Custom Search

2007-03-08

BIDADARI KECIL

Sudah hampir dua bulan, seorang gadis kecil berseragam merah putih selalu meletakkan selembar uang seribuan pada mangkok plastik didepanku disertai ucapan selamat pagi dengan tersenyum manis. Terkadang aku heran dengan sikapnya, tidakkah Ia bosan melakukan rutinitas itu setiap hari. Meletakkan selembar uang seribuan dan mengucapkan selamat pagi pada setiap orang sepertiku yang duduk berjajar di trotoar pasar ini. Ia memang tidak seperti kebanyakan orang yang ku jumpai, memberikan sedikit uang karena rasa belas kasihan tanpa ucapan apapun, bahkan terkadang dengan wajah keprihatinan. Sedangkan gadis itu, ucapannya tulus layaknya kepolosan gadis kecil seusianya. Ya, dia memang masih kecil, mungkin kelas tiga SD. Tapi tidak ada salahnya jika aku kagum pada sikapnya.

Sumber : www.gambaranimasi.org
Tak perlu tau namaku, toh aku bukan orang terkenal hanya seorang pengemis jalanan yang sering mangkal di trotoar pasar minggu ini. Sebenarnya aku tidak bercita-cita jadi pengemis tapi apa boleh buat, setahun yang lalu kaki kiriku diamputasi karena kecelakaan. Akibatnya aku dikeluarkan dari pekerjaan sebagai penjaga toko dan sejak saat itu tidak ada lagi yang mau menerimaku bekerja apalagi pendidikanku hanya tamat SMP. Keluarga…ya aku memang masih mempunyai kedua orang tua dan seorang adik perempuan yang usianya sebaya dengan gadis kecil itu. Tapi keluargaku di kampung.


Aku merantau mencari pekerjaan di kota ini sejak lulus SMP tiga tahun lalu. Dan sudah hampir setahun aku tidak pulang bahkan tidak berani memberi kabar karena aku tidak ingin mereka tahu kepincanganku dan merasa kasihan. Saat kecelakaan semua biaya perawatanku ditanggung oleh si penabrak, ku pikir dia juga akan menolongku mencari pekerjaan tapi ternyata tidak, setelah keluar dari rumah sakit dia tidak pernah muncul lagi. Biarlah..toh dia sudah bertanggungjawab atas semua biaya perawatanku.

Sekarang aku duduk di trotoar ini tidak lagi dengan mangkok plastik di depanku, tapi aku membawa sebuah boneka beruang untuk gadis kecilku. Mungkin ini tidak berarti baginya tetapi aku ingin mengucapkan terima kasih padanya. Kepolosan dan ketulusannya selama ini membuatku berfikir bahwa tidak semua orang bersikap acuh dan berbelas kasihan. Masih ada cinta dan kasih sayang yang sering dilupakan karena keegoisan. Oleh karena itu tiga hari yang lalu kuberanikan diri untuk pulang ke kampung. Awalnya orang tua dan semua keluarga merasa terkejut dengan kehadiranku yang tiba-tiba dan dalam keadaan pincang. Tetapi setelah ku ceritakan semuanya, mereka dapat memakluminya dan bahagia dengan kepulanganku, yang sejak setahun lalu menghilang tanpa ada kabar. Ku lihat ada pancaran bahagia di mata mereka yang tidak pernah ku pikirkan selama ini. Rasa cinta dan sayang itu masih ada, sekalipun aku telah meninggalkan mereka sekian lama. Ya….aku terlalu egois untuk memaknai kata cinta dan sayang. Dan sekarang aku sadar bahwa kebahagiaan dapat kita rasakan ketika kita merasa dicintai dan disayangi. Sekali lagi aku berterima kasih buat gadis kecilku, bolehkah aku memanggilmu bidadari kecil……?
Artikel Terkait
123456789101112131415