Custom Search

2009-02-17

DIK...

kau tekuk wajahmu
lalu menunduk
benamkan tatapan pada pijakan
kemudian diam
dengan bahu mengguncang
cukuplah adikku...

langkahku bukan untuk menghapus jejakmu
bukan pula memutihkan bayangmu
aku akan tetap menjagamu
ulurkan kedua tanganku ketika kau terjatuh
tepukkan kedua tanganku ketika kau jawara
berikan sapu tanganku ketika kau menangis
berikan gelakku ketika kau tertawa
muramku yang pertama saat kau berduka
tawaku yang pertama saat kau gembira
hadirku yang pertama saat kau kesepian
bahagiaku yang pertama saat kau riang bersama kawan

aku memang tak bisa berjanji
tapi aku pastikan untuk menepati
jadi janganlah beri aku airmata
aku tak mampu menebusnya
simpan saja bersama keberadaanku
aku akan lebih suka
jika kau beri senyuman
dan kiranya selayang kabar gemintang
saat aku terbentang ruang di depan pandangan





BT, 310109, 20:19
Artikel Terkait
123456789101112131415