Custom Search

2015-05-22

TENTANG MATAHARI


Penggalan-penggalan kata untuk sang matahari, yang tak pernah henti menggugah hati

Lelah,
Permainan ini semakin cepat berputar
Membuatku terdiam dalam gumam, “apa lagi yang akan aku lakukan?”
Hanya terdiam
Melihat kelebat jarum jam berlari kencang
Sedang engkau enggan beranggapan
Pada kembang disepanjang jalan

171114, 05:24 PM

Menatap punggungmu, selalu
Dalam air waktu yang mengalirkan gerimis, malam
Hingga jauh
Jeda, dan wajah tak kunjung berbalik
Menatap pendar lampion, di atas kulitku

190115, 07:44 PM


Aku menunggu
Di pintu malam dan siang
Tempat sinar jingga merebah tenang
Sementara, engkau bersila diam
Memandang kelip bintang yang mewarna semesta, pada horison yang mengatup mata
Andai tangga waktu dapat melintas
Aku berpikir untuk bergegas
Menjemput cahaya dimata bintang
Agar engkau tak lagi diam memandang

180215, 10:08 PM

Engkau berlari, berlari
Aku hanya bisa berdiam diri
Entah, sampai kapan
Rasaku akan bersemayam
Mungkinkah aku harus kembali menghilang?
Bersama ruangmu yang tak pernah lekang

180215, 10:14 PM

Matahari...
Bersinarlah pada tanahku
Tempat aku duduk menunggu
Cahayamu yang membuatku terpaku
Dulu
Hingga kini saat aku kembali setia pada waktu

300315, 05:38 PM

Terbanglah jauh
Menuju impian tertinggimu
Sedang aku, akan tetap menunggu
Kelepak sayapmu memeluk doa dalam lirihku
: matahari

190415, 09:06 AM

Tersenyumlah,
Hilangkan kabut pada wajahmu
Sebab gelap akan membuat pekat, dan
Dunia bukanlah kopi hitam pembawa nikmat
: matahari

050515, 07:36 PM

Haruskah aku berbalik saat ini?
Mengkhianati rentang yang sudah ditorehkan
Melihatmu begitu jauh
Terbang tinggi di ujung semesta
Sedang aku  tak punya kuasa, memetik asa untuk bersama
: matahari

180515, 06.43 AM

Pergilah...
Jika engkau menemukan pusat revolusi yang membuatmu tak lelah untuk berputar
Bersinar dengan kehangatan yang tak kunjung lekang
Pergilah...
Dan aku akan menatapmu dalam doa
Semoga cahayamu terus bersinar
Tanda kebahagiaan yang bersemayam
: matahari

210515, 03.56 AM


Untukmu matahari, ini jeda aku menitikkan air mata. Betapa sulitnya, bertahan dalam asa untuk bersama. Pun, untuk menjejak dalam jiwa yang kau punya.
Artikel Terkait
123456789101112131415