Custom Search

2009-02-10

KETIKA BUMI BERBICARA

aku mencintaimu dengan segala lapisan
yang kau telanjangi dan ambil sarinya


jika ku renggangkan ikatan, menaburkan ceceran tanah
bukan ku marah
tapi aku lelah
lidah tubuhku kau potong
sepotong demi sepotong
hingga kulitku gosong
dan kau hanya diam dalam kepompong

jika ku semburkan cairan,
lapisi kulit yang kau tinggali
bukan karena ku tak peduli
aku terlalu rindu pada matahari
kau hiasi aku dengan rumah dan kantor mewahmu
lalu kau bekap aku
dengan lapisan beton hingga ku tak bisa bernafas
dan bercanda dengan matahari

aku mencintaimu dengan segala kerendahan
agar kau tak lengah menjaga keseimbangan

mengambil biji dan taburkan kembali
tentu aku tak henti memberi
air dan udara yang kau hirup setiap hari
lingkungan asri penuh burung bernyanyi

memberi lapisan dan melestarikan sejuta taman
tentu aku akan lebih dermawan
hilangkan kepenatan dengan keindahan bunga sepanjang jalan
dan berikan kesejukan saat kau berpayung sang raja siang

memangkas hutan dan pastikan reboisasi
bukan sekedar wacana mengambang
maka kau tak lagi berlari pergi karena longsor dan kebanjiran
hidupmu tenang berkawan senyuman





BT, 080209, 21:18



Puisi ini meraih juara favorit II dalam lomba puisi "Green Poetry Valentine Day 2009" oleh harian online Kabar Indonesia
Artikel Terkait
123456789101112131415