Custom Search

2008-06-11

ANTOLOGI THO 9

Semenjak dia berlari
Lima purnama ke depan
Terhitung empat kali kuputari matahari
Sejauh apakah telah kulangkahkan kaki?
Seluas apa pandangan mataku kini?
Belum lagi gumpalan daging itu, selapang apa dia kini?
Sudahkah luka-luka itu terobati?
Diriku
Dimanakah engkau kini?
Aku
Bagaimanakah dikau kini?
Tak terlihatkah olehmu?
Bayangmu selalu di depan mataku
Tak terdengarkah olehmu?
Hatiku selalu memanggilmu
Tak terasakah olehmu?
Sebagian besar jiwaku selalu memelukmu
Terukir di prasasti hatiku
Akulah kamu
Dirikulah dirimu
Engkau tiada lain daripada aku
Setiap berkas cahaya matamu masih terasa hangat hingga kini
Setiap kata yang terucap darimu tertancap bagai sabda di nalarku
Setiap gerakanmu adalah panduan langkah kakiku
Engkau telah pergi
Engkaupun telah menjadi permata terindah baginya yang kausebut suami
Mungkin terlihat sisa bagi mereka
Bagiku adalah belahan jiwa dengan kilau intan permata
Jika kau kembali
Catha
Segenap jiwaku jangan lupa kau bawa serta
Semua terucap dari setitik jiwa yang tersisa
Catha


Karang Penang, Sampang, 01 Juni 2008, 17:34
Panggil aku I’in
Artikel Terkait
123456789101112131415