara
bukan karena tabiatku
atau amarahku yang tiada berpuncak, bukan sayang....
aku juga merasakan gemertak dalam dada
ketegangan syaraf dalam ronta raga
tapi..aku tak kuasa
melihat kau gundah gulana
aku pun tak rela kau mencuatkan aroma kelabu tua
jadi, biarlah bara itu melunglai
mengering dan menguap keseberang
demi melihatmu ceria dan bergembira,
tentu aku bahagia


BT,040209, 20:47
123456789101112131415

ASA

bangun!
berdiri!
lari!
kejar sampai kau tangkap
dan memeluknya erat

jangan kembali!
sampai kakimu tak bisa berdiri

jangan berhenti!
terus saja
walau tak bisa lagi bermimpi

jangan berhenti
tetap berlari
biarkan dirimu menjadi api,
yang tak lelah membakar jerami

seperti matahari,
yang tak lelah menyinari bumi
seperti air yang tak lelah mengalir
seperti tanah
yang tak enggan basah
Ku mohon...
karena jalan ini masih panjang


BT, 300109, 08:58
123456789101112131415

KETIKA BUMI BERBICARA

aku mencintaimu dengan segala lapisan
yang kau telanjangi dan ambil sarinya


jika ku renggangkan ikatan, menaburkan ceceran tanah
bukan ku marah
tapi aku lelah
lidah tubuhku kau potong
sepotong demi sepotong
hingga kulitku gosong
dan kau hanya diam dalam kepompong

jika ku semburkan cairan,
lapisi kulit yang kau tinggali
bukan karena ku tak peduli
aku terlalu rindu pada matahari
kau hiasi aku dengan rumah dan kantor mewahmu
lalu kau bekap aku
dengan lapisan beton hingga ku tak bisa bernafas
dan bercanda dengan matahari

aku mencintaimu dengan segala kerendahan
agar kau tak lengah menjaga keseimbangan

mengambil biji dan taburkan kembali
tentu aku tak henti memberi
air dan udara yang kau hirup setiap hari
lingkungan asri penuh burung bernyanyi

memberi lapisan dan melestarikan sejuta taman
tentu aku akan lebih dermawan
hilangkan kepenatan dengan keindahan bunga sepanjang jalan
dan berikan kesejukan saat kau berpayung sang raja siang

memangkas hutan dan pastikan reboisasi
bukan sekedar wacana mengambang
maka kau tak lagi berlari pergi karena longsor dan kebanjiran
hidupmu tenang berkawan senyuman





BT, 080209, 21:18



Puisi ini meraih juara favorit II dalam lomba puisi "Green Poetry Valentine Day 2009" oleh harian online Kabar Indonesia
123456789101112131415

SELOKAN

Jangan buang remahmu di sepanjang selokan
yang mengalirkan kisah dari dapur dan toiletmu
bebannya terlalu berat
tak cukup ruangnya menampung
bila kesedihan langit datang
amarah selokanmu akan menjumpa daratan
anak-anak riang gratisan, tapi kau akan kelelahan
mencari tempat menumpang
menunggu uluran tangan tuk mengisi perut yang lapar




BT, 070209, 09:30
123456789101112131415

GUBUK DI UJUNG BELANTARA

Dulu,
pohon-pohon saling bercengkrama
sesekali kibaskan daun, yang terbang
sampaikan salam pada tanah belantara
petak umpet belalang tak ada habisnya
kicau burung mengibarkan nuansa rimba penuh pesona
tapi kini...
tinggal gubuk tua
yang menyombongkan diri di tengah retak tanah kemarau
seakan rumput pun enggan menyapa
kesunyian belantara yang berganti cerita


BT, 060209, 21:39
123456789101112131415

2009-01-31

INGATKAN AKU

ingatkan aku kalau pernah bertemu denganmu
yang menatapmu lekat dan menjabatmu erat
ingatkan aku kalau pernah berbincang denganmu
yang diam terpikat dan tertawa hangat mendengar kisah lepas dari bibirmu
ingatkan aku sekali lagi
karena ku terlalu lupa tuk menyadari semuanya


BT, 260109, 21:35
123456789101112131415

SUMPAH

kata orang kamu cantik,
Ah...tidak

matamu bening membuatku terpancing
senyummu manis membuatku terhipnotis
ucapmu lembut membuatku takluk
tawamu renyah menghilangkan hati gundah
dalam diam kau anggun
dalam gerak kau mengalun
dalam laku kau santun

pasti salah menganggapmu seperti bidadari
kau tidak seperti bidadari
SUMPAH!
karena sebenarnya kaulah yang jadi bidadari


BT, 260109, 20:29
123456789101112131415

2009-01-15

BYE BYE

akhirnya berakhir pula masa tinggalku di sini,
harus pulang..

semoga semuanya dapat berjalan dengan baik...
123456789101112131415

2009-01-07

RASA

rasaku
ingin ku rasa dengan rasa
rasa yang merasa
merasa punya rasa dan menikmati dengan rasa
bukan merasa yang bukan rasa
sampai rasaku kembali merasa
bahwa rasa tak bisa dipaksa
bahwa merasa yang bukan rasa hanya akan membuang paksa rasa-rasa
kapan pun
hanya ingin ku rasa
rasa yang ku rasakan
itu saja


BT, 010109, 00.35 WIB
123456789101112131415