Custom Search

2015-01-22

MEWUJUDKAN IDENTITAS TUNGGAL


Identitas merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Pada tataran kehidupan kebangsaan, identitas dibuktikan dengan adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sejak tahun 2012, pelaksana pembuatan KTP di Indonesia memasuki tahap baru, yaitu dengan penggunaan e-KTP atau KTP elektronik. Sayangnya hingga saat ini, e-KTP tidak berfungsi sebagaimana kartu elektronik yang lain. Perubahan yang terjadi dalam identitas kependudukan masih dalam taraf kemasan saja.
 
Sumber: blogspot.com
Pengadaan identitas tunggal di Indonesia dapat dimulai dengan pembangunan sistem data base online yang holistik di semua departemen. Hal ini dilakukan agar nantinya tidak perlu ada kartu-kartu lain yang dikeluarkan pemerintah, sebab e-KTP sudah menginformasikan semua data pengguna. Bersamaan dengan pembangunan sistem data base, diadakan pula perekrutan atau pelatihan tenaga baru di bidang IT di semua departemen dan pemerintahan daerah. Sebab tanpa adanya sumber daya manusia yang berkompeten, teknologi secanggih apapun tidak dapat memberikan hasil yang maksimal. 

Setelah pembangunan sistem data base online selesai dan tenaga pelaksana dapat menjalankan sistem secara online, maka langkah selanjutnya adalah pengaktifan e-KTP sebagai kartu elektronik. Pengaktifan e-KTP dapat disertai aturan kepemilikan e-KTP sejak seorang warga negara berumur 5 tahun atau pertama kali masuk sekolah formal. Dengan demikian, sekolah tidak perlu lagi mengadakan kartu pelajar dan pemerintah dapat dengan mudah memantau langsung keterlaksanaan wajib belajar 9 tahun melalui e-KTP.

Langkah selanjutnya setelah penggunaan e-KTP berjalan dengan baik adalah bekerja sama dengan perbankan. Kerja sama ini dilakukan dengan integrasi data base masing-masing perbankan dengan data base kependudukan. Sehingga nantinya, e-KTP dapat memuat nomor dan jumlah rekening pemilik kartu. Dengan langkah ini, diharapkan pelaku korupsi dapat dengan mudah ditelusuri. Semoga!

Artikel Terkait
123456789101112131415