Custom Search

2012-01-08

ANTARA WANITA, BEBEK, DAN AYAM

Apa perbedaan antara ketiganya? Semua orang pasti tahu, wanita, bebek, dan ayam berbeda dari segi fisik maupun psikis. Nah, kalo persamaannya? Sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, benar kan? Kita kasih komentar satu-satu yuk, sekaligus mengingatkan otak agar tak lupa bahwa salah satu tugasnya adalah berfikir.
Pertama, bebek. Hal yang paling menarik dari bebek adalah cara berjalannya. Selain keaktifan dalam mengeluarkan bunyi alias cerewet. Bagaimana cara berjalan bebek? Megal megol. Kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan…  Sehingga seringkali kata “bebek’ menjadi ejekan bagi orang yang berjalan megal megol.  Cara berjalan bebek yang unik ini bisa disebabkan massa bebek bertumpu pada bagian belakang tubuhnya. Untuk mengatur keseimbangan, maka bebek harus berjalan dengan mengibaskan bagian belakang tubuhnya. Jadilah si bebek berjalan dengan gaya megal megol.

Berbeda dengan ayam. Suaranya merdu, membangunkan kita saat menjelang pagi. Langkah ayam juga bertolak belakang dengan bebek. Tegap, seperti tentara. Tuk tak tuk tak tuk tak. Tentu saja, langkah kaki seperti ini didapatkan jika proporsi massa yang ditopang kaki seimbang alias proporsional. Antara bagian depan kaki dan belakang kaki. Akhirnya, ada sebutan juga bagi orang yang memiliki badan proporsional. Ups, maaf… kalau anda termasuk didalamnya.
Wanita! Kita bahas cara berjalannya saja. Kalau bahas yang lain, bisa menyebabkan mata lelah karena terlalu banyak membaca. Mayoritas cara berjalan wanita lemah gemulai (yang memiliki cara berjalan seperti tentara atau megal megol, nggak perlu komentar). Bagaimana kalo hamil? Tetap, cara berjalannya tidak berubah. Kalaupun berubah, biasanya hanya pada ritme berjalannya yang lebih pelan. Khawatir adik bayi nggak kuat di dalam kandungan. Hal ini dikarenakan kehamilan ada diperut bagian depan sehingga tidak ada perubahan berarti dalam keseimbangan massanya.
Coba bayangkan kalau seandainya kehamilan ada di perut bagian belakang. Mungkin saja cara berjalan orang hamil akan mengadopsi gaya berjalan bebek. Megal megol, sebab massa yang bertumpu dibagian belakang tubuh. Ini tentu lebih menyulitkan, beradaptasi dengan langkah saat berjalan. Belum lagi perubahan fisik lain dan kelabilan emosi yang menyertai. Oleh karena itu, kehamilan diletakkan diperut bagian depan agar wanita tetap merasa nyaman dengan keadaannya saat berjalan.

** Tentu saja tulisan di atas hanya buah keisengan berfikir belaka, tanpa rujukan apapun. Jadi tidak ada salahnya jika anda merasa lebih tahu dan memberikan komentar untuk berbagi ilmu. Terima kasih, kawan!


Qudsi-- 080112

Artikel Terkait
123456789101112131415