Custom Search

2013-09-05

LIKA LIKU KULI KALI

Namaku kuli
Rumahku di pinggiran kali

Setiap waktu aku bermain dengan kali
Meloncat dan memeluknya
Kali pun tergelak mencipratkan tawa
Melalui butiran air bening yang memenuhi wajahku

Sekali waktu aku menjauhi kali
Pulang ke rumah hanya tinggal tanah yang sepi
Harta pergi menjadi abu dalam upeti
Katanya : “demi kebersihan bumi pertiwi”
Aku tersenyum tak punya kendali
Selain kembali pergi

Berkunjung lagi aku bersedih hati
Kali kini hilang diri
Badannya tambun
Kulitnya legam, dengan ratusan bisul yang mulai membusuk
Sepanjang tubuhnya

Satu, dua, tiga, empat, lima
Aku bekerja mengurangi beban bisulnya
Mengait, mengorek, dan menampung
Tetapi enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh
Bisul baru kembali memenuhi kali

Sebelas, dua belas, tiga belas, empat belas, lima belas
Aku bersaing dengan bisul baru
Tetapi enam belas, tujuh belas, delapan belas, sembilan belas, dua puluh
Bisul kembali menjadi juara atasku

Mungkin kini kali sedang mati suri
Tanpa gerak sama sekali
Tapi aku tak peduli
Aku tetap menjadi kuli
Untuknya,
Agar dia bisa bergerak dan kembali
memberikan tersenyum berseri


Semarang, 050913, 20:18 PM
Artikel Terkait
123456789101112131415