Custom Search

2014-09-15

TAHAPAN MANAJAMEN SARANA DAN PRASARANA DI SEKOLAH

Mananjemen sarana dan prasarana adalah segenap proses pengadaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana agar mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara tepat guna dan tepat sasaran (Arifin & Barnawi, 2012: 40). 

Arifin & Barnawi (2012: 48-78) kemudian menjelaskan bahwa proses-proses yang dilakukan dalam upaya pengadaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana meliputi perencanaan, pengadaan, pengaturan, penggunaan, dan penghapusan. Kelima proses tersebut dapat dipadukan sehingga membentuk suatu siklus manajemen sarana dan prasarana yang efektif untuk diterapkan di sekolah. Seperti dalam bagan berikut.
  


1.    Perencanaan
Perencanaan merupakan proses perancangan upaya pembelian, penyewaan, peminjaman, penukaran, daur ulang, rekondisi/rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Perencanaan yang matang dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya kesalahan dan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengadaan sarana dan prasarana. Kesalahan yang terjadi dapat berupa pembelian barang yang tidak sesuai dengan kualifikasi, jumlah dana yang tersedia, tingkat kepentingan, dan tingkat keterdesakan. 

2.    Pengadaan
Pengadaan merupakan serangkaian kegiatan menyediakan berbagai jenis sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kebutuhan sarana dan prasarana dapat berkaitan dengan jenis dan spesifikasi, jumlah, waktu, tempat, dan harga serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk kegiatan pengadaan sarana dan prasarana tertera dalam bagan berikut.


 3.    Pengaturan
Proses pengaturan berkaitan dengan inventarisasi, penyimpanan, dan pemeliharaan.
·     Inventarisasi merupakan kegiatan mencatat dan menyusun sarana dan prasarana yang ada secara teratur, tertib, dan lengkap berdasarkan ketentuan yang berlaku.
·     Penyimpanan adalah kegiatan menyimpan sarana dan prasarana pendidikan di suatu tempat agar kualitas dan kuantitasnya terjamin. Penyimpanan meliputi penerimaan barang, penyimpanan barang, pengeluaran atau pendistribusian barang.
·   Pemeliharaan sarana dan prasarana secara terus menerus penting dilakukan agar kualitas dan kuantitasnya tidak menurun secara drastis.
 
4.    Penggunaan
Penggunaan sama halnya dengan kegiatan memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung proses pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan. Terdapat dua prinsip yang harus diperhatikan dalam pemakaian perlengkapan pendidikan, yaitu efektivitas dan efisiensi.
Efektivitas memiliki arti semua pemakaian perlengkapan pendidikan di sekolah harus ditujukan semata-mata dalam memperlancar pencapaian tujuan pendidikan sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan efisiensi adalah kegiatan pemakaian semua perlengkapan pendidikan harus secara hemat dan hati-hati sehingga semua perlengkapan yang ada tidak mudah habis, rusak, atau hilang.

5.    Penghapusan
Penghapusan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengeluarkan/menghilangkan sarana dan prasarana dari daftar inventaris karena sudah dianggap tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan, terutama untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran sekolah.



Pustaka

Arifin, M. & Barnawi. 2012. Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah. Jogjakarta: Ar-ruz Media


Artikel Terkait
123456789101112131415