Custom Search

2013-10-02

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA BERBASIS ANIMASI POWERPOINT


Abstrak
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah perubahan pola pembelajaran dalam dunia pendidikan. Metode pembelajaran berbasis TIK pun mulai dikenalkan. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran memiliki fungsi sebagai media alat bantu pembelajaran. Terutama untuk pelajaran yang banyak memuat konsep abstrak seperti fisika. Visualisasi konsep fisika dalam animasi gerak akan memungkinkan siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Selain untuk media pembelajaran, TIK juga dapat digunakan untuk mengembangkan ketrampilan dan kreativitas siswa dalam bidang teknologi yaitu dengan membuat laporan fisika berbasis animasi PowerPoint. Sehingga dihasilkan laporan praktikum yang dinamis, interaktif, tidak monoton dan menyenangkan bagi siswa.

Kata kunci : laporan praktikum fisika, animasi PowerPoint    


Pendahuluan
Perkembangan dunia pendidikan tak lepas dari kemajuan teknologi. Salah satunya adalah perkembangan pesat dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pembelajaran berbasis TIK pun mulai dikenalkan. Bentuk pembelajaran yang relatif baru dengan memanfaatkan kemajuan TIK untuk mendukung proses pembelajaran. Dalam hal ini TIK berperan sebagai alat bantu pembelajaran bukan sebagai subyek utama. Tujuannya untuk menarik minat siswa dalam belajar. Selain itu pemanfaatan media pembelajaran TIK juga atraktif dan bisa memvisualisasikan materi pembelajaran dalam animasi gerak, sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.   
Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku dari fenomena/gejala yang ada di alam dalam lingkungan ruang dan waktu. Dalam mengungkap rahasia alam diperlukan rangkaian proses seperti pengamatan dan pengukuran. Oleh karena itu dikatakan pula fisika adalah ilmu eksperimental. Eksperimen atau praktikum adalah kegiatan untuk mengamati, menguji dan membuktikan teori sehingga didapatkan pengembangan teori secara ilmiah.
Pada tingkat SMA, praktikum fisika yang dilaksanakan berfokus pada pengamatan dan pengukuran. Dengan tujuan agar siswa mencari tahu  dan berbuat sehingga siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Hasil akhir dari praktikum dituliskan dalam sebuah laporan praktikum selain dikomunikasikan dalam presentasi ilmiah di kelas.
Selama ini laporan praktikum berupa laporan tertulis dan media presentasi juga menggunakan tulisan pada kertas karton. Gejala hasil pengamatan dibuat dalam bentuk gambar-gambar diam. Padahal dengan menggunakan media TIK memungkinkan hasil pengamatan dikomunikasikan dalam bentuk animasi gerak. Sehingga mudah dipahami oleh siswa yang lain. Selain itu guru juga akan lebih mudah mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap hasil praktikum melalui animasi gerak yang dibuat.
Kemampuan media TIK dalam menyampaikan pesan dapat mewujudkan laporan hasil praktikum yang efektif dan menyenangkan, serta melibatkan kreativitas dan kemandirian diri siswa secara aktif. Khususnya bagi siswa SMA kelas XII, karena pada pembelajaran TIK kelas XII terdapat materi PowerPoint. Program presentasi yang juga menyediakan menu untuk membuat animasi sederhana. Dengan demikian penggunaan TIK dalam laporan praktikum akan membuat siswa terampil menggunakan teknologi dan merangsang siswa untuk belajar maju mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Pembahasan
A.  Pembelajaran Fisika
Sesuai dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, pelajaran fisika SMA menekankan pada pelaksanaan pembelajaran secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi sebagai salah satu aspek penting kecakapan hidup. Pemberian pengalaman langsung bermanfaat untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui praktikum, merancang dan merakit instrumen praktikum, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil praktikum secara lisan dan tertulis.
Terdapat banyak tipe pembelajaran inkuiri ilmiah, yang paling dasar terbagi dalam empat tipe yaitu observasi, penghitungan, teori dan praktikum (Wenning, 2011: 3). Tipe observasi adalah pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal-hal tertentu yang diamati (bloggerlombok.com).
Tipe penghitungan adalah tipe pembelajaran yang mendasarkan pada alat bantu matematika dalam memecahkan masalah. Sedangkan teori merupakan tipe yang berdasarkan pengembangan hipotesis dimana proses induksi dan deduksi penemuan teori menjadi hal yang utama (Wenning, 2011: 3).
Tipe praktikum adalah kegiatan pembelajaran dengan cara tatap muka antara guru dan siswa yang menekankan pada aspek psikomotorik (keterampilan), kognitif (pengetahuan) dan afektif (sikap) dengan menggunakan peralatan di laboratorium yang terjadwal (id.shvoong.com).
Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mendasarkan pada pengamatan dan pengukuran, maka praktikum dalam pembelajaran fisika menempati posisi yang penting untuk dilaksanakan. Selain sebagian besar konsep fisika bersifat abstrak sehingga terkadang sulit untuk dipahami siswa secara langsung. Adanya praktikum memungkinkan siswa menjadi mudah memahami suatu konsep yang sulit serta belajar untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti dari berbagai sumber, mengembangkan penjelasan dari data, dan berkomunikasi serta mempertahankan kesimpulan mereka (NSTA, 2004: 1).
Pada tingkat SMA praktikum fisika diarahkan pada suatu pembuktian dan pemahaman dari konsep, hukum atau teori yang sudah ada. Sesuai dengan materi yang dipeajari pada tingkat SMA yaitu konsep, hukum dan teori fisika yang sudah ditemukan. Walaupun diarahakan pada pembuktian atau pemahaman materi fisika yang sudah ada, siswa juga diberikan arahan untuk bisa berinovasi dengan tujuan memberi peluang pada siswa untuk kreatif.
Pelaksanaan praktikum tidak lepas dari laporan. Laporan praktikum adalah wahana penyampaian pesan dari siswa sebagai komunikator kepada pembaca laporan itu (guru dan siswa lain) tentang:
1.    Masalah apa yang diselidiki
2.    Pengetahuan teoritis apa yang dijadikan landasan bagi penetapan prosedur/metode penyelidikan
3.    Apa yang dilakukan untuk pengumpulan data dan informasi
4.    Data apa yang terkumpul dan temuan apa yang dihasilkan dari analisis data
5.    Pembahasan (diksusi) tentang hasil yang diperoleh, khususnya mengenai implikasi temuan
6.    Kesimpulan apa yang dapat ditarik dari hasil praktikum.
Sesuai dengan fungsi laporan praktikum yang dikemukakan di atas, laporan praktikum umumnya terdiri atas komponen-komponen:
1.    Tujuan, yang memaparkan permasalahan apa yang akan diselidiki
2.    Teori, yang memaparkan konsep dan prinsip yang melandasi penyelidikan yang dilakukan
3.    Alat dan bahan, yang merupakan paparan tentang jenis alat dan bahan yang dipakai, baik nama maupun ukuran.
4.    Prosedur percobaan, yang memaparkan tahap-demi tahap yang dilakukan
5.    Hasil Percobaan, yang mengungkapkan data yang telah ditabulasi, hasil analisis data, baik secara statistik maupun tidak, serta temuan-temuan penting percobaan sebagai hasil analisis data
6.    Pembahasan, yang mengungkapkan penjelasan terhadap berbagai temuan yang menarik, misalnya perbedaan antara prediksi teori dengan realita yang diamati
7. Kesimpulan, sebagai pernyataan singkat yang mengungkapkan hasil penyelidikan secara menyeluruh (blog.student.uny.ac.id).
Pembuatan laporan praktikum digunakan untuk melatih siswa mengkomunikasikan hasil praktikum secara lisan dan tertulis. Selain sebagai salah satu aspek penilaian dalam menentukan nilai akhir dari pelaksanaan praktikum.

B.  TIK dalam Pembelajaran
Bukan hal yang mudah bagi guru untuk membuat suasana kelas fisika menjadi kelas yang mudah dan menyenangkan sebab pelajaran fisika dikenal sebagai pelajaran sulit yang sering membuat siswa kehilangan semangat dalam belajar. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran.
Penggunaan TIK dan berbagai animasi simulasi komputer penting dalam pembelajaran fisika. Dimana animasi simulasi memberikan lingkungan pembelajaran baru yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memfasilitasi keterlibatan siswa. Secara khusus animasi simulasi memberikan para siswa kesempatan untuk:
1.    Mengembangkan pemahaman mereka tentang fenomena dan hukum-hukum fisika melalui proses pembuatan hipotesis dan pengujian ide-ide;
2.    Membantu mengembangkan pemahaman dari hubungan antara konsep fisika, variabel dan fenomena alam;
3.    Menggunakan berbagai representasi (gambar, animasi, grafik, vektor dan data) yang sangat membantu dalam memahami konsep, hubungan dan proses dalam fisika;
4.    Mengungkapkan representasi dan model tentang dunia fisika, dan
5.    Menyelidiki fenomena yang tidak dapat di praktikkan dalam laboratorium karena sangat kompleks, berbahaya, membutuhkan biaya dan waktu, atau peristiwa kejadiannya terlalu cepat (Jimoyiannis dan Komis, 2001: 185).
Pada pembelajaran fisika  berbasis TIK, TIK berperan sebagai media penghubung untuk menyampaikan transfer ilmu pengetahuan. Saat ini sudah banyak tersedia media pembelajaran fisika berbasis TIK yang dapat memvisualkan konsep fisika yang abstrak dan sulit dipahami, sehingga fisika menjadi mudah dipahami dan menyenangkan.
Selain sebagai media yang digunakan guru dalam proses pembelajaran fisika, TIK juga dapat digunakan untuk melatih siswa terampil menggunakan teknologi dan mengembangkan kreativitas. Salah satunya adalah dengan pembuatan laporan praktikum fisika yang berbasis animasi PowerPoint. Animasi adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembali serangkaian gambar statis untuk mendapatkan sebuah ilusi pergerakan (Fernandez, 2002). Sedangkan PowerPoint adalah salah satu program komputer yang diperuntukkan untuk presentasi.
Pembuatan laporan fisika berbasis animasi PowerPoint akan mengembangkan keterampilan siswa untuk memanfaatkan TIK, sebagaimana tujuan pembelajaran TIK di SMA. PowerPoint dipilih sebagai media presentasi dengan alasan merupakan program presentasi populer yang sistem pengoperasiannya mudah digunakan (Wahana Komputer, 2007: 1). Memiliki fasilitas untuk membuat animasi. Sehingga presentasi menjadi lebih dinamis, interaktif dan tidak monoton (Isroi, 2006: v). Setidaknya terdapat tiga macam animasi dalam PowerPoint yaitu: gambar animasi (animasi gif, flash, atau movie), custom animation, dan slide transition. Custom animation menyediakan fasilitas untuk memilih dan mengatur efek animasi sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan slide transition adalah animasi perpindahan antar slide (Annisa, 2012). PowerPoint juga merupakan program presentasi yang diajarkan di SMA pada kelas XII, dimana salah satu kompetensi dasarnya adalah membuat presentasi teks dengan variasi tabel, grafik, gambar, dan diagram.
Animasi yang disediakan PowerPoint dapat digunakan untuk menjelaskan hasil pengamatan praktikum secara lebih detail dan hidup. Tidak berupa gambar diam. Begitu pun dengan konsep abstrak fisika yang dibuktikan dalam praktikum. Dapat dengan mudah divisualisasikan dengan animasi gerak dalam PowerPoint. Sebagai contoh praktikum pada fenomena listrik statis di kelas XII. Perpindahan muatan listrik dari benda ke elektroskop tidak dapat diamati secara langsung. Hanya berdasarkan gejala yang terjadi akibat perpindahan muatan listrik yaitu terbukanya daun elektroskop. Dengan laporan tertulis kejadian tersebut digambarkan dalam urutan proses kejadian. Seperti gambar di bawah ini.



 Jika menggunakan media TIK memungkinkan hasil pengamatan itu dilaporkan dalam bentuk animasi gerak perpindahan muatan dari benda ke elektroskop. Siswa juga dapat mengaitkan praktikum tersebut dengan fenomena alam. Seperti peristiwa petir. Dengan memberikan animasi perpindahan elektron dari awan ke bumi melalui perantara udara. Seperti gambar dibawah ini.

Laporan praktikum ini akan lebih mudah dipahami siswa sehingga praktikum tidak hanya dapat memberikan pengalaman langsung melainkan juga pemahaman konsep yang lebih baik. Guru juga akan mudah mengevaluasi tingkat pemahaman siswa terhadap konsep dan hasil praktikum melalui animasi gerak yang dibuat siswa. Selain itu pelibatan siswa dalam penggunaan TIK juga dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam proses belajar mengajar di kelas.

Penutup
Pemanfaatan TIK untuk pendidikan dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk sesuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Salah satunya adalah dengan pembuatan laporan praktikum fisika berbasis animasi PowerPoint. Pemanfaatan TIK dalam laporan praktikum fisika digunakan untuk mewujudkan laporan hasil praktikum yang efektif, interaktif dan menyenangkan, serta melibatkan kreativitas dan kemandirian diri siswa secara aktif. Dengan demikian proses praktikum dalam pembelajaran fisika akan bermakna dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi fisika.












Daftar Pustaka

Fernandez, Ibiz. 2002. Macromedia Flash Animation & Cartooning: A creative Guide. California: McGraw- Hill/Osborn.
http://blog.student.uny.ac.id/indriaryanti/2012/09/11/laporan-kimia/, diunduh tanggal 09 Maret 2013.
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2326108-praktikum-fisika/, diunduh tanggal 09 Maret 2013.
Isroi. 2006. Student Guide Series: Bermain-main dengan Microsoft PowerPoint. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Hal v
Jimoyiannis, Athanassios. & Komis, Vassilis. 2001. Computer simulations in physics teaching and learning: a case study on students' understanding of trajectory motion. Journal Computers & Education, 36, (2001), hal 183-204.
National Science Teachers Association (2004). Position statement on scientific inquiry. (online, http://www.nsta.org/about/positions/inquiry.aspx diunduh tanggal 09 Maret 2013).
Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Wahana Komputer. 2007. Presentasi Kreatif dengan PowerPoint 2007. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Hal 1
Wenning, C. J. (2011). Experimental inquiry in introductory physics courses. Journal of Physics Teacher Education Online, 6(2), Summer 2011, hal 3-8.


Artikel Terkait
123456789101112131415