Custom Search

2013-06-08

ANEH! ADA JAMUR BERJALA


          Seperti biasa, pagi ini, aku menjelajah pandangan ke halaman kos yang rindang dengan adanya pohon mangga dan beberapa pohon kelengkeng. Tiba-tiba ada tumbuhan aneh di bawah pohon kelengkeng. Bukan saja aneh tapi juga lucu. Bentuknya seperti jamur dengan batangnya berwarna putih dan kepala dengan ukuran lebih kecil berwarna hijau lumut. Jamur ini diselimuti oleh jala yang berwarna putih bersih. Mengembang menyelimuti batang jamur.


Jamur tampak samping
Beberapa lama aku dan temanku (mbak Noe) memastikan apakah ini jamur atau bukan. Kami akhirnya mendekat dan menyentuh jala jamur dengan daun kering. Ternyata jalanya cukup keras. Tidak mudah hancur dengan sentuhan. Beberapa jam kemudian jala jamur bernoda akibat tetesan cairan hijau dari kepala jamur. Jala jamur juga mulai mengkerut dan menempel di batang jamur.

Jamur tampak dari atas

Penasaran membuat kami menelusuri internet untuk mengetahui jenis jamur ini. Ternyata info yang di dapatkan sedikit. Antara lain jamur ini tumbuh didaerah hutan lebat Mamberamo - Papua. Disebutkan namanya sebagai jamur berjala dari Papua. Nah lho? Kok tiba-tiba hari ini tumbuh dihalaman kos ya? Jangan-jangan si jamur sudah menganggap halaman kosku yang rindang sebagai tanah Papua. Hehehe...  Info lain mengatakan jamur jala dikenal orang Bugis sebagai “basi jala-jala” yang saat ini sudah mulai langka. Namun tidak ada informasi ilmiah mengenai jamur ini. Hanya informasi dari orang-orang yang juga merasa aneh melihat jamur dengan hiasan jala.

Pikiran masih belum puas. Terlebih lagi dengan kata mulai langka. Jika tumbuhan ini mulai langka berarti sebelumnya jamur ini banyak dan dikenal orang. Begitu pikirku. Akhirnya aku mencari informasi dengan metode berbeda. Menggunakan halaman web asing. Dengan kata kunci jamur langka. Kemudian muncullah satu foto jamur yang persis sama. Tapi ternyata halaman web itu adalah halaman web fotografi, alias hanya berisi foto-foto hasil upload anggotanya dan komentar terhadap foto-foto yang diposting. Aku mulai membaca semua komentar, mungkin saja ada yang berbaik hati memberikan informasi tentang objek foto. Benar! Salah satu komentator menjelaskan tentang si jamur. Dengan informasi tersebut, aku mulai kembali googling. Wow... ternyata informasi tentang si jamur sangat banyak termasuk iklan penjualan si jamur (sayangnya dalam bahasa asing..hehehe).  Merasa penasaran juga dengan si jamur? Baca informasi di bawah ini!

Jamur jala ini memiliki sebutan antara lain jamur bambu, jamur jaring panjang, dan jamur wanita berkerudung. Berasal dari keluarga Phallaceae keluarga, atau stinkhorns. Dengan nama ilmiah Phallus indusiatus atau Dictyophora indusiata, atau juga Hymenophallus indusiatus. Ternyata jamur ini memang kaya nama, bukan hanya nama lokal yang bermacam-macam tetapi juga nama latinnya. Benar kan? Kalau mau tahu biografi si jamur secara lengkap, berikut biografi si jamur.
·         Kingdom (Fungi),
·         Division (Basidiomycota)
·         Class (Agaricomycetes)
·         Order (Phallales)
·         Family (Phallaceae)
·         Genus (Phallus)
·         Species (P. Indusiatus)

Penjelasan secara ilmiah pertama kali pada tahun 1798 oleh ahli botani Perancis Étienne Pierre Ventenat dengan nama Phallus indusiatus. Dimana indūsǐātus adalah kata sifat Latin, yang berarti "mengenakan pakaian dalam". Nama ini disetujui oleh Christiaan Hendrik Persoon pada tahun 1801. Pada tahun 1809 Auguste Nicaise Desvaux menempatkan jamur ditempatkan dalam genus baru Dictyophora, yang kemudian dikenal selama bertahun-tahun sebagai Dictyophora indusiata. Setelah itu pada tahun 1817, Christian Gottfried Daniel Nees von Esenbeck menempatkan jamur ini dalam spesies Hymenophallus,. sebagai H. indusiatus. Namun pada akhirnya jamur ini kembali ke sinonim Phallus dan spesies ini sekarang dikenal lagi dengan nama aslinya Phallus indusiatus.

Jamur ini tumbuh di daerah tropis, dan ditemukan di Asia selatan, Afrika, Amerika, dan Australia. Tumbuh di hutan atau kebun yang kaya dengan bahan kayu yang telah membusuk.

Tubuh buah jamur berbentuk kerucut seperti lonceng tutup. Terletak pada tangkai. Tangkai ini memiliki “rok” halus berenda atau indusium, yang menggantung ke bawah seperti topi hingga hampir mencapai tanah. “Rok” ini berbentuk bulat atau poligonal. Badan buah yang matang memiliki ukuran tinggi sampai 25 cm (10 in) dengan topi kerucut berbentuk lonceng  dengan gerigi berukuran 1,5-4 cm (0,6-1,6 inci). Topi ditutupi dengan spora yang mengandung lendir kehijauan-coklat dan berbau busuk, berfungsi menarik lalat dan serangga lain untuk memakan dan menyebarkan spora. Serangga membantu penyebaran spora dengan mengkonsumsi Gleba dan deposito kotoran yang mengandung spora utuh untuk  berkecambah di tempat lain. Bagian atas tutup memiliki lubang kecil. Ukuran tangkai panjangnya 7-25 cm (2,8-9,8 in) dengan tebal 1,5-3 cm (0,6-1,2 in). Berongga putih, lebar seluruh panjangnya biasanya sama. Tangkai ini kadang-kadang melengkung, dan kenyal.

Tubuh buah yang belum matang pada awalnya tertutup dalam berbentuk telur di bawah tanah berbentuk bola yang terbungkus peridium. Ukuran diameter sampai dengan 6 cm (2,4 in), dan biasanya memiliki miselium tebal yang menempel di bagian bawah. Setelah buah jamur matang, terjadi tekanan dan pembesaran yang menyebabkan peridium robek dan tubuh buah cepat muncul dari "telur". Lebih jelas proses munculnya buah dari “telur” ada ditayangan video ini.

Badan buah berkembang pada malam hari, dan membutuhkan 10-15 jam untuk berkembang sepenuhnya setelah muncul dari peridium tersebut. Siklus hidupnya pendek, berlangsung tidak lebih dari beberapa hari. Pada saat itu lendir biasanya sudah terhapus oleh serangga, meninggalkan noda-noda putih pada permukaan topi. Spora P. indusiatus berdinding tipis , halus, elips atau sedikit melengkung, hialin (tembus), dan ukurannya antara 2-3 cm atau 1-1,5 in.

Jamur cantik (http://www.treklens.com)
Jenis serupa P. indusiatus adalah P. Multicolor. Keduanya mirip dalam penampilan secara keseluruhan, tetapi memiliki topi berwarna lebih terang, dan batang serta indusium biasanya lebih kecil. Ditemukan di Australia, Guam, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Papua Nugini, Zaire, dan Tobago serta Hawaii. Selain itu ada pula P. merulinus yang lebih halus dan lebih pendek dari P. Indusiatus. Umumnya ditemukan di bagian timur Amerika Utara dan Jepang, dan di daerah-daerah Eropa.

Di Asia Timur, P. indusiatus dianggap lezat. Pada masa Dinasti Qing Cina, spesies ini dikumpulkan di Provinsi Yunnan dan dikirim ke Istana Kekaisaran untuk memuaskan nafsu Cixi, yang sangat menikmati makanan yang mengandung jamur dapat dimakan. Sejak tahun 1979 hingga saat ini, P. indusiatus di Cina dijual untuk digunakan sebagai bahan untuk memperkaya sup ayam.

Analisis gizi P. indusiatus (berdasarkan spesimen yang dikumpulkan dari Nigeria) ditentukan bahwa tahap telur jamur mengandung (per 100 g jamur, berat kering) 33,6 g protein kasar, 1,66 g lemak, dan 3,98 g karbohidrat . Tahap telur juga diukur untuk terdiri 20,9 g serat, dan 88,76% kelembaban. Tingginya tingkat protein dan serat (yang sebanding dengan nilai yang ditemukan dalam daging dan sayuran, masing-masing) menunjukkan bahwa bentuk telur P. indusiatus merupakan sumber makanan yang baik. Konsentrasi beberapa unsur mineral, termasuk kalium, natrium, dan besi, juga menguntungkan dibandingkan dengan buah-buahan dan sayuran, meskipun komposisi mineral dalam jamur tergantung pada konsentrasi di mana jamur ini tumbuh.




Semarang, 080613, 11:05am

















Artikel Terkait
123456789101112131415