Custom Search

2018-06-23

APA ASYIKNYA NAIK FERRY?

Pernah naik kapal Ferry, bagaimana rasanya? Pasti asyik dong. Hehehe. Saya sendiri beberapa kali naik Ferry tetapi ukuran kecil. Sebab saya hanya berpengalaman menyeberang laut via Ujung-Kamal atau Ketapang-Gilimanuk. Penyeberangan itu biasanya memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Sangat dekat bila dibandingkan dengan penyeberangan jarak jauh yang menghabiskan waktu berhari-hari di atas permukaan laut.  

Ferry jalur Ketapang-Gilimanuk


Lalu, apa asyiknya naik Ferry?



Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa teman, ada beberapa keasyikan yang didapatkan jika kita naik Ferry. Penasaran? Berikut lima asyiknya naik Ferry versi falkhi.

Berjalan di atas air


Saya pertama kali naik kapal Ferry saat duduk di sekolah dasar dan berkunjung ke rumah saudara di Madura. Kami sekeluarga berangkat menuju Madura menggunakan bus. Ketika bus tiba di atas Ferry, papa mengajak saya keluar dan naik ke lantai (geladak) khusus penumpang. Saya mengira, papa akan mengajak duduk di kursi yang tersedia. Ternyata salah. Papa mengajak saya berdiri di pinggir geladak dan berpegangan pada besi pembatas.

Apakah menakutkan? Tidak. Bagi saya yang baru merasakan naik Ferry, menikmati ombak dan merasakan hembusan angin di atas kapal adalah pengalaman yang mengesankan. Waktu itu saya merasa hebat karena merasa bisa berjalan di atas air. Apalagi jika ada penumpang kapal lain yang berpapasan melambaikan tangan ke arah kita. Wooo, saya merasa hidup di dunia lain alias bukan dunia daratan. Hahaha.

Ternyata pemikiran bisa berjalan di atas air tidak hanya dimiliki saya. Teman saya, Chori yang berasal dari Madura juga berpikir bahwa salah satu keasyikan naik Ferry adalah perasaan senang karena merasa seperti berjalan di atas air. Ingin punya pengalaman yang sama dengan kami? Langsung saja datang ke pelabuhan terdekat dan berlayar dengan kapal Ferry. Hati-hati bagi yang mabuk laut ya.

Sumber gambar : ig @mhdchori


Romantis


Setelah dewasa, saya jarang berkunjung ke Madura. Sebagai gantinya, saya sering menggunakan Ferry untuk jalur Ketapang-Gilimanuk. Kunjungan wisata ke Bali adalah agenda tahunan yang selalu saya ikuti. Alasannya tentu saja karena harus mendampingi siswa yang selalu memilih Bali sebagai tujuan tur setelah kelulusan. Hehehe.

Kami biasanya berangkat sore dari sekolah dan sampai di pelabuhan Ketapang menjelang tengah malam. Setelah bus masuk antrian menuju kapal, kami akan berjalan kaki dan masuk ruang penumpang lewat jembatan penyeberangan. Ferry Ketapang-Gilimanuk menyediakan 2 lantai yang dikhususkan untuk penumpang. Lantai pertama berisi ruangan VIP atau ber-AC, sedangkan lantai kedua hanya menyediakan kursi-kursi tanpa ada ruangan.

Tangga kiri menuju lantai dasar, tangga kanan menuju lantai dua yang juga berisi anjungan kapal.

Kami memilih beristiraht di ruang AC yang berada di lantai utama.


Lantai dua Ferry yang juga berisi anjungan kapal selalu menjadi favorit anak muda alias siswa-siswa saya. Sebab melalui lantai tertinggi ini kita bisa memandang lautan luas, bintang dan kelip-kelip lampu di kapal lain maupun pelabuhan. Suasananya romantis, apalagi jika berlayarnya untuk bulan madu. Dijamin akan menjadi pengalaman tak terlupakan. Hehehe.

Tersedia kursi di lantai dua.

Enggan duduk, boleh berdiri sambil memandang panorama laut saat malam hari.


Suasana romantis di atas kapal juga dialami oleh teman saya, Fina. Perempuan yang suka jalan-jalan ini pernah ke Bali bersama teman-temannya. Ia menyeberang saat malam hari dan merasakan suasana yang romantis di atas kapal.    

Sumber gambar : ig @finanurulaini


Murah


Sekarang ada banyak akses yang bisa digunakan untuk berkunjung ke suatu kota tertentu. Misalnya, jalur darat, laut atau udara. Hal utama yang menjadi pertimbangan dalam memilih transportasi adalah biaya. Apalagi jika kita tidak berangkat sendiri melainkan rombongan, pasti memilih biaya yang lebih hemat kan?

Tiket Ferry jauh lebih murah dibandingkan transportasi lain. Seperti yang diceritakan mbak Nuzul, seorang teman yang tinggal di kota Kendari. Ia hanya membayar tiket 95.000 rupiah untuk perjalanan dari kota Bau-bau ke Kendari. Sedangkan tiket anak-anak sebesar 70.000 rupiah. Padahal perjalanan yang ditempuh selama 11 jam dan tiket tersebut sudah termasuk kupon untuk makan siang. Murah!

Sumber gambar : ig @nuzulquryati


Penasaran dengan harga tiket yang murah, saya coba cek situs milik ASDP Indonesia Ferry. Tiket yang saya incar adalah Ferry untuk jalur Surabaya-Lombok yang baru saja dibuka. Hasilnya? tarif tiket hanya 87.000 rupiah untuk dewasa dan 62.000 untuk anak-anak. Murahnya tiket Ferry membuat saya ingin segera berlibur ke Lombok. Ada yang tertarik menemani saya naik Ferry? Hehehe.

Bagasi besar

Bagi mayoritas peserta mudik, membawa oleh-oleh bagi saudara dan tetangga di kampung tidak boleh dilupakan. Jumlah oleh-oleh biasanya menyesuaikan dengan jumlah saudara dan tetangga. Kalau banyak? Tentu oleh-olehnya juga harus banyak. 

Untuk beberapa transportasi, akan ada kompensasi dari banyaknya barang yang kita bawa. Hal ini terkadang membuat harga barang jauh lebih murah dibandingkan biaya membawa barang. Jika demikian, biaya mudik bisa bocor lho.

Jika naik Ferry, ketakutan akan besarnya biaya barang yang kita bawa dapat diminimalkan karena batas bagasi penumpang sangat besar, yaitu 50 kg. Seperti yang dituturkan mbak Noe. Wanita yang tinggal di Atambua, NTT ini selalu mudik ke pulau Alor setiap hari raya Idulfitri. Menurut mbak Noe, asyiknya naik kapal Ferry adalah dia tidak perlu takut barangnya melebihi bagasi yang ditentukan. Dengan jatah bagasi yang besar, kita tidak perlu ragu lagi untuk berbagi oleh-oleh selama Idulfitri.

Sumber gambar : ig @noe_wd

Perlu diingat! ada beberapa barang yang dilarang masuk dalam kapal. Barang tersebut adalah petasan, bahan peledak, senjata api, barang berbahaya, narkoba, dan barang lain yang memang dilarang dalam undang-undang. Jadi, tetap perhatikan barang yang akan dibawa jika berencana naik Ferry.  

Tersedia panggung hiburan


Saya pernah naik kapal Ferry ke Bali dengan fasilitas yang spesial. Saya katakan spesial karena kapal Ferry tersebut menyediakan ruang AC lengkap dengan panggung musiknya. Selama kapal berlayar, penumpang disuguhi dengan lagu-lagu meriah yang dinyanyikan oleh para penyanyi yang cantik.

Adanya hiburan musik membuat saya tidak mengantuk selama perjalanan. Bahkan ruangan AC penuh karena mayoritas penumpang memilih menikmati hiburan dibandingkan ombak lautan. Asyik kan naik Ferry? Perlu diingat, hanya Ferry tertentu yang menyediakan panggung hiburan. Selain itu, Ferry akan menyediakan TV sebagai hiburan bagi para penumpang.

Perbedaan ekspresi dua orang teman saat menginjakkan kaki di darat


Setiap orang pasti memiliki pengalaman berbeda walaupun berada dalam satu peristiwa. Sama seperti pengalaman naik Ferry. Masing-masing individu akan merasakan kesan yang berbeda. Lima hal di atas adalah asyiknya naik Ferry menurut saya dan beberapa teman. Lalu, apa #AsyiknyaNaikFerry menurutmu?

Artikel Terkait
123456789101112131415