Custom Search

2014-06-17

MENGENAL PENDEKATAN DALAM PENGANGGARAN

Penganggaran merupakan kegiatan atau proses penyusunan anggaran (budget) (Fatah, 2009: 47). Sedangkan anggaran adalah rencana operasional yang ditentukan dalam satuan uang dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan lembaga dalam kurun waktu tertentu (biasanya 1 tahun) (Fatah, 2012:54).
Selain itu anggaran juga diinterpretasikan sebagai paket pernyataan perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan akan terjadi dalam satu atau beberapa periode mendatang (Bastian, 2006: 163).
Sumber: metrojambi.com
 Penganggaran berfungsi sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya lembaga dalam bentuk barang dan jasa. Terdapat dua kategori pendekatan dalam sistem penganggaran. Yakni pendekatan penganggaran tradisional yang terdiri dari line-item budgeting dan incrementalism budgeting serta pendekatan New Public Management (NPM) merupakan yang berorientasi pada kinerja lembaga yang terdiri dari Planning Programming and Budgeting System (PPBS), Zero Based Budgeting (ZBB) dan Performance based Budgeting .

Selanjutnya pada uraian berikut akan dijelaskan pendekatan penganggaran line item budgeting, incrementalism budgeting, Planning Programming and Budgeting System (PPBS), dan performance based budgeting.
1)   Incrementalism budgeting
Merupakan pendekatan sistem penganggaran belanja dan pendapatan yang memungkinkan pelaksanaan revisi selama tahun berjalan. Sekaligus menggunakan anggaran yang telah disusun sebagai dasar penentuan anggaran pada tahun yang akan datang. Sebab logika pada pendekatan ini menyimpulkan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan lanjutan dari tahun sebelumnya. Sehingga jika diperhatikan, angka di pengeluaran dari pendekatan incrementalism budgeting merupakan kenaikan dari tahun sebelumnya (Bastian, 2006: 168).
2)   Line item budgeting
Pendekatan penganggaran yang berfokus pada penyusunan anggaran berdasarkan dari mana dana berasal dan untuk apa tujuan penggunaannya. Merupakan pendekatan penganggaran yang relatif paling tua dan sangat mudah digunakan. Tujuan utama pada pendekatan line item budgeting adalah melakukan kontrol keuangan. Hal ini kemudian menjadi faktor kelemahan dari pendekatan line item budgeting karena indikator keberhasilan hanya dilihat dari kemampuan menghabiskan anggaran (Bastian, 2006: 166-167).
3)   Planning Programming and Budgeting System (PPBS)
Pendekatan Planning Programming and Budgeting System (PPBS) adalah suatu proses penganggaran yang dimulai dari perencanaan, pembuatan program, kemudian penganggaran. Dimana didalam penganggaran yang disusun mengandung identifikasi tujuan lembaga atas permasalahan yang mungkin timbul. PPBS berusaha merasionalkan proses pembuatan anggaran dengan cara menjabarkan rencana jangka panjang ke dalam program-program, sub-sub program, serta bebagai proyek (Bastian, 2006: 169).
Adapun proses tahapan implementasi PPBS menurut Mardiasmo (2005: 87-88) sebagai berikut.
a.    Menentukan tujuan umum organisasi dan tujuan unit organisasi dengan jelas .
b.    Mengidentifikasi program dan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan.
c.    Mengevaluasi berbagai alternatif program dengan memperhitungkan cost-benefit.
d.   Memilih program yang memiliki manfaat besar pada organisasi dengan pengeluaran biaya minimal
e.    Mengalokasikan sumber daya pada setiap program yang telah disetujui. 

4)   Performance based budgeting
Pendekatan performance based budgeting berorientasi pada output organisasi dan berkaitan sangat erat dengan visi, misi, dan rencana strategis organisasi. Dengan kata lain pendekatan ini mengalokasikan sumber daya pada program, bukan pada unit organisasi semata serta memakai output yang dihasikan sebagai indikator kinerja organisasi.
Pendekatan performance based budgeting juga merupakan teknik penyusunan anggaran yang berdasarkan pertimbangan beban kerja dan unit cost dari setiap kegiatan yang terstruktur. Kegiatan yang terstruktur diawali dengan target pencapaian tujuan baru kemudian penyusunan program yang akan dilaksanakan. Landasan pemikiran dalam pendekatan ini adalah anggaran digunakan sebagai alat manajemen. Dimana anggaran berposisi sebagai pencerminan program kerja (Bastian, 2006: 171).
Uraian lebih rinci tentang ciri pokok, keunggulan dan kelemahan dari masing-masing pendekatan di atas berdasarkan Bastian (2006: 166-171)  dan Mardiasmo (2005: 76-89) disajikan dalam tabel di bawah ini.










Pustaka
Bastian, Indra. 2006. Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.
Fatah, Nanang. 2009. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Fatah, Nanang. 2012. Standar Pembiayaan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Mardiasmo. 2005. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
Artikel Terkait
123456789101112131415