Custom Search

2020-03-25

BERAWAL DARI DANAU SENTANI BERAKHIR DI TELAGA CINTA PAPUA

Ada yang belum tahu Sentani? Sama dong, hehehe. Sentani adalah salah satu kota di pulau paling timur Indonesia. Letak kotanya berada di tepi danau yang bernama sama, yaitu Danau Sentani. Kota yang dijuluki Bumi Khena Mbay Umbai ini merupakan ibu kota kabupaten Jayapura, Papua.  

berawal dari sentani berakhir di telaga cinta
Sumber : penelusuran google



Saya belum pernah berkunjung ke Papua. Namun adanya teknologi memungkinkan saya mengeksplorasi tempat-tempat indah di Papua. Sebelumnya, saya hanya mengenal Raja ampat sebagai tempat eksotis di sana. Setelah ditelusuri ternyata saya yang kurang update, hehehe.

Ada banyak tempat dengan keindahan yang luar biasa selain Raja ampat. Sebut saja pegunungan Jayawijaya, pegunungan Cycloop, Taman Nasional Lorentz, lembah Baliem, teluk Cenderawasih, pantai Base-G, pantai Bosnik, pantai Samber, kepulauan Padaido, air terjun Karmon, danau Sentani, danau Paniai, danau Idenberg, danau Uter hingga danau Emfote yang dikenal juga dengan nama Telaga Cinta. Wow, kemana saja saya selama ini? hihihi.

Semua tempat wisata di atas merupakan kekayaan alam Papua. Ada gunung, hutan, pantai, laut, danau hingga air terjun. Membuat Papua layak disebut surganya destinasi wisata hijau. Nah, tempat wisata yang kemudian membuat saya jatuh hati adalah danau Sentani dan danau Emfote alias telaga cinta.

Berawal dari Sentani

Saya pernah menuliskan ingin berkunjung ke Raja ampat. Namun, itu sebelum saya mengenal danau Sentani dan telaga cinta. Dua destinasi ini ternyata sanggup membuat saya berpaling dari Raja ampat. Eits, bukan selingkuh lho. Hehehe.

Katanya, bercita-citalah setinggi langit agar ketika jatuh masih bisa jatuh di antara bintang-bintang. Itulah maksudnya. Maunya ke Raja ampat, tetapi jika belum beruntung danau Sentani dan telaga cinta cukup membuat mata berbinar seperti bintang. Ups, hihihi.

Alasan kedua kenapa saya berpaling adalah letak keduanya yang berdekatan. Sehingga jika hanya memiliki waktu satu hari kunjungan, kita masih tetap bisa menikmati keduanya. Tuh, kan, bikin mata berbinar.



Alasan ketiga, tentu saja tempatnya yang eksotis. Danau Sentani merupakan danau terluas di Papua. Terdapat 21 pulau kecil yang menghiasi bagian tengah danau. Pulau kecil ini berbentuk bukit-bukit yang terlihat hijau dari kejauhan. Warnanya berpadu dengan segarnya air yang mencerminkan birunya langit dan putihnya awan. Apalagi jika kita menimatinya sambil makan sop ikan. Hm… sedap rasanya.

Sumber : idntimes.com

Setelah makan dan menikmati danau Sentani, kita bisa menyewa mobil untuk berkunjung ke Danau Emfote alias telaga cinta Papua. Nama telaga cinta disematkan karena bentuk danau yang menyerupai waru atau love. Katanya, jarak tempuh dari danau Sentani ke telaga cinta ini sekitar 1,5 - 2 jam. Lumayan kan? Tidak begitu jauh.

Berakhir di Telaga Cinta Papua

Perjalanan menuju ke danau Emfote alias telaga cinta cukup membuat mata semakin jatuh cinta. Bagaimana tidak, gambar-gambar yang bermunculan ketika bertamasya via dunia maya menunjukkan keindahan alam yang sempurna. Bukit-bukit hijau dengan hiasan pohon dan ilalang dan keindahan danau Sentani.

Sumber: hipwee.com

Setelah tiba, keelokan tak jua berpisah. Danau yang berukuran kecil dibandingkan Sentani ini dikelilingi perbukitan yang rapi berbaris dengan warna sama. Hijau. Bentuknya meliuk seakan mengajak ilalang disekitarnya menari bersama angin. Pegunungan Cycloops berdiri menjulang di kejauhan. Menyapa awan-awan yang asyik mengelilingi puncaknya. Duh, kapan saya bisa menikmati keindahan alamnya yang sempurna? Hehehe.

Danau Emfote adalah bagian akhir dari khayalan saya tentang kunjungan ke Papua. Bentuknya yang menyerupai tanda cinta menjadi tanda bahwa saya juga cinta dengan Papua. Pulau yang menyimpan kekayaan alam dan menyajikan lebatnya hutan dengan berbagai macam flora dan fauna. Walaupun menurut Forest Watch Indonesia tahun 2017-2019 hutan alam di Papua mengalami alih fungsi sebesar 189,3 ribu hektar/tahun. Namun keindahan alam dan budayanya layak menjadikan Papua destinasi wisata hijau.

Keberadaan destinasi wisata hijau di Papua mendukung upaya menjaga keanekaragaman hutan dan keindahan laut yang menjadi simbol dari eksotisme Papua. Untuk itu, perlu pemberdayaan masyarakat dalam membangun wisata hijau Papua. Pemberdayaan ini tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah, melainkan semua kalangan yang peduli dengan keindahan alam Papua. Seperti yang dilakukan EcoNusa Foundation melalui program Mace (Mari Cerita) Papua.

Artikel Terkait
123456789101112131415

6 comments:

  1. Keren bu guru. Bisa mendiskripsikan dengan jelas seolah2 udh pernah ke sana. Dan kitapun ikut terbawa.

    Kirain tadi bertemu yayang di telaga cinta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... lihat di mbah google, asyik bener suasanya. Bikin mupeng yang lihat. Yayangnya masih belum tampak hilal bang, hehehe.

      Delete
    2. Mungkin udah, cuman kurang peka aja mba hehe

      Delete
  2. Saya pernah ke Papua Bu, tapi pakai google maps juga.😁

    Kalo danau Sentani sih kadang mendengar karena itu adalah danau terluas kedua di Papua setelah danau Paniai di kabupaten Paniai, danau Paniai luasnya 154 km² sedangkan Sentani 104 km².

    Danau Sentani merupakan danau terluas kedua di Papua. Terdapat 21 pulau kecil yang menghiasi bagian tengah danau. Pulau kecil ini berbentuk bukit-bukit yang terlihat hijau dari kejauhan. Warnanya berpadu dengan segarnya air yang mencerminkan birunya langit dan putihnya awan.

    ReplyDelete
  3. Dulu daku sering piknik danau Sentani tapi belum tahu telaga cinta huhu

    ReplyDelete
  4. Sejauh ini aku tau tentang danau Sentani cuma ... denger sekilas cerita dari teman kost yang asli orang Papua dan juga dari artikel kak Qudsi ini.

    Selebihnya cuma ngayal kapan yaaa aku kesampaian kesanaaaa .. du du du 😓

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya, :-)

~~falkhi~~