Custom Search

2007-03-08

DIBALIK DOA SEORANG ULAMA


Do’a adalah permohonan seorang hamba kepada Rabbnya untuk diberikan perlindungan (inayah) dan pertolongan(ma’unah).Dalam islam do’a adalah salah satu ajaran pokok atau inti di sebut juga sebagai otaknya ibadah (al-du’a mukhkhu al-‘ibadah).Pada hakikatnya do’a adalah ekspresi ketidakmampuan dan kefakiran kepada Allah SWT,simbol dari penghambaan serta kesadaran bahwa manusia hina dan lemah di hadapan Allah SWT.

Sumber : kusmono.com
Berdo’a dapat dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja,tidak terbatas pada suatu waktu tertentu atau oleh orang tertentu seperti firman Allah dalam surat Al-mu’min :60,"Berdo’alah kepadaKu,Aku akan mengabulkannya"dan hadis nabi berdo’alah kepada allah…..Namun sudah menjadi tradisi di lingkungan kita untuk meminta do’a kepada para ulama atau kyai dengan alasan agar do’anya cepat dikabulkan.Apakah do’a seorang ulama atau kyai memang cepat dikabulkan? Wallahu a’lam bissawab kita tidak pernah tahu itu.
Nabi bersabda carilah ilmu sampai ke negeri cina,begitu pentingnya sebuah ilmu hingga nabi memerintahkan mencari ilmu ke negeri cina yang pada saat itu mengalami kemajuan di bidang ilmu pengetahuan.Ilmu pengetahuan tanpa agama buta dan agama tanpa ilmu pengetahuan pincang ungkapan einstein ini juga menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan itu sama pentingnya dengan agama karena dengan mendalami ilmu pengetahuan kita dapat lebih memahami tentang agama bukan hanya sekedar adat yang diturunkan oleh nenek moyang.


Do’a seorang ulama atau kyai di yakini sebagian masyarakat sebagai do’a yang mustajab.Jika kita sedikit menggunakan ilmu pengetahuan mungkin hal itu benar adanya seperti yang telah dilakukan agus mustofa dalam menjelaskan masalah-masalah agama saat ini.Tubuh manusia mengandung miliaran bio-elektron yang tersusun dalam sebuah sistem energial dan memiliki simpul utama jantung atau hati.Sistem energi tersebut memiliki frekuensi tertentu.Jika orang yang sedang tenang,stabil dan lembut getaran tersebut akan mengimbas kepada seluruh tubuhnya lewat organ,sel-sel dan bio-elektron.Ketentraman tersebut dapat diperoleh lewat dzikir dan mengingat Allah,seperti firmannya "Yaitu orang-orang yang beriman dan tenag hatinya ketika mengingat Allah,ketahuilah sesungguhnya dengan mengingat Allah hatimu akan menjadi tenag"(QS.Ar-Ra’duu : 28).

Do’a merupakan suatu perbuatan manusia yang menghasilkan gelombang elektromagnetik.Hal itu disebabkan tubuh kita merupakan kumpulan bio-listrik yang berputar-putar di dalam orbitnya di setiap atom-atom penyusun tubuh.Jadi ketika kita berkata-kata seperti berdo’a kita sebenarnya sedang memancarkan gelombang suara yang berasal dari getaran pita suara kita.Gelombang suara tersebut memancarkan energi yang berarti do’a yang kita ucapkan mengandung energi.Semakin besar energinya maka ‘semakin cepat’pula do’a yang kita panjatkan sampai kepada Allah.

Ulama atau kyai adalah orang-orang yang mempunyai energi positif yang besar karena selalu berdzikir dan membaca Al-Qur’an.Membaca Al-Qur’an dapat menstimulasi resonansi getaran-getaran elektromagnetik yang menyebabkan hati menjadi lembut akibat cahayanya.Energi positif merekan juga berasal dari do’a-do’a yang di baca ketika sholat,khusyu’nya sholat akan meresonansi hati dan melembutkannya serta menghasilkan pancaran energi.

Jadi orang-orang yang sering berdzikir,membaca Al-Qur’an dan melaksanakan sholat mempunyai energi positif yang besar dan berdampak terhadap kelembutan hatinya. Ketika hati lembut maka kesombongan dan keangkuhan akan hilang sehingga do’a yang yang keluar adalah do’a dari hati yang paling dalam dan do’a yang demikian yang ‘di dengar’ Allah seperti firman Allah "Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas" (QS.Al-A’raaf : 55).Dan bukan tidak mungkin jika di masyarakat kita begitu yakin do’a seorang ulama atau kyai akan cepat terkabul karena mereka percaya ulama atau kyai adalah orang-orang yang selalu bermunajat kepada Allah SWT.
Artikel Terkait
123456789101112131415