Custom Search

2011-01-11

DON’T JUDGE BOOK FROM THE COVER

Stadion GBK di rusak oleh suporter TIMNAS. Ini sudah bukan berita baru karena memang seringkali tingkah suporter di Indonesia bertindak anarkis dan emosional. Entah itu suporter timnas ataupun suporter masing-masing klub. Sehingga tak heran jika berderet pasukan keamanan harus disiapkan ketika ada sebuah pertandingan sepak bola. Bahkan pihak keamanan tersebut tidak hanya disiapkan di tempat pertandingan tapi bisa jadi di sepanjang perjalanan suporter dari daerah klub tersebut berada sampai tempat pertandingan untuk menghindari terjadinya tindak anarkis suporter. Itulah kondisi suporter Indonesia.

Namun dibalik tindak anarkis dan emosional para supporter, ada hal istimewa yang patut kita teladani. Yaitu semangat juang tinggi untuk mendukung timnya. Lihat saja para suporter timnas yang rela datang dari berbagai daerah hanya dengan tujuan mendukung langsung timnas Indonesia. Bahkan banyak dari para supporter yang hanya datang dengan modal pas-pasan. Cukup untuk tiket dan transportasi. Tanpa memikirkan tempat bernaung dan biaya makan. Sungguh semangat yang luar biasa.

Semangat dari para suporter inilah yang harus kita contoh. Semangat tulus tanpa pamrih. Baik oleh para pemain maupun pejabat teras timnas Indonesia. Para suporter tidak hanya menginginkan hasil tapi juga semangat juang para pemain ketika bertanding. Semangat juang panitia dalam memberikan pelayanan bagi para suporter. Semangat juang pemerintah untuk selalu mendukung, menang ataupun kalah. Semangat untuk memberikan hasil terbaik bukan hanya kemenangan belaka. Oleh sebab itu marilah kita tidak hanya melihat suporter dari anarkis dan emosionalnya saja, tetapi juga dari semangat juang yang ditampakkan. Perjuangan belum usai. Masih ada waktu untuk kembali meraih mimpi. Tunjukkan semangatmu!. (Qudsi)
Artikel Terkait
123456789101112131415