Custom Search

2018-12-02

MENGINTIP KEMERIAHAN PROBOLINGGO TEMPO DOELOE DALAM MENYAMBUT MAULID NABI 1440 H

Apa kemeriahan maulid nabi di kotamu? Kalau di kota Probolinggo, maulid nabi dirayakan dengan pengenalan sejarah kota Probolinggo. Pengenalan ini dikemas dalam acara pasar rakyat kota Probolinggo Tempo Doeloe. Acara diadakan di Alun-alun kota Probolinggo selama satu minggu dari tanggal 28 November hingga 2 Desember 2018. Tidak hanya pasar rakyat lho, Probolinggo Tempo Doeloe juga dimeriahkan dengan Gunungan Mangga, kuliner lawas, ludruk, lomba hadrah, permainan anak tradisional, kolektor jaman biyen, semalam di museum Probolinggo hingga final keroncong antar pelajar di malam puncak.

probolinggo tempo doeloe


Seperti halnya Malang Tempo Doeloe, Probolinggo Tempo Doeloe digelar saat malam hari. Ini yang membuat saya kecewa, tahu kenapa? Karena saya tidak bisa menonton, hehehe. Tetapi karena penasaran, saya sempatkan mampir di alun-alun Probolinggo saat siang di hari terakhir. Memang buka? Alun-alun mah buka 24 jam, hahaha.  

Alun-alun kota Probolinggo berada di tengah-tengah kota Probolinggo dan diapit oleh stasiun, masjid, penjara, perpustakaan dan gedung pemerintahan. Terdapat banner acara di depan pintu utama alun-alun. Banner dengan ukuran lebar tersebut menginformasikan agenda kegiatan harian di acara Probolinggo Tempo Doeloe.

probolinggo tempo doeloe
Maunya ambil foto bagus tapi lalu lintas sedang ramai

Setelah memasuki alun-alun, kita akan disambut oleh taman yang hijau sebelum masuk ke area acara Probolinggo Tempoe Doeloe yang berada di bagian utara alun-alun. Bagian tengah area acara Probolinggo Tempoe Doeloe dibangun panggung besar. Panggung ini berfungsi sebagai tempat acara utama digelar. Ada berbagai alat musik tradisional di atas panggung. Maklum, malam terakhir alias malam puncak akan dimeriahkan oleh final lomba keroncong antar pelajar se Probolinggo.

probolinggo tempo doeloe
Panggung utama

Terdapat area kosong di depan panggung. Area ini dikhususkan untuk penonton sekaligus sebagai pembatas antara wilayah bagian barat dan bagian timur alun-alun.  

probolinggo tempo doeloe
Stan bagian timur

Wilayah bagian timur panggung utama dibagi lagi menjadi dua bagian. Bagian selatan yang berisi puluhan stan berbentuk tenda. Puluhan stan ditata berhadap-hadapan dalam dua lajur. Selain menyediakan kuliner, beberapa tenda juga menyediakan berbagai amacam aksesoris. Sayang, waktu saya berkeliling semua stan masih tutup. Beberapa penjaga terlihat beristirahat di dalam stan, membuat saya tidak berani untuk memotret. Hehehe.  

probolinggo tempo doeloe
Hiasannya jemuran, hehe.

Bagian utara berdampingan dengan panggung dipasang bermacam-macam permainan yang biasanya ada di pasar malam. Seperti kincir keranjang, naga laut, dan komedi putar. Lagi-lagi saya datang di waktu yang tidak tepat. Aneka jemuran sedang bertengger manis di pagar setiap wahana. Mau motret jadi susah karena si jemuran selalu melambai mesra ke kamera. Mengambil foto dengan cara duduk, berdiri, jongkok, angle pojok bawah, angle pojok atas, sama saja. Para penghuni jemuran selalu ada di kamera. Nasib!

probolinggo tempo doeloe
Siapa bisa baca tulisan di gerbang?

Bagian barat panggung diisi aneka stan yang oke punya. Hampir semua stan yang ada di bagian barat adalah milik instansi atau komunitas yang ada di Probolinggo. Bentuknya lucu dan mayoritas berbau tempo doeloe. Yaitu dengan dinding bilik bambu dan atap rumbia. Bisa nih buat selfie-selfie cantik, hehehe.

probolinggo tempo doeloe
Stan instansi kecamatan

probolinggo tempo doeloe
Stannya cantik-cantik

Stan yang menarik adalah milik museum kota Probolinggo. Terdapat barang peninggalan tempo dulu dan beberapa informasi yang dapat dibaca pengunjung. Informasi ini berkaitan dengan sejarah kota Probolinggo. Cocok buat adik-adik yang ingin tahu sejarah kota Probolinggo dan belum sempat berkunjung ke museum. Contohnya seperti saya, hehehe. Bagi yang penasaran dengan museum kota Probolinggo, doakan besok-besok saya bisa mampir ya.

probolinggo tempo doeloe
Stan museum kota Probolinggo

Selain menyajikan informasi dan memberikan spot untuk selfie, stan yang ada di bagian barat juga menyediakan jajanan kuliner tempo doeloe. Seperti cenil, cempek/ampyang, sego karak, es cau, dan es dawet. Ada bilik-bilik kecil dari bambu yang disediakan sebagai tempat untuk menikmati kuliner.

probolinggo tempo doeloe
Kuliner yuk!

Setelah asyik berkeliling dari ujung timur ke ujung barat, saya akhirnya bertemu dengan spot selfie yang disediakan panitia. Tempatnya berada di tengah-tengah pintu masuk utama, tepat di depan panggung. Spotnya berupa panggung bambu yang tingginya sekitar 30 cm dan dihiasi atap rumbia. Lebarnya sekitar 2 meter sehingga bisa dibuat untuk foto dengan rombongan. Berhubung saya hanya sendiri, jadi yang difoto cukup tempatnya saja ya, hehehe.

probolinggo tempo doeloe
Siapa mau selfie?

Setelah asyik berselfie ria tiba waktunya untuk pulang. Eits, bagi yang ingin menikmati makanan lain, gak perlu khawatir. Di sekeliling alun-alun probolinggo ada banyak kuliner yang bisa dinikmati. Salah satunya adalah bakso stasiun yang sudah menjadi kuliner khas kota Probolinggo. Yakin, gak mau mencoba? Hihihi.

Itu tadi kemeriahan lokasi Probolinggo Tempo Doeloe dalam rangka menyambut maulid nabi 1440 H. Lokasi saja ya karena belum bisa datang untuk menyaksikan kemeriahan acaranya. Sampai bertemu di acara lain yang lebih seru di Probolinggo. Penasaran? Tunggu saja tanggal mainnya.  

probolinggo tempo doeloe
sampai jumpa
  




Artikel Terkait
123456789101112131415