Custom Search

2007-03-08

MEMBANGUN MASYARAKAT SEHAT MELALUI MEDIA MASSA


Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu penyakit yang berisiko tinggi dan banyak menyebabkan kematian. Bisa dikatakan penyakit jantung sebagai penyebab utama meningkatnya kematian di beberapa negara termasuk Indonesia. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir kematian yang diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat secara tajam.Hal ini tentu sangat memprihatinkan, terlebih lagi di Indonesia. Akan tetapi jika kita perhatikan peningkatan itu sangatlah wajar. Bagaimana tidak, pola hidup di masyarakat telah berubah seiring dengan makin pesatnya IPTEK. Sehingga tak heran jika kematian yang diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat secara tajam.

Sumber : 2fhjuw36qc3g36anx54adxd2nje.wpengine.netdna-cdn.com
Salah satu cara untuk mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah adalah merubah pola hidup masyarakat menjadi pola hidup sehat. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara istirahat yang cukup, olahraga, menghindari rokok, gizi seimbang dan sebagainya. Walaupun pada dasarnya cara-cara di atas cukup mudah untuk dilaksanakan tetapi hanya sebagian masyarakat saja yang menerapkannya. Sedangkan sebagian besar masyarakat tidak peduli dan bahkan tidak tahu tentang pola hidup sehat. Padahal keuntungan dari pola hidup sehat sangatlah besar terutama dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu upaya agar masyarakat tidak lagi menyepelekan pola hidup sehat.

Yayasan Jantung Indonesia yang telah berdiri lebih dari seperempat abad diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menerapkan pola hidup yang sehat. Sehingga dapat mengurangi tingkat kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia seperti diadakannya seminar, penyuluhan, pemeriksaan jantung hingga membuka lebih dari 2500 klub jantung di seluruh pelosok tanah air merupakan langkah yang baik untuk meminimalisasikan penderita penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia. Akan tetapi keadaan masyarakat Indonesia yang cenderung enggan untuk mengikuti kegiatan semacam itu dapat menghambat upaya memasyarakatkan pola hidup yang sehat. Hal ini sungguh disayangkan, oleh sebab itu dibutuhkan suatu metode yang mudah di terima dan menarik perhatian masyarakat. Dengan begitu pesan yang akan disampaikan berkaitan dengan pola hidup sehat akan terealisasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan.

Metode yang cukup mengena mengenai hal di atas adalah dengan menyampaikan cara pola hidup sehat menggunakan media massa. Mengapa harus media massa? karena media massa merupakan alat komunikasi yang mempunyai potensi besar dalam merubah sikap dan perilaku masyarakat terutama anak-anak yang relatif masih mudah terpengaruh dan dipengaruhi.

Perubahan sikap dan perilaku itu dikarenakan media massa mempunyai fungsi komunikasi yang bersifat sosiolagis dan psikologis. Fungsi sosiologis media massa antara lain sebagai pengawasan lingkungan, korelasi antar bagian di dalam masyarakat untuk menanggapi lingkungannya, sosialisasi atau pewarisan nilai-nilai dan hiburan. Sedangkan fungsi yang bersifat psikologis adalah pengawasan atau pencarian informasi, mengembangkan konsep diri, fasilitasi dalam hubungan sosial, substitusi dalam hubungan sosial, membantu melegakan emosi, sarana pelarian dari ketegangan dan keterasingan dan bagian dari kehidupan rutin atau ritualisasi.

Fungsi-fungsi di atas sangat berperan dalam merubah sikap dan perilaku masyarakat. Walaupun fungsi tersebut tidak mutlak ada dalam satu media massa namun adanya berbagai macam media massa menjadikan fungsi sosiologis dan psikologis media massa terpenuhi. Seperti lima jenis media massa yang di kenal sebagai "The big five of mass media" yaitu televisi, film, radio, majalah dan koran, lima jenis media massa ini saling melengkapi dalam memerankan media massa yang mempunyai fungsi sosiologis dan psikologis.

Dalam masyarakat abad ini adanya media massa tidak lagi menjadi barang yang langka. Bahkan dalam sebagian masyarakat adanya media massa telah menjadi kebutuhan primer. Di Indonesia sendiri dalam satu desa atau kampung minimal mempunyai salah satu dari "The big five of mass media", baik koran, majalah, radio, film maupun televisi. Sehingga penyampaian pesan melalui media massa tentunya memiliki nilai yang lebih dibandingkan dengan mengadakan seminar ataupun penyuluhan yang semua masyarakat belum tentu mengikutinya. Terlebih lagi televisi, sebagai media massa televisi mempunyai sifat yang lebih istimewa dibandingkan dengan media massa lainnya. Gabungan antara media dengar dan gambar hidup (gerak/life) menjadikan tontonan televisi seolah-olah dialami sendiri oleh penontonnya. Kejadian dari bumi belahan manapun dapat kita tonton dalam waktu yang bersamaan. Dari segi penonton, televisi juga mempunyai kelebihan. Semua elemen masyarakat dari anak-anak hingga lanjut usia atau dari rakyat kecil hingga presiden pasti pernah menonton televisi.

Kekuatan televisi yang bisa menyulap sikap dan perilaku masyarakat terutama anak-anak ini dapat kita manfaatkan. Pesan-pesan yang selama ini hanya di anggap angin lalu bisa menjadi suatu pesan yang bernilai dan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti pesan-pesan mengenai pola hidup sehat mungkin selama ini hanya kalangan tertentu saja yang mengetahui pola hidup sehat . Sedangkan yang lain tidak tahu, pola hidup sehat itu seperti apa dan bagaimana melakukannya. Dengan menggunakan televisi pesan-pesan tentang pola hidup sehat dapat disampaikan dengan mudah. Sehingga tidak ada lagi alasan tidak menerapkan pola hidup sehat karena tidak tahu bagaimana pola hidup sehat itu.

Yayasan Jantung Indonesia yang bertujuan menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, sehat, sejahtera, bebas penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya dapat mewujudkan tujuannya tersebut melalui media massa, terutama televisi. Jaringan televisi yang luas ke seluruh pelosok Indonesia akan lebih mempermudah penyampaian pesan pola hidup sehat ke seluruh masyarakat yang ada di Indonesia. Hal ini tentu merupakan cara yang efektif karena dalam satu waktu semua masyarakat yang menonton akan tahu pada pesan yang disampaikan.

Akibat-akibat pola hidup yang tidak sehat dapat di tayangkan secara jelas baik melalui film atau iklan. Dengan begitu masyarakat dapat merasakan bagaimana pentingnya pola hidup yang sehat. Pemeriksaan secara mandiripun dapat di sampaikan melalui televisi sehingga masyarakat bisa mengetahui lebih dini tentang datangnya penyakit jantung dan pembuluh darah. Begitu pula dengan langkah-langkah untuk melakukan pola hidup sehat dapat ditunjukkan melalui sebuah film, sehingga masyarakat bisa lebih memahami bagaimana pola hidup sehat dan pelaksanakannya.

Contoh iklan hidup sehat (www.duniatips.com)
Keberhasilan pesan diperhatikan dan dilaksanakan oleh masyarakat juga ditentukan oleh kekontinuan penyampaian pesan itu sendiri. Jika pesan itu hanya disampaikan satu kali tanpa ada tindak lanjut maka kemungkinan besar pesan itu tidak diperhatikan oleh masyarakat. Bagaimana bisa dilaksanakan jika pesannya sendiri tidak di perhatikan. Oleh karena itu penyampaian pesan kepada masyarakat terutama pesan yang membangun seperti pola hidup sehat harus dilaksanakan secara kontinu. Dengan kekontinuan, diharapkan pesan itu diingat dan pada akhirnya dilaksanakan.

Penyampaian pesan secara kontinu dapat dilakukan melalui media massa terutama televisi. Televisi yang mempunyai jam tayang 24 jam tentunya memiliki frekuensi yang lebih besar untuk menyampaikan pesan secara kontinu. Terlebih lagi dalam masyarakat kita menonton televisi di anggap sebagai suatu rutinitas. Sehingga mayoritas masyarakat mempunyai waktu untuk menonton televisi setiap harinya. Bahkan tidak jarang meninggalkan pekerjaan karena menonton televisi. Ironis memang tapi itulah kenyataannya, masyarakat dapat terperdaya untuk menonton televisi walaupun banyak tayangan televisi yang tidak mendidik terutama pada anak-anak. Tidak jarang tindak kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja diakibatkan tontonan televisi.

Berbekal hal tersebut maka penyampaian pesan melalui televisi merupakan langkah yang dapat digunakan untuk memasyarakatkan pola hidup sehat di Indonesia. Apalagi jika kita ingin menyampaikannya pada anak-anak tentunya lebih mudah menggunakan media massa terutama televisi. Karena anak-anak dan remaja mempunyai ingatan yang cukup kuat untuk mengingat iklan atau film yang ditayangkan televisi daripada orang dewasa.

Namun langkah di atas belum cukup tanpa adanya suatu tindakan. Walaupun pesan-pesan yang disampaikan ke masyarakat sudah terbilang berhasil tetapi tanpa tindak lanjut yang berupa tindakan, bisa dipastikan pesan itu tidak terlaksana secara keseluruhan. Bisa jadi orang hanya ingat bagaimana melakukan pola hidup sehat tetapi enggan untuk melaksanakannya. Apalagi lingkungan di sekitarnya tidak mendukung untuk melaksanakan pola hidup sehat tersebut. Bisa dipastikan pesan-pesan yang disampaikan hanya menjadi hiasan ingatan belaka. Oleh karena itu penyampai pesan tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga merealisasikan pesan tersebut sehingga masyarakat bisa meniru dan dapat melaksanakannya secara mandiri.

Yayasan Jantung Indonesia sebagai badan organisasi yang memiliki kepedulian terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia sudah seharusnya bekerjasama dengan berbagai media massa di Indonesia untuk memasyarakatkan pola hidup sehat. Peran serta yayasan dalam memasyarakatkan pola hidup sehat sangat membantu program pemerintah dalam bidang kesehatan terutama dalam meminimalisasikan penderita penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia. Karena terkadang pemerintah tidak dapat melaksanakan program-programnya secara maksimal karena berbagai hal seperti sumber daya manusia yang kurang, luasnya wilayah Indonesia dan minimnya dana. Padahal program-program tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat seperti pengetahuan tentang pola hidup sehat. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu badan non pemerintah yang dapat membantu atau pun menggantikan peran pemerintah. Dengan begitu masyarakat sebagai objek program yang direncanakan tidak dirugikan.

Dengan menggunakan media massa sebagai alat untuk membimbing pola hidup sehat di masyarakat diharapkan tujuan yang ingin di capai oleh Yayasan Jantung Indonesia, pemerintah maupun masyarakat dalam meminimalisasikan penderita penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia dapat tercapai. Tidak hanya di daerah perkotaan tetapi ke seluruh pelosok Indonesia.
Artikel Terkait
123456789101112131415