Custom Search

2013-11-01

SURAT KEPADA HUJAN


Lelaki tua yang menulis waktu dengan ketukan mangkok
Bercita-cita, merebut mimpi hujan untuk bernaung dari berat butiran air yang terhempas terbang
Ia menulis,
Surat Kepada Hujan : dari penjual es buah keliling

Aku menyukai pelangi, yang berkunjung setelah hujan
Mewarna sama dengan bungkusan kecil es, potongan buah dan sedikit gincu pemanis
Menarik hati untuk bertandang menikmati
Segar melena kering
Nikmat membuat terpikat

Pelangi yang datang, andai bukan setelah hujan
Yang membuat mangkok berhias tanpa dipandang
Potongan buah mengkerut, menghabiskan sisa usia perlahan
Balok es meluntur meninggalkan kebekuan yang membentuk   

Dalam deras hujan
Gradasi warna pelangi lebih dulu mematut pada kelopak mata
Memancing butiran bening bertemu tetes air langit
Harap mendera, mentari muncul tiba-tiba
Mengusir mendung menggantung
Menyambut cerah mengalun

Aku tidak membenci hujan, tapi biarkan aku mengadu
Sedikit saja
Dari gerobak yang teronggok mematung
Menghiba lembar rupiah untuk sebungkus nasi jagung



_falkhi_160112_7:21 AM



Artikel Terkait
123456789101112131415