Custom Search

2019-05-06

MENJEMPUT BERKAH RAMADAN MELALUI RUTINITAS HARIAN

Selamat menjalankan puasa 1440 H bagi teman-teman muslim. Tetap semangat dan jangan lupa minum vitamin agar tubuh bisa tetap segar sepanjang hari. Eh, kok malah kayak iklan ya, hehehe.


Rutinitas pagi falkhi ya dengan melewati jalan ini. Segar ya, hehehe

Bulan ramadan dikatakan sebagai bulan yang penuh berkah. Berkah itu adalah bertambahnya kebaikan dalam kebaikan. Misal ketika kita melakukan suatu kebaikan kecil maka kita akan mendapat balasan kebaikan yang jauh lebih besar. Tapi perlu diingat, kebaikan itu bukan hanya berupa materi lho. Kebersamaan dengan keluarga, teman-teman yang baik hingga partner kerja yang mudah diajak bekerja sama juga termasuk suatu kebaikan dan sangat penting untuk disyukuri.

Nah, di bulan ramadan semua orang berlomba-lomba untuk hijrah dan berbuat baik demi mendapat berkah ramadan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam menjemput berkah ramadan. Salah satunya adalah dengan merubah rutinitas harian menjadi sebuah berkah dan menghasilkan kebaikan.

Bulan ramadan bukan bulan liburan, jadi mayoritas dari kita pasti masih berkutat dengan pekerjaan. Bagi seorang yang bekerja di luar rumah, rutinitas harian yang tidak akan hilang adalah melakukan perjalanan dari rumah menuju tempat kerja. Demi menjemput berkah ramadan, kita dapat merubah rutinitas perjalanan tersebut menjadi sebuah kebaikan.  

Katanya, puasa menjaga mulut dari ngemil dan ngomel


Puasa tidak hanya tentang menahan diri dari lapar dan haus, melainkan juga dari nafsu diri dalam ucapan dan tindakan. Biasanya mulut dan hati seringkali bersifat usil di perjalanan.  Seperti mengomel saat perjalanan tidak lancar atau berkomentar setiap ada kejadian atau peristiwa yang ditemui.  

Untuk menjemput berkah ramadan kita dapat berbuat kebaikan dengan cara menjaga kelepasan bicara dan atau membicarakan hal yang tidak berarti dengan mulai belajar berdzikir dalam perjalanan. Ucapan dzikir dapat menjaga otak dan mulut untuk sibuk sehingga lupa ngomel ketika menjumpai suatu kejadian. Apalagi jika dzikirnya di senandungkan, bisa bikin hati tambah adem lho. Hanya saja perlu diingat, berdzikirnya tidak perlu dilakukan dengan nyaring, apalagi sampai pakai TOA. Cukup diucapkan dengan lirih atau mungkin di dalam hati.   

Katanya, manfaatkan waktu di bulan ramadan untuk menuntut ilmu


Kalau rutinitas kita dalam bulan ramadan masih sibuk dengan pekerjaan, bagaimana cara kita menuntut ilmu? Eits, kita sudah tidak hidup di era patih Gajah Mada lho, melainkan di era Larry Page, Sergey Brin, Steve Chen, hingga Mark Zuckerberg. Mereka ini membuat dunia tanpa batas ruang dan waktu. Jadi, kita dapat memanfaatkan ciptaan mereka untuk mendapatkan berkah ramadan dengan cara menuntut ilmu secara online.

Saat ini, ada banyak kajian online yang dilakukan oleh para ulama selama bulan ramadan. Jika waktunya tidak sesuai dengan waktu luang yang dimiliki, kita masih bisa mendengarkan kajiannya lewat chanel youtube. Biasanya tersedia rekaman kajian yang rutin diupload oleh pihak pemberi kajian.

Tidak memiliki waktu luang? Tenang, kita bisa menyiasatinya dengan cara mendengarkan kajian saat perjalanan. Perjalanan rutin terkadang bisa menyebabkan rasa jenuh dan bosan. Untuk mencegah bosan, beberapa orang memilih mendengarkan musik dalam perjalanan. Demi menjemput berkah ramadan, kita bisa mengganti musik-musik tersebut dengan aneka kajian yang bisa menambah pengetahuan kita terutama dalam masalah agama. Mudah bukan? Berkah ramadan pun bisa kita raih dengan hati senang.  

Katanya, perbanyak sedekah saat ramadan


Setelah menjaga mulut, hati dan telinga, maka langkah selanjutnya adalah membiasakan tangan untuk melakukan kebaikan dengan cara bersedekah. Tidak perlu banyak, cukup memberikan semampu yang kita bisa dan lakukan secara rutin.

Bingung dengan waktu untuk memberikan sedekah? Gampang, lakukan saja dalam perjalanan. Terkadang dalam perjalanan kita bertemu dengan para pengamen atau pengemis. Kita bisa menyisihkan sedikit uang untuk diberikan kepada mereka. Jika tidak, sediakan saja satu bungkus permen dan bagikan kepada orang-orang yang kita temui saat menjelang waktu berbuka puasa. Dijamin, mereka akan merasa senang dengan perbuatan yang kita lakukan. Siapa tahu dengan kesenangan mereka, kita dapat menjemput berkah di bulan ramadan.

Katanya, tidak perlu terlalu banyak merencanakan sebab yang paling penting adalah melaksanakan. Jadi, bagi saya cukup tiga hal tersebut yang dapat dilakukan dalam upaya menjemput berkah ramadan melalui rutinitas harian. Sederhana kan melakukan kebaikan di bulan ramadan? Yuk, kita coba bersama-sama. Semoga ramadan kali ini bisa menjadi berkah kebaikan bagi kita semua. Aamiin.    

Artikel Terkait
123456789101112131415

36 comments:

  1. Foto diatas keren sekali, asyik sekali tiap pagi lewat....btw masih terus melakukan perjalanan jauh PP setiap hari mbak, seperti yg pernah diulas di artikel yg dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap nih kak falkhi kapan2 ajakin kita berdua donk kesana hehehhee

      Delete
    2. Iya, segar pemandangannya bikin segar. Masih setia melakukan travelling tiap pagi. Hehehe. Cuma gak disempatkan nulis padahal ide tiap melakukan perjalanan banyak.

      Ayo mbak Vika, main-main ke Probolinggo, hehehe

      Delete
    3. Aku juga pengin meluuu .., eh# ikut, ding hahaha ...

      Hebat ya fisiknya kak Qudsi, kuat gitu mondar-mandir menyelesaikan tugas.

      Tetap semangat dan jangan lupa minum vitamin, ya ..
      Eh#, kok kayak iklan juga , hahaha

      Delete
    4. Ramai kayaknya nih banyak yg mau Lebaran di Probolinggo :D

      Delete
    5. waduh jauh bener kak di probolinggo.. tar kalau main ke bogor mampir rumah saya ya kak.. kita ngobrol masalah per bloggeran wkwkkww

      Delete
    6. Kak Himawan:: terima kasih,nanti coba ikut casting untuk iklan kak, siapa tahu beruntung, hehehheehe

      Delete
    7. Mas Aris :: ayooook, biar rame, hahahaha

      Delete
    8. Mbak Vika :: belum pernah ke Bogor, hehehehe. Semoga bisa kesampaian ketemu mbak cantik Vika,

      Delete
    9. Amin ya robbal alamin. semoga ada waktunya ya kak falkhi.. met istirahat :) dan semangat menulis !

      Delete
    10. Terima kasih, semangat juga mbak Vika.

      Delete
  2. Wah mantap ka falkhi dah nulis tentang puasa.. btw met puasa ya kak....

    ReplyDelete
  3. terus terang saya mengalami persoalan nih kak untuk mengatur kegiatan di pagi hari, karena kan banyak banget jadwal yang berubah, baik jadwal makan, jadwal tidur, dan jadwal macem-macem pada saat bulan ramadhan ini, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kalau jadwal tidur tetap kak, tetap malam hari, hehehe. Jadwal makan yang berubah. Ayo, semangat kak, semoga bisa disiplin jadwalnya.

      Delete
    2. iya kak, ini lagi belajar buat disiplin dan me-reset ulang jadwal agar bisa menyesuaikan situasi dan kondisi di bulan ramadhan, selamat berpuasa ya kak :D

      Delete
  4. Replies
    1. Terima kasih mbak... Salam kenal dan segera kunjung balik, :)

      Delete
  5. saya kalo diperjalanan suka ketemu sama yang minta-minta..
    bukan minta duit, tapi minta diperhatiin gituuu

    #eeaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eeea.. keren. ijin copas yah hehehe

      Delete
    2. Eaaaaaa, balas diperhatikan aja kak, biar bisa jadi sedekah, hehehe.

      Dilarang copas bang Day, hehehe.

      Delete
  6. Akhirnya mba Falkhi combek, pastinya beres ngurusin UN anak2 yah hehehe.Kalo ramadhan malah aktif ngeblog itu bagian nuntut ilmu gak yah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... iya bang Day, comeback tapi masih bolong juga. Kalau baca blog iklim dan cuaca termasuk nuntut ilmu bang dan bagian dari meningkatkan viewer. Hehehe.

      Delete
    2. Sip sip dah... saya kangen fisika sebenarnya hehehe

      Delete
    3. Hahahaha... Semoga masih bisa konsisten menulis bang.

      Delete
  7. Selamat menjalankan ibadah puasa kak Falkhi.

    ReplyDelete
  8. nice sharing.... 1st time tiba di sini, saya terus follow blognya.. ada masa jemput singgah dan follow blog saya juga. terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you... Segera berkunjung ke blog nya. Salam kenal.

      Delete
  9. bener juga ya mbak melakukan kebaikan di bulan ramadhan ini dimulai dari kegiatan yang berdekatan dengan rutinitas sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena yang paling mudah dilakukan. Kalau saya sih, hehehe

      Delete
  10. jujur
    jika tidak ada rutinitas harian, bedug maghrib terasa lama sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Tidur aja biar bangunnya langsung bedug Maghrib 😁😂😁

      Delete
  11. wah udah lama nih gak mampir di blog kak falkhi, makin rame aja blog nya dan makin keren tampilan blog nya, jadi pangling sama admin nya juga hehehe :D

    Minal aidin wal faizin ya kak, mohon maaf lahir dan batin, maafin segala khilaf dan salah saya selama ini ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama-sama. Maaf balasnya telat banget ini, hehehe. Wah, kalau adminnya mah lagi pasang topeng biar beda, hahaha.

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya, :-)

~~falkhi~~