Custom Search

2015-01-29

HARI INI SISWA SAYA TIDAK ANTUSIAS BELAJAR


Hari ini saya mengajar di kelas yang minggu lalu terlihat sangat aktif dalam belajar dan menyelesaikan tugas. Tapi aktivitas itu berbeda dengan hari ini. Anak-anak terlihat kurang bersemangat, beberapa orang mengobrol, dan bahkan tiga orang lelap tertidur.

Berdasarkan perencanaan pembelajaran, hari ini adalah satu-satunya pembelajaran yang terlaksana sempurna. Biasanya, ada beberapa rencana pembelajaran yang tidak bisa saya laksanakan karena berbagai alasan. Namun ternyata, terlaksananya rencana pembelajaran tersebut tidak didukung oleh aktivitas siswa yang bersemangat untuk belajar.
 
Sumber: ec.l.thumbs.canstockphoto.com
Apakah yang sebenarnya terjadi? Saya pun mengevaluasi hasil pembelajaran hari ini dan membandingkan dengan hasil-hasil sebelumnya.


Hari ini saya melaksanakan pembelajaran dengan demonstrasi dan diskusi kelas. Demonstrasi dilakukan dengan bantuan dua orang siswa. Selama pelaksanaan demonstrasi, siswa terlihat antusias. Berdasarkan demonstrasi, saya melakukan kegiatan menanya kemudian dilanjutkan dalam diskusi kelas. Siswa juga diminta untuk mencari informasi melalui aktivitas membaca di buku. Dan... mulai saat inilah waktu penurunan antusiasme belajar dimulai.

Sebagian siswa mulai asyik mengobrol, dan tiga orang meletakkan kepalanya di meja. Tertidur hingga akhir pembelajaran. Sebelumnya, siswa pertama menyatakan diri sakit, yang kedua memberi alasan ngantuk berat, dan yang ketiga sengaja saya tidak membangunkan. Alasan saya, siswa ketiga merupakan siswa yang beberapa kali melanggar peraturan sekolah dan seringkali mendapat teguran. Oleh sebab itu, saya berpikir keberadaannya di dalam kelas jauh lebih baik dibandingkan dia keluar kelas dan melakukan pelanggaran lagi.

Kondisi penurunan antusiasme itu ternyata menular pada saya. Saya merasa kehilangan fokus walaupun tetap melaksanakan pembelajaran dengan melanjutkan diskusi kelas. Saya juga melakukan uji coba latihan soal dengan memberikan kesempatan siswa untuk maju. Terdapat dua siswa yang bersedia. Satu orang yang maju adalah siswa yang memang memperhatikan dari awal dan satu orang lagi yang sedang sibuk mengobrol pada aktivitas membaca.

Saya melakukan konfirmasi terhadap jawaban siswa di papan tulis. Pada tahap ini, kondisi kemampuan saya dalam manajemen pengelolaan kelas dipertaruhkan. Sebab antusiasme siswa sudah berada pada batas kritis. Anehnya, kali ini saya tidak memiliki antusiasme untuk merubah suasana dan tetap melanjutkan diskusi. Setelah diskusi kelas, saya menginformasikan pelaksanaan ulangan harian pada minggu selanjutnya. Beberapa menit kemudian, jam pelajaran berakhir. Saya pun segera bergegas dari kelas dengan tanda tanya, mengapa hari ini saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk mereka. 
Sumber: acenale.files.wordpress.com
Pertemuan minggu sebelumnya, saya melakukan diskusi kelompok. Sebelumnya lagi, demonstrasi dan praktikum. Mayoritas kegiatan dalam pembelajaran tersebut adalah kegiatan kelompok. Mungkin inilah yang membedakan dengan kegiatan hari ini. Kegiatan kelompok dan kegiatan mandiri. Sebelumnya, saya mengetahui bahwa pembelajaran IPA lebih efektif dengan kegiatan kelompok. Saya juga membuktikan dalam penelitian tindakan kelas yang menunjukkan hasil positif jika pembelajaran dilakukan dengan kelompok berpola. Namun, pengetahuan itu ternyata tidak menjadi pembelajaran bagi saya dalam menyusun rencana pembelajaran. 

Pembelajaran hari ini membuat saya berpikir ulang untuk melaksanakan diskusi kelas dengan pembelajaran mandiri. Mungkin kegiatan tersebut dapat saya lakukan jika saya memiliki banyak alternatif dalam mengelola kelas. Jika tidak? Sebaiknya saya melakukan pembelajaran kelompok agar siswa dapat aktif dan antusias belajar.  
Artikel Terkait
123456789101112131415