Custom Search

2016-12-16

MENANTANG DIRI SENDIRI


Sejak tadi mata sudah berkoar-koar meminta badan merebah, apalagi tumpukan bantal guling melambai-lambai meminta segera didatangi. Tetapi, masih ada tugas yang harus diselesaikan. Otak pun berpikir keras untuk mengenyahkan kantuk. Berbagai ide dilakukan. Lari-lari di tempat, membereskan pakaian hingga membuat segelas kopi coklat. Sayangnya, semua itu tidak berhasil mengusir kantuk. Akhirnya, saya mengalah. Mulai membereskan pekerjaan dan bersiap-siap untuk meluncur ke pulau kapuk. 

Sebelum beristirahat, saya sempatkan membuka facebook, sekedar melihat notifikasi yang sejak tadi mengirimkan sinyal adanya pemberitahuan. Rupanya ada berderet pemberitahuan yang mengarah pada satu halaman. Halaman tersebut berisi informasi yang saya bagikan dari status Perpusda Kabupaten Probolinggo. Mengapa halaman tersebut ramai oleh komentar?

Belajar untuk membimbing anak-anak, biasanya kan remaja, Hehehe
Ternyata... ternyata... alasannya ada pada gambar pamflet yang menjadi pelengkap status Perpusda Kabupaten Probolinggo. Pamflet yang menginformasikan pelatihan membuat blog dan kegiatan #Funtastic Science tersebut menyebutkan nama saya sebagai pemateri. Lengkap dengan foto diri yang masih unyu-unyu. Pantas saja, komentarnya membludak, gak jauh beda dengan kondisi pasar menjelang lebaran. Hehehe.

Ini pamflet yang bikin rame
Ngomong-ngomong tentang pelatihan, sebenarnya saya masih minder sebagai pemimpin acara. Biasanya, pemateri untuk blog adalah seseorang yang berhasil dalam membangun sebuah blog menjadi brand yang isinya banyak ditunggu para pengikutnya. Lha, saya? Boro-boro menjadi brand, pengunjung mencapai angka 100 orang perhari saja sudah membuat saya gembira setengah mati. 

Lalu, bagaimana saya bisa nekat menerima tawaran untuk melatih membuat blog?

Awalnya, Eric seorang teman penulis merekom saya ke bagian Perpusda. Setelah itu, pihak Perpusda menghubungi dan menawarkan saya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk meramaikan Perpusda . Saya pun berpikir keras, apa yang bisa saya bagi. Sebab, saya minim prestasi dan tidak memiliki keahlian mumpuni.

Setelah melalui perenungan dan berdiskusi dengan pak Adhi selaku pengelola Perpusda, akhirnya saya mengusulkan untuk berbagi pengetahuan di bidang blog. Jarkon yang saya usung, “Asyiknya Nge-blog”. Sebab, blog memang mengasyikkan bagi saya pribadi.

Blog pertama saya dibuat pada tahun 2007. Begitu pun dengan Google Adsense. Jika dihitung hingga saat ini, usia nge-blog saya hampir mencapai usia 10 tahun. Cukup lama dan sudah sewajarnya saya menjadi ahli blog. Tetapi, rupanya saya bukan termasuk orang yang wajar. Selama hampir 9 tahun, penghasilan adsense masih pada kisaran belasan dolar. Pos yang terpublish pun baru 300-an dengan rata-rata 30-50 post tiap tahun. Dengan kondisi blog seperti, kok bisa-bisanya saya nekat menjadi pemateri pada pelatihan blog. Hahaha.

Beberapa hari yang lalu, saya blog walking ke tulisan mbak Dewi Rieka tentang penulis yang menantang diri sendiri. Menurut mbak Dewi, kita harus mencoba hal baru untuk terus produktif dan kreatif. Kata-kata itulah yang menjadi penyemangat saya untuk menerima tawaran menjadi pembimbing pada pelatihan blog.

Menantang diri sendiri, itulah sumber kenekatan saya. Kenekatan yang membuat saya harus memaksimalkan sisa waktu 10 hari untuk disiplin mempublish tulisan, disiplin melakukan blogwalking, dan disiplin untuk terus belajar tentang blog.

Yuk, semangat Nge-blog.
  
  
Artikel Terkait
123456789101112131415